Subsidi Tepat MyPertamina Segera Berlaku di Timika, Pertamina Ajak Masyarakat Daftarkan Kendaraannya

Beberapa warga Mimika saat mendaftarkan kendaraan mereka pada program subsidi tepat MyPertamina

MIMIKA, BM

PT Pertamina Patra Niaga akan mulai menerapkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran di Timika, pada akhir Bulan Juli 2022.

Guna memastikan ketepatan sasaran subsidi kepada masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga mengajak para pengendara roda empat untuk mendaftarkan kendaraannya pada program subsidi tepat MyPertamina.

Salah satu bentuk kegiatan adalah booth registrasi subsidi MyPertamina yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu dan akan berakhir pada Sabtu (23/7/2022).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Edi Mangun saat ditemui, Jumat (22/7/2022) mengatakan bahwa program ini ditujukan agar BBM bersubsidi ini tepat sasaran.

Program My Pertamina yang saat ini dijalankan baru memasuki tahap pendataan dan pendaftaran yang lebih diutamakan pada pemilik kendaraan roda empat dan di atasnya.

“Pada masa pendaftaran dan transisi ini, masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite dan Solar tanpa menggunakan QR code tersebut, namun kami tetap mendorong masyarakat agar mendaftarkan kendaraan dan identitasnya agar program ini tepat sasaran. Kami juga tegaskan kembali bahwa ini website bukan aplikasi,”kata Edy.

Edy menjelaskan, pendaftaran ini dilakukan agar pendaftar mendapatkan barcode yang nantinya dipakai dalam pembelian BBM bersubsidi.

Setelah mendaftar nanti, kata Edy, berkas pelanggan akan dikirim ke Jakarta untuk dilakukan verifikasi untuk diketahui haknya mendapatkan BBM bersubsidi. Bila layak, pelanggan akan mendapatkan barcode yang dapat dipakai saat pembelian BBM di SPBU.

Katanya, masyarakat akan mendapatkan QR Code melalui email atau notifikasi di website https://subsiditepat.mypertamina.id.

Untuk kemudahan masyarakat, QR Code bisa dicetak dan dibawa ke SPBU, sehingga tidak wajib membawa telepon genggam ke SPBU.

"Jadi ketika melakukan pengisian BBM hanya ditunjukkan ke petugas dan petugas akan scan dan diketahuilah bahwa kendaraan tersebut berhak menerima BBM subsidi jadi dapat di isi. Setelah di isi bukan bayar pakai aplikasi tapi bayar biasa pakai tunai atau uang," Jelasnya.

Edy memastikan pelaksanaan pendaftaran melalui website bukan untuk menyulitkan masyarakat, namun untuk melindungi masyarakat rentan yang sebenarnya berhak menikmati subsidi.

Terkait kekhawatiran warga perihal penerapan ini dapat menambah kemacetan, ia membantah hal ini. Menurutnya, justru penerapan Subsidi Tepat My Pertamina ini akan mengurangi kemacetan.

Sebab pembelian akan sesuai prosedur dan sasaran dan juga dengan kebijakan ini, stok BBM di SPBU akan terus tersedia, sebab hanya pelanggan yang berhak subsidi yang dapat melakukan pembelian sesuai kebutuhannya.

"Jadi tujuan pendataan ini tidak lain adalah untuk melindungi masyarakat dan memastikan subsidi yang tepat sasaran sehingga anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah benar-benar dinikmati yang berhak," ujarnya.

"Ke depan kami harap, data ini bisa digunakan untuk menetapkan kebijakan ini bersama pemerintah serta dapat mencegah potensi terjadinya potensi penyalahgunaan atau kasus penyelewengan BBM subsidi di lapangan," lanjutnya.

Tambahnya, berdasarkan data yang ditemukan sedikitnya ada sekitar 10 ribu kendaraan di Timika, khusus untuk kendaraan roda empat yang saat ini yang sudah terdaftar atau mendaftar sebanyak 300 kendaraan.

"Saat ini kami masih membuka loket pendaftaran My Pertamina offline di Terminal Pasar Sentral. Selanjutnya, loket pendaftaran ini juga akan disebar di sejumlah SPBU di Timika,"ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top