Pengelola Dana BOS dan BOK Diminta Lapor ke Bapenda : Realisasi Pendapatan APBD Capai 75 Persen

Kadis Bapenda Mimika, Dwi Cholifa

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika mencatat realisasi pendapatan APBD Mimika sampai saat ini sudah mencapai 75 persen.

Kepala Bapenda Mimika, Drs Dwi Cholifa, M.Si mengatakan, presentase tersebut dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) induk Kabupaten Mimika tahun 2022 sebesar Rp4,1 triliun.

Realisasi pendapatan ini terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD yang sah, dan dana perimbangan.

Selain itu ada dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil bukan pajak, DAK fisik, DAK non fisik, Dana Otonomi khusus (Otsus).

"Kondisi pendapatan kita saat ini masih berjalan bagus hanya ada beberapa saja terkait DAK fisik kita masih di kisaran 30 sekian persen. Artinya, dinas-dinas pengelola DAK ini harus memacu percepatan realisasi DAK," kata Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2022).

Kata Dwi, DAK fisik ini pengambilannya per termin dan jika sudah diambil termin pertama maka harus SPJ kan dulu baru bisa di cairkan lagi termin berikutnya.

"Ini sudah mau masuk November dan Desember jadi November ini harus lebih dikejar. Kalau DAK non fisik sudah capai 70-an persen, tapi masih harus di kejar lagi supaya capai 100 persen," Katanya.

Selain itu, dana Otsus juga sudah di kisaran 74 persen. Sedangkan, dana desa sudah capai 100 persen.

Artinya, dengan sisa-sisa realisasi ini di bulan November harus sudah fix kalau memang anggaran pendapatan Mimika mau semuanya tercapai.

"Kami fokus di DBH pusat dan provinsi. Tapi, sejauh ini masih tetap bagus. Karena DBH triwulan 4 akan ditransfer diakhir bulan atau awal bulan November 2022. Begitu juga dengan kurang bayar masih di kisaran Rp700 miliar minimal setengah di transfer ke kita maka posisi kita sudah aman,"ujarnya.

Katanya, DBH provinsi baru 2 triwulan namun akan terus dikoordinasikan agar sebelum akhir tahun sudah ditransfer.

Sementara, Khusus PAD masih on the track, artinya di sisa waktu ini yakni bulan November dan Desember bisa capai 100 persen.

Dwi meminta kepada pengelola dana BOS yang langsung masuk di sekolah dan dana BOK yang masuk ke puskesmas harus dilaporkan ke Bapenda supaya dimasukkan di penerimaan.

Dana DAU, kata Dwi untuk bulan Oktober ini agak terlambat karena ada laporan mengenai perlindungan sosial atau inflasi yang masih kurang atau belum mencapai 2 persen.

"Sebetulnya kita sudah lebih dari 2 persen hanya saja laporan dari pusat yang katakan Mimika masih kurang. Tapi kami sudah koordinasikan dan dibuat lagi jadi mudah-mudahan minggu ini di transfer. Karena, DAU itu tiap bulan diterima Rp55 miliar, itu salah satunya untuk gaji pegawai," Ujarnya.

Ia meminta agar agar OPD pengelola DAK fisik agar segera memperhatikan administrasinya agar capaiannya terus menanjak di dua bulan terakhir.

"Kalau yang setiap bulan masuk saya bisa perkirakan tapi kalau pekerjaan yang harus dilaporkan maka OPD pengelola harus lebih perhatikan lagi," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top