Ekonomi dan Pembangunan

BRI Usulkan Alokasi Anggaran untuk CSR di Timika

Sukarno, Kepala Bank BRI Cabang Timika

MIMIKA, BM

Bank BRI Cabang Timika pada awal tahun ini telah mengusulkan alokasi anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) ke kantor pusat.

Usulan anggaran yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai kontribusi terhadap pembangunan dan ekonomi ini telah diusulkan namun hingga kini belum mendapat respon.

"Tahun ini kita belum mendapat alokasi atau breakdown karena alokasi CSR dari kantor pusat. Kita ajukan proposal awal tahun namun belum tahu berapa besar nanti," ujar Kepala Cabang Bank BRI Timika, Sukarno.

Untuk CSR tiap tahun Bank BRI melakukan pengusulan alokasi anggaran, namun tidak langsung dicaikan karena ditentukan pula dengan skala prioritasnya.

"Semua diarahkan oleh pusat. Biasanya langsung terjawab kecuali ada kejadian force majeure seperti kasus Banti dan di Asmat beberapa tahun lalu. Yang begini bisa langsung diusulkan namun yang sifatnya normali kita tunggu alokasinya," jelasnya.

Untuk 2020 kemarin, Bank BRI Timika memfokuskan alokasi CSR untuk bidang kesehatan guna penanggulangan Covid-19 berupa pengadaan APD bagi tenaga medis.

"Kita berikan skala pritoiras sehingga tahun kemarin untuk kesehatan guna penanggulangan covid sebesar Rp200-an juta. Kita belanjakan APD dan kelengkapan pendukung lainnya sekaligus membuat perlengkapan cuci tangan di kantor. Untuk tahun ini nominalnya tidak tentu karena disesuaikan dengan paket anggaran nasional," jelasnya. (Ronald)

Bunga KUR Sangat Rendah, Pelaku Usaha di Timika Harus Manfaatkan Peluang

Pimpinan BRI Cabang Timika, Sukarno

MIMIKA, BM

Dalam rangka memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia pada Tahun Anggaran 2021, menetapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp250 triliun.

Dari jumlah ini, Bank BRI dipercayakan sebagai bank dengan penyalur KUR terbesar yakni Rp170 triliun.

Hal ini disampaikan pimpinan Bank BRI Cabang Timika, Sukarno saat diwawancarai BeritaMimika di ruang kerjanya, Senin kemarin.

"Dari alokasi Rp 250 triliun melalui bank-bank penyalur, BRI secara nasional memperoleh Rp 170 triliun. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu sebesar Rp 140 triliun," jelasnya.

Sukarno mengatakan, ada tiga segmen Kredit Usaha Rakyat yakni KUR Super Mikro dengan plafon Rp10 juta, Kur Mikro Rp25 juta dan KUR Ritel untuk pinjaman Rp500 jutaan.

Lanjutnya, untuk KUR Super Mikro, yang menjadi agunan pokok ialah usaha atau proyek yang dibiayai KUR dan tidak diperlukan agunan tambahan.

"KUR tidak digunakan untuk memulai usaha karena pada prinsipnya usaha yang dimiliki harus sudah berjalan 6 bulan dan perputaran modalnya juga telah menghasilkan keuntungan," jelasnya.

Selain usaha yang sudah berjalan 6 bulan, untuk KUR Super Mikro persyaratannya sangat mudah. Pelaku usaha yang ingin mendapatkan pinjaman hanya cukup melampirkan KTP NIK, Akta Nikah, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Desa tentang usaha.

Setelah terpenuhi persyaratan dimaksud, pelaku usaha bisa langsung mendatangi 6 kantor BRI unit terdekat di Mimika.

"Ini paling simple untuk pelaku usaha kecil karena porsinya cukup besar dalam alokasinya. Artinya kita kejar banyaknya orang mau mengambil KUR," ucapnya.

Hal lainnya, KUR ini juga meringankan karena mendapatkan subsidi tunai dari pemerintah yang mana pinjaman umum yang biasanya berbunga 12-13 persen, untuk KUR hanya 6 persen karena sisanya ditalangin pemerintah.

"Bunganya murah, Hanya 0,5 perbulan. Artinya kalau kredit 10 juta banyar bunga hanya 50 ribu. Jangkanya 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi. Namun sudah pasti bahwa bank akan mempertimbangkan kelayakan usaha untuk mitigasi resiko calon nasabah," ungkapnya.

Sukarno mengatakan, hingga Desember 2020, jumlah debitur BRI Cabang Timika mencapai 11.155 orang. Debitur KUR 3.704 sementara 7.451 merupakan debitur kredit lainnya.

Walau jumlah debitur KUR terhitung banyak namun proses pengembalian kredit sejauh ini berjalan lancar. Artinya tidak banyak tunggakan karena secara portofolio di Mimika masih dalam batas normal karena masih dibawah 2 persen.

"Mereka taat bayar angsuran tapi ada juga yang nunggak, namanya juga orang kredit. Namun dalam hal ini bank menggunakan parameter secara keseluruhan, dan hasilnya untuk presentis di Mimika masih dalam batas toleransi," ujarnya.

Selain Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI pada 2021 ini juga fokus pada segmen besar yakni Kredit Modal Kerja Tangguh (KMKT).

Pinjaman KMKT untuk kredit Rp500 juta ke atas bunganya juga rendah yakni hanya 9,5 persen dari rate bunga 12-13 persen. Debitur hanya membayar bunga 9,6 persen karena sisanya ditanggung atau mendapat stimulus dari pemerintah.

"Karena ini ritel dan bukan KUR maka usaha harus berjalan di atas 1 tahun. Kalau KUR kan hanya surat keterangan namun untuk proses KMKT aspek legalitas harus terpenuhi semuanya. Pinjaman ini bisa dilakukan dalam bentuk badan hukum maupun perorangan dan harus ada jaminan wajib untuk cover kreditnya," terangnya.

Di akhir wawancaranya, Sukarno mengajak para pelaku UMKM agar memanfaatkan KUR guna memajukan usaha mereka. Pelaku yang sudah punya usaha dan ingin mengajukan KUR, silahkan langsung mendatangi unit-unit BRI terdekat.

"Kepada masyarakat yang punya usaha layak silahkan datang hubungi kami. Kita berharap dengan kemudahan proses dan fasilitas bunga yang murah akan sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya," harapnya. (Ronald)

Dana yang Dicairkan BRI untuk Lima Kampung Sebesar 5 Miliar

Proses pencairan dikawal pasukan gabungan TNI-Polri

MIMIKA, BM

Kantor Cabang BRI Timika Jalan Budi Utomo melakukan pencairan dana Yayasan Yuamako yang diperuntukan kepada masyarakat lima kampung yakni Nawaripi, Koperapoka, Nayaro, Ayuka, dan Kampung Timika sebesar Rp.5.034.000.000.

Pencairan dana dari PTFI kepada masyarakat di lima Daskam yang terdampak operasi tambang ini dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri karena awalnya berpotensi ricuh. Namun hingga berakhir proses tersebut, semua berjalan lancar.

Asisten Manajer Operasional dan Layanan Kantor Cabang BRI Timika, Noor Setyo Budi ketika dihubungi BeritaMimika sore tadi mengatakan sesuai petunjuk Yayasan Yuamako untuk lima kampung ini nominalnya berbeda.

"Berdasarkan data yang kami terima dari yayasan memang ada perbedaan nilai antara kampung satu dan lain akibatnya ada sedikit pro dan kontra di awal. Setelah dirundingkan mereka semua mau dibagikan merata untuk lima kampung dan penyalurannya berjalan baik hingga selesai," ungkapnya.

Pencairan dana ini langsung diwakili oleh masing -masing perwakilan atau penanggungjawab dari lima kampung penerima bantuan.

"Dicairkan hari ini saja nilainya Rp5.034.000.000. Ke depan tidak tahu pasti karena proses pencairannya harus menunggu konfirmasi dari yayasan. Kami juga berterimakasih kepada TNI-Polri yang sudah memfasilitasi pengamanan dan juga kepada semua masyarakat sehingga semua proses dapat berjalan dengan baik," ujarnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top