Kesehatan

16.800 Pekerja di Mimika Dapat Subsidi Pemerintah Melalui BPJS Ketenagakerjaan

Kepala dan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika

MIMIKA, BM

Sebanyak 16.800 pekerja yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika untuk pekerja yang gajinya dibawah Rp5 juta totalnya mencapai 18 ribu hanya saja yang sudah kumpulkan nomor rekening ke BPJS Ketenagakerjaan baru 16.800.

Program subsidi ini secara resmi telah dilaunching oleh Presiden Jokowi dan diikuti secara virtual oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika, Kamis (27/8).

"Jadi untuk hari ini 27 Agustus 2020 (kemarin-red), Presiden Jokowi melakukan launching tahap 1, ini adalah program bantuan subsidi upah bagi tenaga kerja yang terdaftar aktif di BPJS ketenagakerjaan sampai dengan 30 Juni 2020 yang bekerja di sektor formal atau penerima upah dan dia bergaji dibawah Rp5 juta rupiah,"tutur Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika, Ferry K Boekan saat diwawancarai, Kamis (27/8).

Ferry mengatakan, hari ini dilaunching untuk 2,5 juta pekerja di seluruh Indonesia yang akan di transfer ke masing-masing rekening. Kali ini langsung di bayar 2 bulan sekaligus sebesar Rp1,2 juta.

"Jadi secara langsung sudah ada sekitar 2,5 juta tenaga kerja Indonesia yang mendapat bantuan subsidi upah sebesar Rp1,2 juta," ujarnya.

Dikatakan, bantuan subdmaidi ini nanti diberikan dua tahap. Tahap pertama dan tahap kedua masing-masing sebesar Rp1,2 juta per pekerja. Jadi totalnya Rp2,4 juta.

"Kalau Mimika sendiri data kami sampai dengan hari ini yang sesuai dengan Permenaker 14 tahun 2020 berhak menerima bantuan subsidi upah itu sebesar 16.800 tetapi BPJS Ketenagakerjaan diminta oleh pemerintah, tugasnya hanya mengumpulkan nomor rekening dan semua sudah terkumpul 16.800 pekerja di Mimika yang sudah siap menjadi calon penerima bantuan subsidi,"tutur Verry.

Katanya, 16.800 pekerja ini telah terdaftar sebelum 30 Juni 2020. Bagi pekerja yang terdaftar diatas tanggal ini, tidak akan mendapatkan subsidi tersebut. Selain itu bagi pekerja yang penghasilannya di atas Rp5 juta, tidak mendapatkan bantuan.

"Kata presiden inilah momen bagi seluruh tenaga kerja maupun perusahaan untuk mendaftrkan tenaga kerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Supaya kalau nanti ada batch kedua atau ke tiga dan keempat mereka bisa ikut,"ujarnya.

Menurut Verry, dalam sambutannya Pak Presiden, BPJS dipilih karena merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan peserta BPJS ketenagakerjaan.

"Jadi ikut BPJS ketenagakerjaan untungnya itu, yang belum ikut belum beruntung. Jadi bagi para peserta yang belum menyerahkan nomor rekening, mereka masih punya waktu sampai ," tanggal 31 Agustus 2020. Jangan takut, jika masih aktif tetap akan berhak menerima," ungkapnya. (Shanty)

Penyerahan Bantuan TP-PKK Mimika Kepada 75 Posyandu Diakhiri Di Ayuka

Foto bersama pegawai kesehatan Ayuka dan TP-PKK Mimika

MIMIKA, BM

Usai sudah rangkaian kegiatan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika dalam rangka “Peduli Kesehatan Berbagi Untuk Masyarakat”.

Sebanyak 75 posyandu yang merupakan binaan puskesmas yang ada di Mimika mendapatkan bantuan berupa peralatan posyandu seperti timbangan dacin, baby scale dan timbangan dewasa. Selain itu ada juga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) seperti susu kaleng dan kacang hijau.

Kegiatan di awali pada Kamis (13/8) di Distrik Kwamki Narama dan berakhir Rabu (26/8) di Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh.

Kegiatan tersebut merupakan program kerja Pokja IV Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Mimika yang diketuai oleh Ny. Alice Wanma.

Penyerahan bantuan diberikan secara langsung oleh Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng, Wakil Ketua I Ny. Susy Herawaty Rettob, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng dan para ketua pokja.

Selama kunjungan berlangsung diketahui bahwa masih banyak posyandu yang membutuhkan peralatan kesehatan sehingga kehadiran TP-PKK Mimika sangat membantu kekurangan mereka.

Tak henti-hentinya ucapan terimakasih diungkapkan oleh kepala puskesmas dan posyandu yang dikunjungi, salah satunya Kepala Puskemas Mapurujaya Onna Bunga.

“Kami ucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan. Disini kami ada 9 posyandu yang dibina dari 6 kampung yang ada di Mapurujaya. Bantuan ini berarti untuk kami. Terimakasih,” ujarnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh Lucia Wamang yang juga merupakan tempat terakhir yang dikunjungi oleh TP-PKK Mimika.

“Di puskesmas kami ada 2 posyandu yakni Amamapare dan Ayuka. Ini begitu bermanfaat dan dapat digunakan oleh posyandu dalam melayani masyarakat disini. Kami juga masih terkendala transportasi untuk rujuk pasien. Terimakasih atas bantuannya ini berarti untuk kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng berpesan agar bantuan yang diberikan dapat dipergunakan dengan baik untuk membantu keluarga.

“Jumlahnya mungkin tidak seberapa tapi niat baik kami, peduli akan kesehatan bayi dan balita terutama di masa pandemi ini semoga dapat bermanfaat,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua I Ny. Suzy Herawati Rettob menambahkan bahwa bantuan tersebut khusus diberikan untuk posyandu dan puskesmas yang tersebar di Mimika.

“Ini adalah program pokja 4 TP-PKK Mimika. Semoga dapat dijaga dan dirawat dengan baik.
Semoga kami bisa kembali jika masih ada kekurangan di puskesmas atau posyandu bisa disampaikan kepada kami. Terimakasih dan sampai ketemu dilain waktu,” tutupnya (Elfrida)

Rekor Baru Covid-19 di Mimika, Dalam Sehari 97 Pasien Sembuh

Grafik trend Covid-19 di Mimika

MIMIKA, BM

Untuk pertamakalinya selama 6 bulan Mimika memerangi Covid-19, malam ini, Senin (24/8), Tim Gugus Tugas Covid Mimika mengumumkan 97 pasien sembuh.

Jumlah ini menjadi rekor tersendiri bagi Mimika selama proses kesembuhan pasien corona yang selalu update dilaporkan Tim Gugus Tugas.

Dan luar biasanya, dari 97 pasien yang sembuh, 96 merupakan pasien Covid-19 dari Distrik Tembagapura yang selama ini tercatat sebagai penyumbang terbesar kasus positif, sementara 1 pasien berasal dari Distrik Mimika Baru.

Dengan demikian, dari total 697 hingga malam ini, 610 pasien telah dinyatakan sembuh sementara kasus aktif kini menyisahkan 77 pasien.

Sementara itu, untuk rekor penambahan kasus Covid-19 tertinggi di Mimika terjadi pada Minggu (31/5), yang mana pada saat itu junlah pasien baru bertambah 46 pasien.

Penambahan 46 kasus baru Covid-19 saat itu, 41 spesimen dirujuk oleh RSUD, 2 dari Rumah Sakit Tembagapura dan 3 spesimen dari RSMM.

Menyikapi jumlah kesembuhan yang fantastis ini, BeritaMimika menghubungi Manager External Communication Corpcom PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga.

Kerry mengatakan pihaknya bersukacita terhadap situasi yang terjadi malam ini. Namun ia menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia selama ini sangat ketat dalam mendevinisikan pasien sembuh dan pasien sakit sesuai protokol kesehatan.

"Kita sangat ketat sekali dalam menentapkan status devinisi mereka yang sembuh sesuai ketetapan regulasi pemerintah," ujarnya.

Dijelaskan, perubahan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 mengantikan Kepmenkes nomor HK.01.07/Menkes/247/2020 sangat berpengaruh terhadap penentuan status sembuh pasien.

Kepmenkes nomor HK.01.07/MENKES/ 413/2020 merupakan Pedoman Baru Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

"Kepmenkes sebelumnya, ketika PCR pertama negatif, 14 hari kita tunggu tanpa gejala baru masuk PCR ke dua. Sudah negatif baru kita rilis pasien sembuh. Namun Kepmenkes baru hanya 1 kali PCR negatif dan 10 hari tanpa gejala, berarti pasien sudah sembuh," jelasnya.

Menurutnya, pedoman inilah yang kemudian menjadi indikator yang menentukan banyaknya pasien Covid-19 di Tembagapura pada malam ini dinyatakan sembuh.

"Kita ikuti apa yang menjadi devinisi terhadap status dan keputusan pemerintah saat ini. Intihnya bahwa kami sangat bersyukur dan bergembira atas semua ini. Kita berharap semakin banyak lagi yang sembuh karena selama ini (Freeport-red) dan Tim Gugus Mimika sangat konsen dalam menghadapi kasus Covid-19 terutama dalam menangani para pasien," ungkapnya.

Selepas Kerry Yarangga, BeritaMimika menghubungi Juru Bicara Tim Covid-19 Mimika, Reynold Ubra. Kepada BM, Ubra mengatakan Papua dan Mimika sejak tanggal 19 Agustus telah menggunakan menggunakan pedoman tata laksana Covid-19 revisi lima kemenkes yang dikeluarkan pada 13 Juli 2020.

"Intihnya kita saat ini menggunakan pedoman tata laksana covid-19 revisi lima kemenkes, maka tidak hanya Rumah Sakit Tembagapura namun di RSUD Mimika juga akan banyak pasien sembuh,” ungkapnya.

Reynold menjelaskan, Kepmenkes nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 juga merubah penyebutan ODP, PDP, OTG dan kasus konfirmasi menjadi kasus suspect, probable, kontak erat dan kasus konfirmasi.

"Kasus konfirmasi ada dua, kasus tanpa gejala (asimtomatik) dan kasus gejala (presimtomatik). Tanpa gejala, dinyatakan selesai isolasi atau sembuh jika dalam 10 hari plus minimal 3 hari tidak ada gejala meskipun tanpa pemeriksaan PCR, ataupun dengan PCR positif, pasien di nyatakan sembuh! Kenapa? Karena ada hasil penelitian menunjukan bahwa pada hari ke-8, orang tanpa gejala virusnya ada dalam tubuh tapi tidak menularkan," jelasnya.

Menurut Ubra, ini berbeda dengan presimtomatik atau tanda gejala. Misalnya pasian punya riwayat demam, sesak nafas, batuk, maka harus ditangani di rumah sakit. Sementara yang asimtomatik hanya isolasi mandiri di rumah.

"Di Mimika kita dinas kesehatan sudah punya protokol kesehatan mandiri yang telah dibahas sejak Mei lalu dan Juni difinalkan. Jadi jika kita melihat dari gejala dan tidak gejala maka sudah pasti banyak yang akan sembuh di Timika dan Tembagapura. Bahkam shelter bisa kosong karena tidak bergejala," ujarnya.

Hanya saja yang masih kembali diingatkan Reynold Ubra adalah agar warga Mimika terus menjalankan protokol kesehatan dan tetap waspada terhadap kondisi saat ini.

"Vaksin yang akan dirilis oleh ahli yang melakukan penelitian di Bandung, daya lindungnya 75 persen. Tapi masalahnya, seberapa besar vaksin itu bisa bertahan dalam tubuh? Penduduk kita itu 267 juta jiwa. Kapan vaksin ini akan sampai ke Timika? Tahun depan atau dua tahun lagi? Vaksin paling murah hari ini adalah tetap pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Mau tidak mau, kita harus terus saling melindungi. Keberadaan dan keadaan kita menjadi penentu juga bagi orang lain, terutama balita dan lansia," pintahnya. (Ronald)

Top