Gelar Pasar Murah Ke-9 Kali, Dinas Ketahanan Pangan Konsisten Tekan Angka Inflansi

Gerakan Pasar Murah di SP4

MIMIKA, BM

Dinas Ketahanan Pangan Mimika kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi harga pangan dan menekan laju inflasi di tahun 2025 ini dengan menyediakan bahan pangan yang relatif lebih murah bagi masyarakat, Kamis (26/6/2025).

GPM yang kesembilan ini menyasar warga yang berada di seputaran SP4, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Kabupaten Mimika secara konsisten mendukung dan melaksanakan GPM sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, tanpa mengurangi kualitas dan kuantitasnya,” harapnya.

Evert mengatakan bahwa pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan yang memadai dan distribusi yang merata hingga ke pelosok distrik dan kampung di Kabupaten Mimika. 

Kegiatan hari ini juga merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, yang terus mendorong sinergi kebijakan untuk ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi daerah.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus bekerjasama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” ujarnya.

Ia meminta kepada pelaku usaha dan distributor, agar semua menjunjung tinggi prinsip keadilan dan tidak melakukan penimbunan maupun permainan harga.

“Mari kita wujudkan Mimika yang sejahtera, berdaulat pangan, dan kuat menghadapi tantangan inflasi. Semoga kegiatan GPM ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga mengatakan GPM yang diadakan hari ini merupakan kegiatan yang ke-9 kalinya dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Untuk anggaran sendiri itu Rp1,7 miliar dengan jumlah kegiatan sebanyak 17 kali, namun ada juga penambahan di hari-hari besar keagamaan,” katanya.

Tujuan dari GPM ini, kata Koga, untuk menekan laju inflasi dan menjaga ke stabilitas harga pangan di Mimika.

“Hari ini kita adakan di SP 4, karena kami juga sudah lama tidak masuk di sini dan antusias dari masyarakat begitu banyak,” ujarnya.

Koga mengaku, di Kabupaten Mimika akhir-akhir ini kenaikan inflasi terjadi pada komoditi beras yang harganya naik.

“Jadi sekarang beras masih tinggi di Mimika, contohnya beras premium sekarang dijual dengan harga Rp18 ribu per kilo,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top