Warga Rela Antri Dari Pagi Demi Mendapatkan Subsidi Minyak Tanah

Ratusan warga dengan ribuan jeriken mengantri minyak tanah di depan Gedung Gereja Torsina, Kamis (9/12)
MIMIKA, BM
Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, kelangkaan akan minyak tanah kembali terjadi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mengadakan operasi minyak tanah guna mengatasi kelangkaan tersebut sejak Senin (6/12) hingga (11/12).
Seperti yang terlihat di halaman Gereja Torsina, Kamis (9/12), berjajar ratusan dirigen dan ratusan warga yang rela mengantri demi mendapatkan subsidi minyak tanah.
Warga rela mengantri sejak kemarin malam dan subuh hingga siang ini. Saat berita ini diturunkan agen minyak tanah baru saja tiba sekitar pukul 14.15 Wit.
Ditemui BeritaMimika salah satu staf Disperindag George mengatakan saat ini agen minyak tanah tengah mengambil minyak tanah di Pomako, Distrik Mimika Timur.
“Agen ambil dari Pomako lalu kesini. Hari ini ada empat tempat yakni Gereja Pniel, Torsina, Kerapatan Pantekosta dan Glori Kris. Memang schedulenya (jadwal-red) jam segini karena mereka harus ke tempat lain lalu kesini,” katanya.
Ia menuturkan sejak operasi ini dilaksanakan sudah 12 tempat yang dijangkau. Jika hari ini terlaksana baik maka menjadi 16 tempat yang sudah terlayani.
“Masing-masing ibu dibatasi untuk 15 KL. Mereka tetap bayar satu liter Rp 4.000. Masyarakat boleh datang jadi tidak hanya untuk di Gereja Torsina saja. Kalau persediaan memang aman, sudah ada banyak agen minyak tanah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibu Nita yang sudah mengantri sejak pukul 09.00 wit mengeluhkan kelangkaan minyak tanah. Ia juga merasa kesal karena harus menunggu lama
“Sejak langkanya minyak tanah harga naik sekitar 50 ribu sampai 80 ribu sekarang per jeriken. Kalau per botol bisa sampai 25 ribu. Ini cukup mahal, saya cemas dan khawatir tapi ya seperti ini sudah kami susah mencari minyak. Masak juga harus perhitungan minyak sekarang,” ucapnya.
Nita mengungkapkan yang tadinya biasa mengantri di agen, kini sudah berbeda karena mereka sangat kesulitan mendapatkan minyak tanah.
“5 liter itu bisa untuk satu minggu jadi sekarang pakai sedikit-sedikit saja. Saya bawa 4 jeriken. Natal biasa saya buat kue jadi sekarang ya saya tunggu saja yang penting dapat minyak tanah,” imbuhnya.
“Tiap tahun selalu begini antri jelang hari raya. Saya sudah tidak heran. Kalau bisa sebelum Natal persediaan minya tanah tuh sudah ada. Kalau Natal kan hanya untuk Kristiani, tapi kalau tahun baru semua orang pakai. Seharusnya sudah direncanakan supaya kita tidak harus mengantri minyak tanah seperti ini lagi,” harapnya. (Elfrida)





