120 ASN Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Kepemimpinan Pengawas

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Guna meningkatkan kualitas dan kinerja para ASN, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mimika menggelar pelatihan kepemimpinan administrator dan kepemimpinan pengawas.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Senin (7/8/2023) dibuka oleh Pj Bupati Mimika Valentinus Sumito.

Sekretariat BKPSD Yulius Piligame mengatakan, tujuan kegiatan ini, yaitu, meningkatkan Kompetensi Kepemimpinan Visioner.

Kemampuan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis untuk menangani isu strategis daerah dan memimpin peningkatan kinerja instansinya.

Selain itu, untuk menjadi teladan bagi bawahan dan Pemangku Kepentingan dalam Integritas, Nasionalisme, Standar Etika Publik, Nilai- Nilai, Norma, Moralitas dan Tanggung Jawab sesuai dengan aturan yang ada. .

Lainnya, melakukan inovasi sesuai bidang tugasnya guna penetapan arah kebijakan yang lebih efektif dan efisiensi dan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya manusia organisasinya dalam pencapaian arah kebijakan.

Adapun, penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III dan IV dilaksanakan dengan jumlah jam Pembelajaran (JP) sebanyak 797 dengan untuk pembelajaran Klasikal 257 JP dan 340 JP untuk pembelajaran Non Klasikal.

Sedangkan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV dan V dilaksanakan dengan jumlah jam pembelajaran sebanyak 830 JP dengan rincian 290 JP dan 540 JP untuk Pembelajaran Non Klasikal.

Penyelenggaraan PKA dilaksanakan mulai tanggal 07 Agustus hingga 10 November 2023, sedangkan PKP akan dilaksanakan mulai tanggal 11 September 18 Desember 2023.

Pada saat Pembelajaran Klasikal, Peserta PKA dan PKP diasramakan di Wisma Atlit dan Orientasi Lapangan direncanakan akan dilaksanakan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung Provinsi Bali,"kata Yulius.

"Peserta PKA berasal dari 48 OPD berjumlah 60 orang dan peserta PKP dari 47 OPD berjumlah 60 orang," ujar Julius.

Pj Bupati Mimika Valentinus Sumito dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini bukan cuma sekedar mengikuti diklat tetapi betul-betul untuk mengasah diri ASN.

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kinerja para ASN yaitu dengan mengembangkan kompetensi baik kompetensi teknis, kompetensi managerial dan kompetensi sosial, kultural bagi setiap pemangku jabatan yakni pejabat administrator dan pejabat pengawas.

"Kompetensi yang dikembangkan pada pelatihan ini adalah kompetensi managerial berupa knowledge, skill dan atitude. Ini 3 hal yang paling dibutuhkan didalam seorang ASN," Kata Valentinus.

Valentinus mengatakan, banyak orang pandai tapi tidak santun, itu sangat menyakitkan. Banyak orang yang sangat santun tetapi akhirnya melupakan potensi yang dimiliki, skilnya ditinggalkan.

"Tiga-tiganya harus bisa berjalan seimbang untuk bisa menciptakan kualitas yang bagus dari seorang ASN," Ujarnya.

Knowledge, skill, attitude harga mati, diukur, dikembangkan untuk memimpin atau mengelola organisasi sesuai amanat pasal 217 ayat 5 peraturan pemerintah Nomor 17 tahun 2020 sebagai perubahan dari pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang managemen pegawai negeri sipil.

"Kegiatan kita hari ini adalah upaya untuk melakukan managemen kepegawaian yang ada, bagaimana meningkatkan kualitas, meningkatkan kompetensi peserta karena ini kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kompetensi kalian. Suatu saat bapak ibu bisa tampil di depan seperti saya, ngomong juga seperti saya jika bapak ibu betul-betul menjalaninya dengan baik," terangnya.

Terkadang, kata Valentinus, ASN cuma sekedar menganggap itu pelatihan formalitas untuk syarat naik pangkat, dan jabatan.

"Kalau cuma itu yang ada di kepala kalian maka itu tidak akan berkembang dengan baik," ucapnya.

Pelaksanaan pelatihan saat ini diharapkan agar peserta mampu menjadi pemimpin yang memiliki level kompetensi kepemimpinan sesuai standar jabatan dalam upaya menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan administrator dan pengawas serta memiliki kemampuan dalam memimpim pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap dalam proses pelatihan ini ada penilaian yang betul-betul memadai, yang bisa peserta jadikan acuan kedepan. (Shanty Sang)

Top