Plt Bupati Mimika : Harus Ada Keseriusan Agar Program Smart City Itu Jalan

Foto bersama para peserta kegiatan Focus Groub Discussion Pengembangan dan Pengelolaan Ekosistem Kabupaten/Kota Cerdas dengan Plt Bupati Mimika 

MIMIKA, BM

Hasil evaluasi smart city versi 1 yang sudah ada nilai sisi positifnya karena sudah ada masterplan, namun belum berjalan dengan maksimal sehingga Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob sangat berharap agar ada keseriusan dari semua OPD.

Hal ini ditegaskan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob usai mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan pengelolaan ekosistem kabupaten/kota cerdas yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Hotel Horison Ultima, Rabu (31/05/2023).

"Untuk smart city sendiri Kabupaten Mimika masuk dalam 25 Kabupaten kota yang pertama di Indonesia sejak tahun 2017," ujar Plt Bupati Mimika.

Disampaikan Plt John Rettob, Mimika smart city sudah dilakukan evaluasi mulai tahun 2018. Namun selama perjalanan smart city ini belum dilaksanakan secara serius, karena memang ada perbedaan persepsi dan pengertian dari pada para pelaku.

"Kita sudah punya bluprin, kita sudah punya masterplan, yang kemudian dari masterplan, smart city yang kita buat di tahun 2017 itu kita pindahkan di RPJMD. Jadi ini artinya dengan adanya masterplan smart city semua RPJMD sudah dilaksanakan. Yang menjadi persoalannya itu tidak serius dan mungkin tidak pernah baca," ungkap Johannes Rettob.

Ia menegaskan, smart city bukan semata-mata aplikasi dan eknologi tetapi smart city adalah bagaimana regulator (pemerintah) melalui regulasi dan kebijakan dapat meghasilkan pelayanan yang efektif dan efisien bagi masyarakat.

"Makanya kebijakan-kebijakan ini kita harus sepakati bersama," tegas Plt Johannes Rettob. (Ignasius Istanto)

Top