Realisasi Pendapatan Daerah 2023 Triwulan Pertama Capai Rp386 Miliar

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa
MIMIKA, BM
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika mencatat realisasi pendapatan daerah untuk triwulan pertama atau sejak Januari hingga Maret 2023 capai Rp386.511.241.943 dari target APBD Mimika tahun anggaran 2023 Rp5,1 triliun.
Sedangkan, pajak daerah baru tercapai Rp25,1 miliar. Demikian disampaikan Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa.
"Dari presentase ini PAD jalan terus setiap harinya. Karena tiap hari ada pemasukan Rp2-3 miliar itu ada terus di kita," ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa selain realisasi pendapatan yang sudah ada ini, dalam waktu dekat juga dana perimbangan akan masuk dan tentunya akan menambah realisasi yang ada.
"Kalau dana perimbangan untuk royalti saja sudah masuk yang triwulan satu. Sedangkan dana perimbangan lainnya masuk akhir bulan nanti. Dana peribangan lainnya ada DBH PPh, cukai rokok, DBH Kehutanan dan lainnya. Tapi syaratnya menyampaikan berita acara realisasi," jelas Dwi.
Jadi, kata Dwi, ada realisasi antara BPKAD dan KPP Pratama terkait pajak-pajak pusat. Ada SP2D yang langsung dipotong PPh, PPn itu larinya ke pusat.
"Saya koordinasi dengan pihak BPKAD katanya berita acara realisasi masih terkendala dengan arus data dari Bank Papua semester 2 tahun 2022 sehingga dana perimbangan kita belum masuk. Makanya, itulah yang lagi di sinkronkan antara BPKAD dengan Bank Papua," jelasnya.
Katanya, jika sudah disinkronkn kemudian dibuat berita acaranya lalu dikirim ke Pusat maka dana perimbangan bisa di transfer ke daerah.
Selain itu, PAD lainnya seperti PBB-P2 setelah dibagikan SPPT kepada wajib pajak dan progresnya bagus. Artinya, wajib pajak sudah mulai membayar PBB-P2.
Diketahui, realisasi PBB-P2 saat ini sudah mencapai Rp1,4 miliar dari target Rp15 miliar. Capaian tersebut belum termasuk dengan target PBB-P2 PTFI.
"Target PBB-P2 keseluruhan baik untuk masyarakat dan PTFI Rp63 miliar. Dan saat ini sudah capai Rp1,4 miliar, ini masih terus berjalan hingga akhir Desember nanti. Begitu juga pendapatan atau PAD lainnya masih terus berjalan," ungkapnya. (Shanty Sang)






















