2.600-an Honorer Pemda Mimika Sudah Didaftarkan Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Pertemuan forum kemitraan di Hotel Horison
MIMIKA,BM
BPJS Kesehatan secara rutin dalam setahun 2 kali melaksanakan kegiatan forum kemitraan dengan pemangku kepentingan di kabupaten/kota.
Forum BPJS bersama jajaran pemerintah daerah ini bertujuan untuk membahas persoalan tentang program jaminan kesehatan di wilayah Mimika.
Pertemuan Selasa (18/8) dilaksanakan di Hotel Horison yang digadiri oleh Asisten I Setda Mimika, Kepala Dinas Kesehatan dan BPKAD serta beberapa instansi teknis lainnya.
"Kami sudah menyampaikan hal-hal tentang perkembangan program JKN di wilayah Timika. Kami berterima kasih kepada bupati dan wakil bupati Mimika karena program JKN ini sudah berjalan semakin baik bahkan untuk tunggakan dari Pemda Mimika pun tidak ada. Semuanya berjalan dengan baik,"tutur Kepala BPJS Kesehatan Jayapura, Djamal Adriansyah saat diwawancarai di Hotel Horison.
Di tahun 2020 ini banyak hal yang sudah di capai, seperti komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika untuk memberikan perlindungan kesehatan melalui BPJS Kesehatan kepada honorer yang ada di lingkungan Pemda Mimika.
Nyatanya bukan hanya sekedar ucapan semata, terbukti saat ini Pemda Mimika sudah mendaftarkan pegawai honorer sekitar 2.600-an orang bahkan iurannya pun sudah dibayarkan oleh Pemda Mimika.
"Artinya ini sekarang tinggal kita proses untuk perekaman data dan pencetakan kartu," ujarnya.
Menurutnya, Mimika merupakan salah satu kabupaten yang sangat cepat memberi respon terhadap faedah BPJS Kesehatan.
"Bulan hanya honorer tapi juga tenaga kontrak dan aparat kampung. Namun untuk aparat kampung masih on progress. Komitmen Pemda Mimika sangat kuat mendukung program JKN," tutur Djamal.
Djamal berharap, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan dan tentu saja Pemda Mimika sudah menyatakan komitmennya tentang hal ini.
Selain itu, di 2020 ini juga banyak hal yang sudah di capai misalnya di Dinas Kesehatan banyak indikator-indikator yang sudah meningkat. Artinya ada perbaikan mutu layanan, kelengkapan sarana prasarana. Di sosial juga proses validasi data sudah semakin baik.
"Sudah ada ribuan data yang divalidasi sehingga beban daerah yang tadinya misalnya 28 ribu itu sekarang tinggal 27 ribu. Itu sudah di validasi sehingga di geser ke beban pusat. Jadi dari indikator itu sudah semakin baik. Dengan rumah sakit juga tadi kami sudah laporkan dan jabarkan berapa yang dibiayai dan berapa yang dilayani baik yang di Timika maupun yang di rujuk ke Jayapura maupun di Jawa dan sekitarnya," ungkapnya.
Katanya, sejak Juli, BPJS Kesehatan sudah memastikan pembiayaan ke fasilitas kesehatan, bahwa tidak ada lagi delay pembayaran.
Artinya, begitu ada tagihan langsung diproses dan dibayarkan. Hal ini pun juga sudah diterapkan dan dibuktikan oleh RSUD Mimika dan RS Kasih Herlina.
“RS Herlina misalnya sudah ada komitmen untuk menampilkan informasi display tempat tidur, jadi berapa sih tempat tidur yang tersedia. Kemudian ada antrian elektronik, jadi orang bisa ambil nomor antrian secara elektronik gitu sehingga tidak perlu buru-buru mengantri di sana apalagi di era pandemi ini. Indikator-indikator ini menunjukkan bahwa ada peningkatan layanan di wilayah Timika,” jelasnya. (Shanty)







