421 CPNS Pemda Puncak Ikuti Latsar Di Timika

Bupati Kabupaten Puncak, Wilem Wandik saat memasang tanda peserta diklat kepada salah satu CPNS
MIMIKA, BM
Sebanyak 421 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Puncak mengikuti pelatihan dasar (Latsar) Tahun 2018 selama 28 hari di Timika.
Latsar yang diikuti oleh 160 golongan II dan 261 golongan III ini dibuka oleh Bupati Puncak Wilem Wandik yang berlangsung di SD Yosua, Senin (27/6).
Latsar CPNS dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan, pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika pengetahuan negeri sipil, dasar tentang sistem pelatihan pegawai.
Bupati Kabupaten Puncak, Wilem Wandik dalam sambutannya mengatakan, bahwa karena covid dan masalah keamanan, sehingga Latsar 2018 ini baru dapat dilaksanakan di Timika.
Menurutnya, pelatihan dasar CPNS mempunyai tujuan dan sasaran yaitu membentuk ASN yang profesional dalam menguasai bidang tugasnya.
"CPNS ini betul-betul murni orang asli Papua yang asal dari Kabupaten Puncak sebanyak 409 orang yang ikut pengembangan pelatihan ini. Dan ditambah 12 orang yang belum ikut Latsar tahun 2019 sehingga ada 421 orang semua yang ikut pelatihan," kata Wilem.
Wilem berharap kedepan nantinya mereka dilatih dan bisa bekerjasama dengan Pemda Mimika. Ia juga berterima kasih kepada Bupati Mimika dan jajarannya yang telah menerima sebagai tuan rumah pelaksanaan giat ini.
"Mudah-mudahan mereka ini bisa menjadi aset di Ilaga Kabupaten Puncak dan aset negara. Kegiatan ini berjalan 28 hari sehingga nanti setelah beberapa hari di sini mereka akan ditempatkan di dinas-dinas di Mimika sesuai dengan formasinya," tutur Wilem.
Katanya, dengan dasar persetujuan Menpan telah dilakukan seleksi penerimaan pada tahun 2019 dan pada bulan september tahun 2022 diumumkan hasil seleksi, dimana mereka yang dinyatakan lulus sebanyak 409 orang.
Selanjutnya proses pemberkasan dan pengusulan penetapan NIP-pun dilakukan sejak akhir tahun 2020 sampai dengan bulan Agustus 2021 telah diserahkan SK CPNS.
Dikatakan, Formasi ASN tahun anggaran 2018, yang dilaksanakan seleksi penerimaan di tahun 2019 merupakan formasi khusus bagi Provinsi Papua dan Papua Barat dengan prosentase 80 persen untuk OAP dan 20 persen untuk non OAP.
"Ketentuan ini dimanfaatkan baik oleh kita semua untuk merekrut ASN bahkan bukan lagi 80 persen tetapi 100 persen untuk OAP lebih khusus orang asli Kabupaten Puncak, untuk itu marilah kita mensyukuri semuanya ini," Ungkapnya.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono berterima kasih kepada Pemda Kabupaten Puncak yang memilih Kabupaten Mimika untuk melaksanakan kegiatan.
"Untuk nanti ditempatkan di OPD-OPD di sini itu kami sangat mendukung sekali. Nanti kami lihat dari panitia bagi ke OPD mana saja. Pasti ada koordinasi dengan BKPSDM kami di sini," ujar Hendritte.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Puncak, Elkana Waropen mengatakan, direncanaka selama 14 hari pelatihan dilakukan dalam ruangan setelah itu dilakukan aktualisasi yang ditempatkan sesuai dengan SK penempatan mereka pada saat menjadi CPNS.
"Jadi misalnya saat di Puncak di Dinas Pertanian maka nanti kita akan menyurat ke Dinas Pertanian Mimika untuk membantu menjadi mentor bagi mereka, membimbing mereka untuk aktualisasinya sesuai dengan tugas-tugas yang ada di instansi itu sehingga ketika pulang nanti sudah ada bayangan untuk CPNS bersangkutan pada saat menjadi PNS melaksanakan sesuai golongannya," tutupnya. (Shanty)






















