Kelurahan Dingo Narama Gelar Forum Konsultasi Pendataan Awal Regsosek

Situasi jalannya kegiatan


MIMIKA, BM

Pemerintah Kelurahan Dingo Narama Kabupaten Mimika menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Hasil Pendataan Awal Regsosek tahun 2023.

Kegiatan tersebut bertempat di halaman Kantor Kelurahan Dingo Narama, Senin (8/5/2023).

Pada forum FKP ini para Ketua RT di wilayah Kelurahan Dingo Narama memverifikasi data hasil pendataan awal regsosek yang telah dilaksanakan 2022 lalu.

Kepala Kelurahan Dingo Narama Oktavina Naa mengatakan, ini kegiatan nasional dari BPS. Tahun lalu mereka sudah turun lapangan melakukan pendataan door to door di wilayah Kelurahan Dingo Narama.

"Di Kelurahan Dingo Narama ada 12 RT dan itu mereka sudah mendata kemudian tahun ini kegiatannya verifikasi atau kroscek kembali," kata Oktavina.

Jadi, kata Oktavina, pertemuan ini melibatkan setiap RT yang ada di Kelurahan Dingo Narama supaya mereka mengecek kembali warganya.

Katanya, tidak semua warga yang didata karena ada beberapa kriteria yakni miskin, rentan miskin dan sangat miskin. Artinya yang tidak punya pekerjaan tetap sama sekali seperti lansia, janda atau duta.

"Penentunya ada di ketua RT. Saya berharap benar-benar para RT melakukan verifikasi dengan baik karena data mereka yang akan dipakai oleh BPS untuk dikirim ke pusat lagi," jelasnya.

Menurutnya, verifikasi ini penting karena jika para RT tidak mengecek dengan baik maka warga yang seharusnya masuk kategori tidak layak tidak terdata secara baik.

"Pemerintah berusaha sinkronisasi data dari BPS. Dan ini dimulai dari bawah. Saya berharap data yang diberikan ke BPS dan diserahkan ke pusat itulah yang digunakan jangan seperti sebelumnya yang terjadi di Dinas Sosial yang mana penerima bantuan lain tapi yang terima orang lain. Kadang yang terima PNS, orang yang memakai emas, bahkan ada anggota DPR," ungkapnya.

Tidak hanya itu, ada juga datanya bertabrakan artinya ada yang mendapat bantuan BLT tapi dapat juga bantuan PKH.

"Contohnya kalau sudah dapat beras maka beras saja jangan lagi dapat uang lagi. Kami harap kedepan harus diteliti dengan baik lagi agar penerima manfaat benar-benar tepat sasaran," ujarnya. (Shanty Sang) 

Top