Hadiah HUT Kemerdekaan, 1500 Rumah Warga di Koperapoka Mulai Nikmati Air Bersih

Pj Sekda Mimika Petrus Yumte saat membuka kran air bersih

MIMIKA, BM

Sejak proyek air bersih mulai dikerjakan tahun 2012, penantian panjang warga Mimika khususnya warga Kelurahan Koperapoka akhirnya bisa menikmati air bersih.

Sebanyak 1500 rumah warga di Kelurahan Koperapoka mulai menikmati air bersih yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika.

Dari 1.500 sambungan rumah tersebut, untuk tahap awal dialiri kepada 300 rumah warga yang ditandai dengan pembukaan kran air oleh Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito di rumah Ananias Poway dan Sebastianus Amakawau, Senin (14/8/2023).

Pj Bupati Valentinus mengatakan, penyediaan air bersih untuk masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting karena sangat dibutuhkan baik di musim kemarau maupun di musim penghujan.

"Air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai kebutuhan sehari-hari harusnya memenuhi berbagai persyaratan terutama kualitas, kuantitas dan koncilitas," Kata Valentinus.

Ia mengatakan, pengaruh dari ketersediaan air bersih tidak hanya pada kebutuhan rumah tangga, tetapi berpengaruh juga sektor sosial, ekonomi maupun fasilitas umum seiring dengan tingkat pertumbuhan penduduk.

“Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan beragamnya aktivitas, maka kebutuhan akan air semakin meningkat,” ujarya.

Dikatakan, bahwa pencanangan penyaluran air bersih dilakukan dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan.

Proses penyaluran air bersih ini sudah cukup lama sejak tahun 2012 dan jika dipresentasi baru 33 persen. Ini karena dukungan anggaran untuk keseluruhan cukup besar dan dilakukan secara bertahap.

“Saya minta ke Kadis PU yang penting di HUT kemerdekaan ke 78 kita sudah memulai hal yang baik terkait dengan air bersih. Ini menjadi hadiah kemerdekaan untuk kita semua,” tuturnya.

Diketahui bersama, masyarakat Mimika sampai kini masih bergantung dengan air hujan dan air sungai yang mungkin tidak pantas digunakan tetapi karena keterbatasan sehingga kadang tetap digunakan.

“Untuk itu kita akan berpacu untuk menyediakan, karena ini menjadi tanggung jawab kita pemerintah untuk bisa menyediakan,”ujarnya.

Di tahap pertama ini dimulai dengan maksimal dan kedepan akan ditindaklanjuti. Pihaknya juga akan membuat MoU dengan PT Freeport Indonesia terkait penggunaan air bersih seperti di Kuala Kencana.

“Saya berharap seluruh kran air kita di Timika bisa diminum juga seperti di Kuala Kencana,” harapannya.

“Saya juga sangat berharap seluruh Mimika bukan cuma di kelurahan ini tapi sampai di pesisir, pegunungan itu bisa menikmati semuanya,” tambahnya.

Kepala Dinas PUPR, Robert Mayaut mengatakan salah satu tujuan pencanangan penyaluran air bersih ini agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit dan stunting.

"Untuk tahap awal ini, masyarakat bisa menikmati air bersih secara gratis atau tidak dipungut iuran. Ini karena belum ada payung hukum untuk menarik retribusi yang ditetapkan untuk menunggu iuran dari masyarakat. Nantinya akan dibuat air mengalir selama tiga jam bisa di pagi atau sore,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top