Ekonomi dan Pembangunan

Pulihkan Perekonomian, 460-an Karyawan dan Penyewa Diana Shopping Centre Divaksin

Suasana pelasanaan vaksin di lantai V Hotel Diana

MIMIKA, BM

Setahun pandemi Corona di Kabupaten Mimika memberikan dampak disetiap elemen kehidupan, salah satunya perekonomian.

Merosotnya perekonomian menjadi perhatian khusus bagi para pengusaha sehingga kehadiran vaksin sangat dinantikan.

Guna mendukung pemerintah menyukseskan vaksinasi dan meningkatkan perekonomian terutama dalam segi penjualan, Diana Shopping Centre melaksanakan vaksinasi untuk para karyawan dan penyewanya.

Tercatat sekitar 460-an orang menerima vaksin yang digelar Sabtu (27/3) kemarin di Hotel Horison Diana.

Ditemui disela-sela kegiatan, Direktur Unit Usaha Shopping Centre sekaligus Direktur Hotel Horison Diana, Lina mengatakan bahwa sejak awal pihaknya telah mendaftarkan sejumlah karyawan dan penyewanya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika.

“Dinkes menyatukan baik dari Diana Shopping Centre maupun Hotel Horison Diana karena berada di satu gedung sehingga hari ini (kemarin-red) dijadwalkan dan memang sedari awal kami sudah berniat untuk semua bisa mendapat vaksin,” ucapnya.

Lina mengatakan setelah vaksin pertama, akan dilanjutkan dengan vaksin kedua yang jadwalnya masih akan disesuaikan.

“Vaksin ini yang dibutuhkan agar seluruh karyawan dan penyewa lebih terlindungi dari Covid-19 sehingga kesehatan baik maka perekonomian pasti akan membaik. Saya berharap semua ikut vaksin,” imbuhnya.

Dikatakan bahwa pandemi ini sangat berdampak karena dari segi penjualan Diana Shopping Centre mengalami penurunan.

Kini manajemen juga telah memiliki Hotel horison Diana yang telah diresmikan pada 30 Oktober 2020. Walau hadir di tengah badai pandemi, ia tetap optimis karena sedari awal pihaknya tegas dalam memberlakukan penerapan 3M.

“Kami pelayan publik karena banyak orang yang datang ke supermarket dan hotel. Kalau masuk ke Diana tanpa masker tidak boleh masuk. Mari kita bersama dukung pemerintah agar kita semua bisa keluar dari kondisi ekonomi yang kurang baik ini,” harapnya. (Elfrida)

Tra Usah Khawatir, Harga Beras di Timika Stabil, Stok Juga Aman

Kepala Bulog Timika, Dedi Rachman

MIMIKA, BM

Badan Urusan Logisik (Bulog) Timika terus berupaya menjaga kestabilan harga beras di pasaran. Hal tersebut terus dilakukan guna memastikan tidak ada permainan harga dan kebutuhan pangan masyarakat selalu terpenuhi. 

“Stok beras kita juga aman. Saat ini beras di gudang masih ada sekitar 900 ton. Dalam perjalanan ada 1.000 ton lagi. Yang penting kita jaga stok kita di gudang paling tidak dalam 3 bulan ke depab stok harus tetap ada,” ungkap Kepala Bulog Timika, Dedi Rachman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (24/3).

Dedi mengatakan, beras di gudang Bulog Timika tidak boleh kurang dari 500 ton, karena selain melayani permintaan masyarakat, Bulog juga melayani beras golongan ASN dan TNI-Polri di dua Kabupaten yakni Mimika dan Puncak.

Khusus untuk Mimika beras golongan bisa sampai 250 ton per bulan. Sementara untuk Kabupaten Puncak 50 ton. Jatah ini berbeda-beda setiap bulannya.

“Kalau ada kenaikan beras di pasaran kita akan melakukan operasi pasar dengan harga yang kita tawarkan sebesar Rp8.900 per kilo,” tuturnya.

Dikatakan, bahwa beras yang ada di Bulog Timika adalah beras Merauke. Setiap kali pengiriman Bulog Timika mendapat jatah 1.000 ton. Jatah ini hanya bisa bertahan untuk jangka waktu tiga bulan saja.

“Kalau lihat dari minat masyarakat saya lihat cukup baik karena selama ini sebelum dari Merauke berasnya selalu dari Jatim. Dan setelah Merauke masuk saya lihat minatnya cukup banyak. Kualitas beras Merauke juga bagus,” ungkapnya. (Shanty)

Uang Pecahan Rp75 Ribu untuk Papua Masih Tersisa 1 Juta Lembar


Dwi Putra, Perwakilan BI Provinsi Papua

MIMIKA, BM

Bank Indonesia secara terbatas telah mencetak uang pecahan Rp 75 ribu sebanyak 75 juta lembar pada momen HUT RI ke-75 tahun 2020.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Peredaran Uang Rupiah, Perwakilan BI Provinsi Papua, Dwi Putra Indrawan mengatakan dari jumlah tersebut, BI Provinsi Papua kebagian 1,2 juta lembar.

"Papua dapat 1,2 juta lembar dan saat ini masih ada stok sekitar 1 jutaan lembar. Baru terpakai 200-an lembar. Sejak pandemi ini kami BI tidak bisa terlalu banyak bergerak,"tutur Dwi saat diwawancarai, Jumat (19/3).

Dirinya mengakui bahwa dampak pandemi sangat dirasakan oleh dunia perbankan. Ia berharap dengan situasi adaptasi kebiasaan baru yang telah diterapkan saat ini, perbankan bisa kembali memenuhi pernintaan masyarakat secara keseluruhan.

"Kalau ada masyarakat yang mau mengoleksi uang ini, bisa ke perbankan atau ikuti kegiatan perbankan, nanti didaftarkan. Teman-teman wartawan kalau mau, kami juga bisa bantu fasilitasi dengan perbankan di sini," (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top