Bappeda Gelar Sosialisasi Kebijakan Inovasi Daerah dan Teknis Pengukuran Indeks Inovasi Daerah
Suasana berjalannya kegiatan sosialisasi
MIMIKA,BM
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika menggelar sosialisasi kebijakan inovasi daerah dan teknis pengukuran indeks inovasi daerah bagi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemda Mimika.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Jumat (10/11/2023) dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Setda Mimika, Willem Naa.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Setda Mimika, Willem Naa dalam sambutannya mengatakan, majunya suatu bangsa sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan oleh bangsa tersebut. Oleh karenanya diperlukan adanya upaya memacu kreativitas daerah untuk meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi daerah untuk mewujudkan visi Indonesia 2045 yang berdaulat, maju, adil dan makmur.
Pemerintah daerah dapat melakukan inovasi sesuai dengan amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pasal 386 ayat 1 menyebutkan bahwa dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemerintah daerah dapat melakukan inovasi.
"Dalam peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 menyebutkan bahwa inovasi daerah adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah,"kata Willem.
Adapun sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat dan peningkatan daya saing daerah.
Sedangkan, tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada pemerintah daerah terkait dengan inovasi daerah dan indeks inovasi daerah.
Dijelaskan bahwa inovasi daerah dapat dilakukan dalam beberapa bentuk diantaranya, inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
"Untuk mewujudkan inovasi daerah yang optimal diperlukan kolaborasi antara inisiator inovasi daerah yang terdiri dari kepala daerah, anggota DPRD, ASN, perangkat daerah dan masyarakat,"ujarnya.
Ia mengatakan, inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inovasi menjadi salah satu tool dalam mengakselerasi daya saing Indonesia.
Setiap elemen, meliputi pemerintah, swasta dan masyarakat sipil harus melakukan inovasi.
"Inovasi pada instansi pemerintah meliputi antara lain, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota sangat penting karena dapat mengakselesari inovasi swasta dan masyarakat dalam meningkatkan pelayanan publik,"jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah menjadi salah satu ujung tombak pelayanan publik yang wajib melakukan inovasi. Pelayanan publik yang inovatif akan meningkatkan pelayanan pemberdayaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan daya saing yang semakin tinggi.
Katanya, Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing serta pertumbuhan ekonomi melalui kreatifitas dan inovasi.
"Saya harap semua peserta dapat mengikuti sosialisasi ini untuk meningkatkan kemandirian melalui berbagai inovasi yang bersifat membangun sehingga kita mampu menunjukkan bahwa Mimika menjadi salah satu kabupaten yang inovatif serta memiliki daya saing. Dan kepada OPD agar mulai menginventarisir inovasi–inovasi yang sudah di lakukan agar secepatnya di laporkan ke kemendagri,"ungkapnya. (Shanty Sang)






















