Ekonomi dan Pembangunan

Tim Terpadu Pemda Perketat Pengawasan di 6 SPBU

Tim saat melakukan pengawasan di salah satu SPBU

MIMIKA, BM

Tim Terpadu Pengawasan Terhadap Penyaluran dan Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di Kabupaten Mimika Tahun 2020, mulai Senin kemarin melakukan pengawasan ketat di 6 SPBU di Timika.

Tim Terpadu yang dibentuk adalah gabungan dari Disperindag, Polres Mimika dan Balai POM Mimika.

Tim ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 447 Tahun 2020 bertujuan untuk mengawasi penjualan BBM Bersubsidi baik penjualan premium, solar maupun minyak tanah.

Sebelumnya pada Kamis (10/12) pekan lalu, tim ini sudah melakukan rapat sosialisasi bersama pelaku usaha atau distributor sembako, PT. Jober Pertamina, pengelola SPBU dan agen minyak tanah.

"Dalam pertemuan ini telah disepakati komitmen bersama untuk menjaga kestabilan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2020," ungkap Kadis Perindag, Michael Go Marani kepada BM.

Selain pengawasan terhadap penyaluran dan penjualan BBM bersubsidi, tim juga melakukan pengawasan terhadap harga sembako, barang kadarluasa, dan penjualan produk industri kreatif yang belum memiliki ijin penjualan Dinas Kesehatan dan Balai POM Timika.

"Operasi Pasar bertujuan untuk  mengantisipasi kelangkanaan BBM, kestabilan harga sembako, peredaran barang kadarluasa dan produk industri kreatif tanpa ijin kesehatan  menjelang akhir tahun 2020," jelasnya.

Michael berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat membantu mensosialisasikan dan menjaga kestabilan harga barang menjelang Natal dan Tahun Baru.

Bagi masyarakat yang melakukan transaksi lalu menemukan ketidaksesuaian atau barang produk sudah kadarluasa harap segera melaporkan kepada Tim Terpadu.

"Konsumen dilindungi oleh Undang-Undang sehingga apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai saat transaksi bisa melaporkan kepada tim, baik harga barang, kualitas barang, jumlah takaran/timbangan, barang kadarluasa (expired) serta barang yang belum ada ijin Kode PIRT," harap Michael. (Ronald)

Tailing Freeport Digunakan Membangun 400 Kilometer Jalan Pengubung Merauke - Tanah Merah

Pasir tailing PTFI yang dikirim ke Merauke

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke menggunakan tailing dari PT Freeport Indonesia untuk membangun jalan yang menghubungkan Merauke dan Tanah Merah.

Pembangujan Jalan Merauke - Tanah Merah ukurannya 400-an kilometer dan rencananya akan dibangun secara periodik tiap tahun.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Merauke, Sefnath Womsiwor kepada BeritaMimika di dermaga PTFI, Mile Point 11 mengatakan hal tersebut.

"Di Merauke sudah siap. Sudah cek lapangan dan tinggal tunggu pengiriman tailing dari sini saja. Di Merauke tailing ini akan tampung di lahan sebesar 5 hektar dekat sungai Maro," ungkapnya.

Ia mengatakan sama seperti masyarakat pada umumnya, warga Merauke juga masih menganggap bahwa tailing merupakan pasir sisa tambang yang beracun.

"Awalnya seperti itu masyarakat tahu masih beracun namun setelah kami dipresentasikan, ternyata bahan ini bisa digunakan jadi kami akan gunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada di sana," ujarnya.

Untuk pengiriman awal kebutuhan yang diminta sebanyak 7500 ton namun menurut Sefnath jumah ini belum mencukupi kebutuhan pembangunan yang ada.

"Kita tahu kondisi geografis di sana seperti apa. Di awal ini kita dikasih 7500 ton tapi kita harapkan dengan kerjasama yang baik ke depan akan ditambahkan. Kami akan gunakan sesuai spot-spot berdasarkan persetujuan dari pusat setiap tahun. Jadi sifatnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembanguan jalan dan anggarannya nanti di setiap tahun berjalan," jelasnya. (Ronald)

Ibu-Ibu Tra Usah Khawatir, Stok Telur dan Daging Aman untuk Natal

Agustinus Mandang, Kabid Usaha Peternakan Disnak Mimika

MIMIKA, BM

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika menjamin ketersediaan telur, daging ayam dan daging sapi aman untuk kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Natal 2020.

"Jelang natal untuk kebutuhan telur bagi masyarakat kami produksi di sini masih over. bahkan untuk untuk daging ayam dan daging sapi juga sangat cukup,"tutur Kepala Bidang Bina Usaha Peternakan pada Disnak, Agustinus Mandang saat di wawancarai di Hotel Horison Diana, Jumat (11/12)

Agustinus mengatakan, berdasarkan data yang ada dari 137 peternak di Mimika termasuk peternak binaan YPMAK, total produksi telur yang ada di Mimika ini jumlahnya 11 ton per hari.

"Memang beberapa bulan ini mereka (peternak telur) fokus pengiriman ke luar tetapi kebutuhan telur yang beredar khusus di Mimika masih banyak,"tutur Agustinus.

Walau produksi telur terbilang tinggi di Mimika dengan kisaran 11 ton perhari namun dalam kondisi tertentu bisa turun hingga 9 ton. Hal ini dipengaruhi umur produksi ternak ayam antara peternak yang satu berbeda dengan yang lain.

"Dari 137 peternak ini tidak semuanya aktif. Total populasi ayam ada 318 ribu ekor, itu sudah termasuk YJM, peternak mandiri, binaan Pemda Mimika dan binaan dari YPMAK,"katanya.

Untuk Provinsi Papua, Mimika dan Merauke merupakan daerah produksi telur hanya saja Kabupaten Merauke terkendala flu burung sehingga banyak peternak yang gulung tikar. Kondisi ini membuat peternak disini ada yang mengirim stok telur ke sana.

"Untuk Mimika pantauan kami di pasar dan toko itu masih tersedia. Waktu rapat dengan Hipukami sudah sepakat harga telur per rak dari kandang sebesar Rp55 ribu,"ujarnya.

Namun ketika kebutuhan telur di pasar sedang membludak maka ada yang menjualnya dengan harga Rp52 ribu dan Rp53 ribu. Dengan harga ini pedagang biasanya menjual dengan harga Rp60 ribu ke masyarakat.

"Kami tidak mau jangan sampai ada pedagang yang jual dengan harga Rp70 ribu karena itu menyusahkan masyarakat," tuturnya.

Lanjutnya, telur diproduksi di Timika oleh peternak namun daging ayam dan daging sapi masih didatangkan dari luar. Untuk daging ayam setiap bulannya sebanyak 300 ton.

Terkait kebutuhan daging ayam, Pemda Mimika dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) paling banyak hanya mampu memenuhi 10 persen.

Guna meningkatkan produksi daging ayam, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) mencoba menumbuhkan dan mengembangkan produksi peternak dengan menyiapkan Rumah Potong Unggas dan Bles frezzer. 

"Dari Januari sampai Februari itu sekitar 23 ton namun jumlah Ini masih jauh dengan 300 ton yang masuk per bulan. Jadi ayam beku untuk memenuhi kebutuhan kita selama ini didatangkan dari luar daerah. Dan kebutuhan untuk Natal nanti, semua aman dan tidak ada masalah. Masyarakat jangan khawatir dengan hal ini," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top