Ekonomi dan Pembangunan

Portal Otomatis Diharapkan Dapat Memblok Penyelewengan Penarikan Retribusi Parkir

Wabup John saat meresmikan penggunaan Portal Otomotis sembari mengmbil karcis masuk bagi seorang penumpang

MIMIKA, BM

Dengan dilakukannya launching portal otomatis di kawasan Pasar Sentral, maka diharapkan tidak ada lagi penyelewengan akibat pemungutan liar dari penarikan retribusi parkir.

Launching portal otomatis ini dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kepala Disperindag, Michael R. Go Marani dan disaksikan secara langsung oleh masyarakat.

Wakil Bupati Johannes Rettob seusai launching menyampaikan keberadaan portal otomatis sudah membantu dalam upaya menciptakan ketertiban di pasar khususnya untuk parkir.

"Sudah pasti pasar akan tertib dan menambah PAD, jangan ada lagi pikiran negatif yang selama ini orang pikirkan. Hilangkan pikiran seperti itu karena semua terdata dalam komputer (sistem-red) dengan baik,"ungkap Wabup.

Dengan adanya portal otomatis, Wabup berpesan kepada masyarakat agar mengikuti aturan dalam pasar serta harus menjaga fasilitas yang sudah tersedia.

"Disperindag juga harus menjaga alat ini dan selalu awasi dengan baik, karena portal otomatis yang dibuat ini maksudnya baik. Ini menandakan kita sudah mulai menuju ke arah digital,"pesan Wabup.

Walau sudah dipasang portasl otomatis, Wabup John mengatakan tidak menutup kemungkinan dilakukan evaluasi kembali.

"Ini baru pertama jadi nanti dievaluasi lagi, seperti kemarin ada yang bilang bahwa nanti macet ,saya kira itu hanya persoalan baru uji coba saja tapi kalau dilakukan dengan baik mungkin bisa berjalan baik. Tanah disamping inikan masih luas jadi bisa perlebar lagi sehinga tidak macet,"jelas Wabup.

Selain itu orang nomor dua di Kabupaten Mimika juga berpesan kepada pengunjung yang masuk areal Pasar Sentral jangan lupa menyimpan karcis pada saat masuk.

"Bagi masyarakat mungkin ini barang baru, jadi jangan lupa simpan karcisnya karena pada saat keluar harus bayar," ujar Wabup.

Kadis Disperindag, Michael R. Go Marani mengatakan kegiatan ini bisa berjalan berkat kebijakan bupati dan wakil bupati dalam menunjang visi misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Mimika lima tahun ke depan.

"Kami berharap visi misi Bupati dan Wakil dapat segera terwujud sampai satu periode berikut. Dengan hadirnya portal otomatis ini kami tetap lakukan evaluasi karena uji coba yang kemarin itu ada beberapa kendala seperti kemacetan mesin dan kemacetan arus lalin,"ungkapnya.

Untuk kemacetan lalu lintas, kata Kadisperindag akan berkoordinasi dengan Dishub dan Satlantas, sehingga kemacetan yang berada di jalan raya bisa diminimalisir.

"Kita lakukan supaya tidak terjadi kemacetan ketika pengunjung masuk ke Pasar Sentral," kata Kadisperindag.

Michael juga berpendapat sama dengan Wbup John bahwa adanya portal otomatis merupakan suatu upaya bagaimana menjadikan Mimika menuju smart city .

"Kami akan berikan sosialisasi dan pemahaman pada masyarakat yang berkunjung ke Pasar Sentral untuk mentaati aturan. Selain itu juga akan memberikan kontribusi PAD buat daerah," ujarnya.

Mantan Kadis DPMK ini juga menjanjikan bahwa dengan adanya portal otomatis tidak ada penyelewengan akibat pemungutan liar dari penarikan retribusi parkir.

"Digitalisasi portal otomatis ini juga membantu kita mengurangi tingkat penyelewengan penarikan retribusi parkir karena semua terdata baik karcis maupun plat nomor kendaraan. Itu menjadi tanggung jawab kami karena tiap tiga hari kami melakukan penyetoran ke kas daerah,"ungkapnya. (Ignas)

Freeport Kirim Pasir Tailing Tahap Dua ke Merauke

Agregat pasir tailing yang diambil dari area sungai Aijkwa, diangkut menggunakan truk ke pelabuhan sementara, dekat jembatan Mile 11 area PT Freeport Indonesia.

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mengirimkan agregat pasir tailing tahap kedua ke Kabupaten Merauke, yang akan digunakan untuk pembangunan jalan raya dan fasilitas umum lainnya yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pengirima dilakukan pada Rabu (27/1) melalui pelabuhan sementara di mile 11, area jalan tambang PTFI. Proses pengiriman agregat pasir tailing tahap pertama telah dilakukan pada bulan Desember 2020 lalu sebanyak 4000 ton yang dikirim menggunakan kapal tongkang ke Merauke.

"Pengiriman tahap kedua sebanyak 3500 ton atau 1750 m3 tailing telah dilakukan pada Rabu malam. Kita berharap dalam pengiriman tidak ada kendala cuaca atau halangan lain,” kata Harry Joharsyah, Project Manager Tailings Utilization PTFI.

PTFI mendukung program Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur di daerah khususnya di wilayah Papua. Pemanfaatan agregat pasir tailing telah mendapatkan persetujuan atau rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Mengutip statemen Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, hasil penelitian yang dilakukan Kementerian PUPR menunjukkan bahwa materi tailing PTFI telah memenuhi standar baku mutu, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai materi agregat pembangunan infrastruktur.

"Tailing bukan lagi ampas, namun adalah sumber daya,” ujar John Wetipo pada acara peresmian pengiriman perdana tailing pada 15 Desember lalu di Timika.

Pengelolaan tailing ini merupakan salah satu perwujudan komitmen PTFI untuk dapat meminimalisasi dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Pemanfaatan tailing yang telah diolah pun kami lakukan bersama pemerintah untuk terus melipatgandakan nilai tambah yang kami ciptakan bagi Kabupaten Mimika dan daerah-daerah lain di Papua melalui berbagai kegiatan,” kata Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi.

Pemanfaatan tailing ini merupakan bagian dari implementasi Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.101/Menlhk/ PLA/Setjen/PLA.0/1/2019 tentang pelaksanaan Peta Jalan (Roadmap) Pengelolaan Tailing PT Freeport Indonesia di Papua.

“Selain pengiriman tailing ke Merauke, saat ini PTFI sedang mendiskusikan rencana pengiriman pasir tailing ke Sorong,  dan Nugure,” tambah Jenpino. (Red)

DPRD Minta Disperindag Perhatikan SDM Pengelola Portal Pasar Central

Sekretaris Komisi B DPRD Mimika, Tanzil Azhari saat memantau uji coba penggunaan portal otomatis

MIMIKA, BM

Anggota DPRD Mimika yang juga sekretaris Komisi B, Tanzil Azhari meminta Disperindag memperhatikan beberapa hal berhubungan dengan penggunaan portal otomatis di Pasar Sentral.

Pasalnya, pada hari pertama uji coba, Kamis (28/01), penggunaan portal dirasa kurang efektif karena mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan terutama di pintu keluar Pasar Sentral.

Akibatnya banyak warga mengamuk dan merasa lama mengantri sehingga Perindag mengakalinya dengan membuat portal tambahan manual di samping pintu keluar.

Tanzil meminta Perindag mengutamakan kesiapan dan kemahiran SDM atau petugas lapangan yang bertugas.

Walau akses keluar masuk berlaku otomatis namun petugas harus mampu memiliki kecakapan lebih sehinga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan.

"Kesiapan SDM yang pertama karena ini menyangkut bagaimana bersikap dan berkomunikasi secara baik kepada masyarakat, terutama dalam kondisi seperti ini (antrian panjang-red). Ini barang baru sehingga harus menjadi acuan yang menciptakan rasa nyaman bagi semua," ungkapnya.

Tanzil bahkan mengusulkan agar Perindag menambah portal otomatis karena yang ada saat ini hanya 1 portal untuk akses mobil dan 2 untuk akses motor.

"Ini masih hari biasa, bayangkan kalau hari raya, dari depan jalan dan dalam pasar akan panjang dengan antrian kendaraan," paparnya.

Sebagai Sekretaris Komisi B yang menangani persoalan pasar, Tanzil juga tidak mempersoalkan jika Perindag menyerahkan pengelolaannya ke pihak ketiga.

"Di daerah lain, pengelolaan portal seperti ini diserahkan langsung ke pihak ketiga sehingga lebih profesional dengan beban target pendapatan asli daerah yang lebih terukur," ujarnya.

Dengan pemasangan portal otomatis ini, diakui Tanzil akan sangat berdampak pada target penerimaan daerah. Namun ia meminta Perindag tidak mengabaikan kewajiban mereka secara menyeluruh dalam pelayanan di Pasar.

"Masalah kebersihan, keamanan dan kenyamanan harus menjadi kewajiban utama Disperindag terhadap pelayanan di pasar agar tercipta keseimbangan antara penerimaan daerah, hak dan kewajiban," ungkapnya mengingatkan.

Dia akhir wawancara dengan BM di Pasar Sentral, Tanzil Azhari juga meminta Perindag memasang tulisan berjalan ucapan selamat datang dan selamat jalan di portal keluar masuk.

"Ini ujicoba namun kita berharap ke depan semua berjalan lebih baik. Apa yang menjadi kekurangan segera diperbaiki. Rencananya pada Jumat besok akan diresmikan. Harapan kita keberadaan portal ini semakin membantu pelayanan di pasar terutama dalam memenuhi target penerimaan daerah," harapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top