Pemda Mimika Alokasikan Rp94, 1 Miliar Untuk Gaji 2.883 Honorer Tahun 2022

Marthen Mallisa, Kepala BKAD Mimika

MIMIKA, BM

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Marthen Mallisa menyebutkan pembayaran gaji tenaga honorer tahun 2022 sebesar Rp.94.110.984.000.

Saat ini pegawai honorer yang kembali bekerja sebanyak 2.883 orang. Jumlah tersebut adalah jumlah yang telah diverifikasi oleh tim saat pengurangan yang terjadi pada Januari lalu.

"Artinya, anggaran tahun ini yang kita siapkan untuk 2.883 honorer sebanyak Rp.94,1 miliar. Dan tentunya anggaran tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya,”tutur Kepala BPKAD Marthen Mallisa saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/4).

Marthen mengatakan, 2.883 tenaga honorer ini sudah mengantongi SK dari Bagian Hukum yang tersebar ke seluruh OPD hingga distrik dan kelurahan.

Hanya saja, kata Marthen, jumlah anggaran tersebut tidak termasuk untuk gaji tenaga honor dari 3 dinas yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan RSUD.

Pasalnya, ketiga OPD tersebut menganggarkan sendiri gajinya untuk tenaga honorer karena dilihat per kategori.

"Untuk sementara kita sudah proses gaji 2.883 honorer untuk bulan ini mengingat merayakan paskah maupun idul fitri yang akan datang. Jadi, kita sudah proses itu," Kata Marthen.

Jika dibandingkan, terjadi pengurangan anggaran hingga Rp30 miliar karena anggaran pembayaran honorer tahun lalu Rp120 miliar sementara 2022 ini Rp94,1 miliar.

"Makanya ada honorer yang tidak diaktifkan kembali karena disesuaikan dengan anggaran kita. Sedangkan, anggaran Rp.120 miliar tahun lalu itu juga tidak termasuk 3 OPD tadi, karena memang dari dulu mereka buat sesuai kebutuhan OPD karena menyangkut pelayanan,”jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa ada beberapa OPD yang pembayarannya nanti dilakukan per Januari 2022 sementara sebagian besar terhitung 1 April 2022.

"Ada memang beberapa dinas yang aktif dari Januari contohnya dinas-dinas yang ada pemungutan retribusi seperti Bapenda, dan juga Satpol PP," ujarnya.

"Karena ketika kita berhentikan semua tidak ada yang melakukan pemungutan PAD. Hal itu dilakukan setelah dikoordinasikan dengan Pak Sekda,” ungkapnya. (Shanty)

Top