Dukcapil Gelar Sosialisasi Adminduk Bagi OAP di Wilayah Distrik Kuala Kencana dan Iwaka

Foto bersama peserta kegiaan
MIMIKA, BM
Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Administrasi Kependudukan maka diperlukan upaya serius dan berkelanjutan.
Salah satu yang dilakukan diantaranya adalah melakukan sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan.
Pada Rabu (2/11/2022) kemarin, Dinas Dukcapil Mimika secara khusus melakukan sosialisasi tersebut kepada Orang Asli Papua wilayah Distrik Kuala Kencana dan Distrik Iwaka.
Sosialisasi ini juga melibatkan aparat kampung dan kepala kampung di dua wilayah tersebut yang berlangsung di Kantor Distrik Kuala Kencana.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, sosialisasi data administrasi kependudukan dilakukan untuk kepentingan semua hal baik pelayanan publik maupun juga pengambilan kebijakan dari pemerintah.
"Kami tidak bosan-bosan mengupgrade database dan melayani masyarakat untuk semata-mata supaya data itu akurat dan valid sehingga bisa dipergunakan untuk kepentingan negara dan juga untuk kepentingan warga sendiri," ungkapnya.
Slamet mengatakan, jika data akurat dan valid maka berdampak juga pada pelayanan yang lancar di semua lini seperti bank, BPJS dan lainnya.
Menurutnya, selama ini pihaknya selalu intens turun ke lokasi namun bukan hanya sebatas melakukan pelayanan tetapi untuk sosialisasi seperti ini guna menyamakan persepsi tersebut.
"Yang lalu polanya cenderung datang melayani dan selesai urusannya. Jarang kami Dukcapil datang sosialisasi. Jadi, dengan program Paten di Gunung Mesir akhirnya warga Alama wudah 100 persen miliki dokumen kependudukan dan di Jila juga mungkin dalam minggu ini selesai, dan nanti Sabtu kami ke Potowayburu lagi," ungkapnya.
Katanya, sosialisasi seperti akan berlanjut dan mudah-mudahan mendekati agenda pemilu serentak 2024 data kependudukan semakin baik, begitupun dengan data pemilih.
Ia mengatakan, kalau nanti ditemukan ada data orang meninggal masih muncul maka segera dilaporkan supaya akan diterbitkan akta kematian dan datanya terhapus karena sudah meninggal.
"Jadi memang harus ada peran aktif warga khususnya aparat kampung dan distrik untuk mendorong sama-sama kami. Dengan begitu tanpa disadari maka database kependudukan ini akan semakin bagus," ujarnya.
"Pelayanan juga kita sudah dekatkan dengan masyarakat, baik online maupun loket. Artinya, kita sudah mudahkan jadi kita tinggal dorong jemput bola dan membangun persepsi satu kata untuk memperbarui data kependudukan yang semakin baik," terangnya.
Jadi, kata Slamet, kedepan tidak ada lagi perbedaan data kependudukan di kampung, KPU, BPS dan Dukcapil. Sehingga, memang semua harus simultan sama-sama geraknya.
"Nanti kan Desember sudah diserahkan DP4 ke KPU RI dan Kemendagri. Jadi diharapkan data kependudukan kita sudah aman dan valid semuanya," ujarnya. (Shanty Sang)






















