150 Usulan Musrenbang Distrik Tembagapura untuk 2022 Diharapkan Tidak Jalan di Tempat

Foto bersama usai pembukaan kegiatan Musrenbang
MIMIKA, BM
Setelah Distrik Wania, Mimika Baru dan Kwamki Narama, kini giliran Distrik Tembagapura yang mengadakan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik untuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022.
Musrenbang dilangsungkan di Hotel Grand Tembaga Kamis (18/3) dan dihadiri perwakilan 13 kampung, 1 kelurahan dan perwakilan tokoh masyararakat.
Musrenbang yang menghadilkan 150 usulan program kegiatan ini dibuka Yulius Sasarari, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika.
70 persen dari 150 program yang diusulkan menyasar bidang infrastruktur seperti sekolah, jembatan, air bersih dan lainnya.
Yulius Sasarari dalam sambutannya mengatakan bahwa tema pembangunan tahun 2021 adalah "Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah Demi Kesejahteraan Masyarakat untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkesinambungan".
Dikatakan, pembangunan di distrik dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yaitu "Terwujudnya Mimika, Cerdas, Aman dan Sejahtera".
Sasarari juga menjelaskan, Musrenbang distrik merupakan forum musyawarah tahunan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan yang didasarkan pada masukkan dari kampung dan kelurahan di distrik tersebut.
"Hasil Musrenbang distrik akan dijadikan sebagai bahan masukan dan penyusunan rancangan kerja perangkat daerah. Dalam musrenbang distrik ini juga kita dapat menyatukan program kegiatan antara yang dikerjakan oleh Dana Desa dan APBD sehingga tidak tumpang tindih,"jelasnya.
Sementara itu Thobias Yawame, Kepala Distrik Tembagapura mengatakan, ada sebagian usulan prioritas di 2020 telah dilaksanakan namun banyak juga yang tidak terakomodir bahkan terkesan jalan di tempat.
"Musrenbang Distrik Tembagapura ini menentukan perencanaan pembangunan untuk kemajuan Tembagapura dengan hasil aspirasi dari kita semua dan merupakan evaluasi dari hasil tahun lalu serta melihat ketersediaan dana dan anggaran dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat," ujarnya.
Tobias berharap usulan yang disampaikan oleh perwakilan 13 kampung dan 1 kelurahan di Distrik Tembagapura lebih banyak yanh nantinya diterima dan diakomodir sehingga apa yang menjadi kerinduan masyarakat dapat terlaksana. (Shanty)






















