APBD Perubahan 2025 Difokuskan Pada Pendidikan Dan Pembayaran Utang
Bupati Mimika, Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025 akan difokuskan pada dua prioritas utama, yaitu pemenuhan mandatory spending pendidikan dan penyelesaian utang daerah kepada pihak ketiga.
“Kami telah membahas APBD-P bersama seluruh OPD dan tim anggaran. Nilainya tidak berubah, tetapi banyak yang kami geser. Kegiatan yang tidak bisa dikerjakan kami batalkan,” ucap Bupati John, Senin (11/8/2025) kemarin.
Bupati John mengatakan, bahwa fokus pada mandatory spending pendidikan dilakukan karena alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Induk masih kurang 1,8 persen dari ketentuan 20 persen.
Pasalnya, kondisi ini telah menyebabkan penahanan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat.
“Kita harus memenuhi 20 persen yang ditentukan. Kalau tidak, DAU kita akan terus ditahan, dan saat ini sudah ditahan,” katanya.
Selain itu, APBD-P juga akan digunakan untuk menyelesaikan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tenaga honorer yang belum terbayarkan.
“Kita akan selesaikan pembayaran gaji bagi P3K dan honorer, sekaligus memprioritaskan program-program yang selaras dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati,” pungkasnya. (Shanty Sang)



