Bapenda Mimika Kini Jadi Tujuan Studi Banding Pendapatan Pajak Daerah dari Daerah Lain
Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah
MIMIKA, BM
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, kini menjadi tujuan studi banding pendapatan pajak daerah di Papua dari daerah-daerah luar.
Kepala Bapenda, Dwi Cholifah saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, ada dua daerah yang sudah melakukan studi banding di Bapenda Mimika yaitu Kabupaten Puncak dan Nabire.
“Kabupaten Puncak dan Nabire itu mereka melihat pajak daerah. Kita sampaikan apa yang kita lakukan buat intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah,” terang Dwi.
Pihaknya juga menyampaikan tentang kerja sama dengan BPN, dengan kejaksaan terkait penagihan tunggakan dengan pemeriksaan pajak, pemasangan alat M-POS dan TMD di beberapa restauran dan hotel.
“Kelebihan di sini karena konektivitas dan programnya sudah lebih berkembang, makanya peningkatan pajak daerah lebih meningkat dan juga karena adanya PTFI,” tambahnya.
Katanya, dua daera ini juga sudah ada kerjasama dengan BPN, sehingga Bapenda Mimika membantu dengan menyampaikan kiat-kiat terkait pengelolaannya.
“Namanya studi banding kan kita sampaikan ke mereka dan mereka sampaikan ke kita. Intinya buat penerapan di sana,” kata Dwi.
Bapeda Mimika sendiri juga sudah memudahkan wajib pajak untuk membuat pajak melalui online payment di Livin Mandiri, Post Pak, Gojek dan Bank Papua.
Dwi menambahkan, inovasi yang disampaikan juga adalah aplikasi I-Tax Mimika yang dibuat Bapenda Mimika.
Aplikasi I-Tax Mimika bukan hanya terkait online payment tapi penatausahaan dan pendaftaran sehingga wajib pajak tidak perlu datang ke Kantor Bapenda lagi, tetapi semua sudah terkoneksi di I-Tax.
“Mereka kan belum gunakan aplikasi yang terintegrasi seperti itu,” katanya.
Selain dua daerah di Papua, ada juga dari Luwuk Timur, Sulawesi Tengah sudah menghubungi Bapenda Mimika untuk datang ke Timika melihat secara langsung khususnya terkait kontribusi pendapatan daerah dari sektor perusahaan tambang.
“Kemarin juga dari Kabupaten Luwuk Timur menghubungi untuk datang. Disana kan ada perusahaan nikel, mereka mau pelaksanaan divestasi sahamnya kemudian penerimaan-penerimaan dari perusahaan tersebut," ungkapnya. (Shanty Sang)






















