Masalah Anak Terlantar Mulai Diseriusi Penanganannya

Giat ini dilangsungkan di Hotel Grand Tembaga dan dihadiri Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte

MIMIKA, BM

Persoalan anak terlatar kini semakin mendapat perhatian lebih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika. Melalui Dinas Sosial, dilakukan pelatihan kader peduli anak terlantar guna penanganan lanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Senin (24/7/2023) dibuka secara resmi oleh

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte di Grand Tembaga Hotel, Senin (24/7/2023) mengatakan pada giat ini bahwa ada beberapa faktor utama mengapa anak ditelantarkan.

Hal tersebut dapat diakibatkan karena adanya konflik dalam keluarga. Selain itu bisa juga karena cara asuh seperti yang dialami anak yatim piatu, atau juga anak yang mengalami tindak kekerasan baik secara fisik, sosial maupun psikologis.

Yumte mengingatkan bahwa jika hal ini dibiarkan begitu saja maka masalah ini dapat mengancam masa depan anak bangsa. Anak-anak terlantar yang tidak mendapatkan perawatan akan rentan menjadi anak-anak yang memiliki disfungsi sosial.

"Untuk itu, anak-anak ini harus segera kita tangani dengan baik, sehingga mereka dapat tumbuh berkembang seperti layaknya anak-anak normal yang diasuh orangtuanya sendiri," Kata Petrus.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Andarias Nauw mengatakan, anak-anak yang masuk kategori terlantar adalah mereka yang tidak diurus dengan baik oleh keluarga, termasuk anak-anak aibon dan putus sekolah.

Menurutnya, keterlibatan kader dari setiap kampung bertujuan untuk membantu pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan, pendataan terhadap anak-anak terlantar, cacat dan berkebuthan khusus di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

"Dengan hadirnya para kader kita berharap bisa memperhatikan masa depan anak-anak terlantar. Kader akan mendata lalu memberikan kepada kami Dinas Sosial untuk di data dan selanjutnya akan kami beri pelatihan atau ketrampilan sesuai bakat mereka,"ungkapnya.

Terkait pelatihan ini, Ketua Panitia Jenni Padallingan mengatakan tujuannya agar tersedianya kader peduli anak terlantar yang kompeten di 20 kampung dari 3 distrik di Kabupaten Mimika.

"Kader yang ikut dalam pelatihan ini merupakan perwakilan dari beberapa kampung dan kelurahan dari Distrik Mimika Baru, Distrik Kwamki Narama dan Distrik Wania. Setiap kampung mengutus dua orang Tenaga Kerja Sosial (TKS)," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top