Polisi Kerahkan Personil Amankan Jalannya Aksi Demo Damai di Kantor Pemda Mimika

Terlihat personil gabungan tengah memberikan himbauan kepada salah satu ASN agar pintu pagar tidak boleh ditutup.
MIMIKA, BM
Sebanyak 30 personil gabungan dari Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana dilibatkan untuk melakukan pengamanan jalannya aksi demo damai dari sejumlah ASN yang tergabung dalam solidaritas ASN.
Aksi demo damai yang mendapat pengamanan dari pihak kepolisian ini berlangsung didepan pintu pagar masuk Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (15/01/2024) tadi pagi.
Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Junan Plitomo saat dimintai keterangan disela-sela pengamanan menuturkan bahwa pihaknya melakukan pengamanan terhadap aksi damai ini melibatkan 30 personil gabungan baik dari Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana.
"Pimpinan perintahkan ke kami pimpin 30 personil gabungan untuk amankan jalannya aksi ini. Sampai saat ini aksi demo ini berjalan aman,"tuturnya.
Kompol Junan berharap dalam aksi demo damai yang dilakukan oleh ASN tadi pagi berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang dan tidak mengganggu aktifitas masyarakat umum.
"Kita polisi hanya tugasnya mengamankan jalannya aksi ini. Kalau terkait dengan pintu pagar yang dilas itu tadi pagi kita datang pintu sudah dalam keadaan terbuka,kami juga menghimbau jangan sampai ditutup pagarnya,"ucapnya.
Berdasarkan pantauan wartawan Berita Mimika dilapangan, aksi demo damai yang dilakukan oleh sejumlah ASN yang tergabung dalam solidaritas ASN ini selain menyampaikan aspirasi-aspirasi juga terlihat beberapa spanduk sebagai bentuk protes.
"Kita protes itu kebijakannya, dengan aksi ini kita berharap kedepannya ini tidak dialami oleh adik-adik kita yang baru jadi pegawai supaya mereka juga tidak dapat masalah yang sama seperti kita alami saat ini," ungkap sejumlah ASN yang ikut dalam aksi demo damai tersebut.
Dalam menyampaikan aspirasi tersebut, para ASN juga berharap pihak Kementerian Dalam Negeri dan Pj Gubernur Papua Tengah segera hadir di Mimika.
"Aksi demo akan berhenti jika utusan dari Pj Gubernur Papua Tengah dan utusan dari Mendagri tiba baru demo ini bisa berhenti. Tidak ada cara lain kecuali mereka-mereka itu datang kesini,"harap sejumlah ASN pagi tadi. (Ignasius Istanto)






















