BPBD Fokus Program Mitigasi Banjir lewat Aplikasi Smartphone

Kepala Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mimika, Yosias Lossu

MIMIKA, BM

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika pada tahun ini akan fokus untuk melakukan program penanggulangan banjir.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu, saat diwawancarai awak media di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Senin (3/4/2023).

"Untuk tahun ini, terkait dengan penanggulangan, kita fokus ke bencana banjir," ujar Yosias.

Program bantuan banjir ini, kata Yosias, akan dilaksanakan di empat titik lokasi, yang mana salah satunya di Kampung Iwaka.

Dia menyebutkan, dalam program penanggulangan banjir ini, nantinya BPBD Mimika juga akan membuat sebuah aplikasi mobile yang berfungi untuk memberikan informasi terkait peristiwa banjir yang sedang terjadi di Kabupaten Mimika.

"Jadi kalau nanti di Timika ada banjir dan debit airnya naik melebihi batas normal maka HP langsung akan berbunyi. Program ini kita kerja sama dengan Telkomsel. Ini baru mau jalan, mudah-mudahan jadi," jelasnya.

Lebih lanjut Yosias menuturkan bahwa selain mitigasi banjir, permohonan pun bakal memaksimalkan kinerja pemadam kebakaran (damkar) dengan menambah panjang gaul air mobil damkar.

"Kita usul tahun ini untuk memperpanjang slang air mobil pemadam kebakaran karena biasanya mobil pemadam kebakaran susah masuk di kawasan gang-gang sempit," kata Yosias.

Dikatakan bahwa jika sebelumnya panjang slang hanya 20-an meter. Tahun ini akan ditambah 50-100 meter.

"Selama ini cuma 20-an meter. Kita mau tambah sekitar 50 sampai 100 meter. Jadi kita tidak menambah armada mobil, kita tambah panjang slang. Percuma kalau kita pengadaan mobil kecil untuk masuk lorong karena kemampuannya pasti kurang," terangnya.

Untuk diketahui saat ini jumlah armada mobil damkar yang dimiliki BPBD sebanyak 6 mobil. Melihat wilayah Timika yang cukup luas, Yosias menyebut bahwa sesungguhnya jumlah tersebut masih kurang.

"Kalau satu kota kurang sih. Paling tidak itu harus 10 sampai 11 armada mobil damkar. Karena kalau kebakaran seperti di SP5 atau Mapurujaya, kita tiba, barang sudah hangus karena jangkauan jauh sekali," tutur Yosias.

"Jadi, tahun depan mungkin kita akan bangun pos pembantu lagi di antara Timika dan Mapurujaya. Mungkin sekilo 11. Kalau Timika-SP5, itu di SP2 sudah ada. Cuma sementara belum ada yang standby di sana karena kekurangan armada," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Top