Triwulan Kedua, Penerimaan Dari Sektor PBB-P2 Sudah Rp30-an Miliar

Kabid PBB Bapenda, Hendrikus Setitit
MIMIKA, BM
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika menargetkan Penerimaan daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan ( PBB-P2) tahun ini sebesar 52 miliar.
Memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2021, atau tepatnya dua pekan lalu, penerimaan dari sektor ini telah mencapai 58 persen atau 30 miliar.
Kabid PBB Bapenda, Hendrikus Setitit kepada BeritaMimika menyebutkan target PBB-P2 tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp4 miiar dibandingkan 2020 lalu yakni Rp48 miliar.
"Tahun lalu kami over target dan tahun ini kamipun yakin akan melampaui target. Dari nilai tahun ini, PTFI kita targetkan Rp47 miliar sedangkan kami sendiri Rp10 miliar," ungkapnya.
Selain karena pandemi dan untuk memudahkan penarikan retribusi, Bapenda memanfaatkan kerjasama yang sudah terjalin dengan 5 distrik di seputaan wilayah kota untuk melakukan penarikan.
"Nanti kami bapenda yang lakukan pemantauan jadi kita akan lihat jika target belum teralisasi maka kami akan terjun langsung ke lapangan," ujarnya.
Setitit mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir, penerimaan sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan ( PBB-P2) dari PT Freeport Indonesia terus mengalami kenaikan.
"Dari PTFI tidak naik sekaigus tapi secara bertahap. Sejak saya jadi kabid, kami lakukan kenaikan mulai dari 30 miliar, 34, 42 tahun lalu dan tahun ini 47 miliar. Mengapa naik? Dasarnya NGOP," ungkapnya.
Ia mengatakan, jumlah wajib pajak PBB-P2 di Mimika sebenarnya mencapai 40.000 orang namun tahun ini yang diterbitkan hanya untuk 32 ribu wajib pajak.
"Sekarang seharusnya 40.000 tapi ada pembayar yang tungak jadi kami tidak keluarkan. Misalnya dia mau bayar 2021 tapi dia harus lunasi hutang tahun sebelumnya dulu. Ada juga yang secara sistem ternyata double pembayaran sehingga harus dipilah," jelasnya.
Ia juga mengatakan pembayaran PBB-P2 dapat dilakukan secara online namun sistem di Bank Papua kadang mengalami error sehinga menjadi kendala.
"Ini juga jadi kendala kami tidak bisa pungut semuanya. Bapenda siap tapi sistem di sana kadang gangguan sehingga kami keluarkan tahun ini 32 ribuan. Untuk penerimaan terbesar juga masih dari hotel dan restoran serta luas tanah dan besarnya bangunan," ungkapnya. (Ronald)






















