Demo di Tembagapura Sudah Berakhir Namun Freport Diingatkan Jangan Lakukan Hal Ini

Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid

MIMIKA, BM

Aksi pemblokiran akses operasi PTFI di Ridge Camp Tembagapura yang dilakukan para karyawan sudah berakhir. Hal ini ditandai dengan diwujukannya dua permintaan karyawan Freeport.

Permintaan karyawan agar memperoleh akses turun ke Timika telah dipenuhi pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Covid-19.

Selain itu manajemen PTFI juga telah menyatakan akan memberikan penghargaan finansial bagi karyawan yang aktif bekerja selama musim pandemi ini.

Walau demikian, dikhawatirkan jangan sampai manajemen perusahan tambang terbesar di dunia ini memblack list karyawan yang terlibat pada demo itu.

"Saya meminta kepada PT Freeport, jangan lagi menjadikan demo karyawan ini sebagai pintu masuk untuk mem-PHK karyawan. Kita berkaca pada masalah-masalah lalu," ujar Sekertaris Komisi C DPRD Mimika Saleh Alhamid, Jumat (28/8) kemarin.

Alhamid membenarkan bahwa aksi demo yang terjadi beberapa hari itu pasti berdampak pada operasional dan aktifitas pertambangan yang tentunya merugikan PTFI dari segi produktifitas.

Namun demo itu jangan dijadikan sebagai tolak ukur atau referensi untuk menilai para karyawan secara personaliti bahwa mereka telah melanggar etos kerja.

"Mereka demo karena ada uneg-uneg yang mereka rasakan dan sudah terjawab. Sudah pasti mereka tidak kerja berhari-hari telah merugikan perusahan namun manajemen harus memahami kondisi saat ini," katanya.

Ketua Partai Politik Hanura Mimika kembali mengingatkan PT Freeport Indonesia agar jangan melakukan PHK karyawan. Saleh Alhamid menegaskan hal ini karena masalah ketenagakerjaan merupakan bidang komisi C.

"Kita tidak tahu apakah demo yang dilakukan itu diatur didalam PKB atau tidak, namun jika dianggap sebagai sebuah pelanggaran maka kalau bisa cukup hanya dengan memberikan peringatan, bukan PHK," harapnya. (Rilod)

Top