Kesehatan

20 Orang Tidak Diizinkan Lakukan Perjalanan Ke Luar Daerah

Persyaratan pengurusan dokumen keluar masuk Timika (Sumber Tim Gugus)

MIMIKA, BM

“Sampai malam ini, kami sudah keluarkan 1.041 Surat Keterangan Sehat kepada masyarakat yang ingin keluar daerah. Ada 20 orang tidak layak atau tidak diperkenankan terbang karena mereka reaktif atau positif rapid tes,” ungkap Juru Bicara Covid-19 Mimika, Reynold Ubra.

Ubra menyampaikannya melalui video confrence yang difasilitasi Dinas Kominfo Mimika, Jumat (12/6) malam.

Dikatakan, sebanyak 350 calon pelaku perjalanan udara yang juga mengurus Surat Keterangan Sehat, Sabtu (13/6) besok akan melakukan rapid tes di 4 puskesmas yakni Puskesmas Timika Jaya, Timika, Pasar Sentral dan Puskesmas Wania.

“350 orang ini sudah terkonfirmasi dan kami sudah menghubungi mereka. Pemeriksaan rapid tes disesuaikan dengan 4 puskesmas yang ada. Rapid besok dimulai pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Hasilnya akan disampaikan ke sekretariat untuk diterbitkan surat rekomendasi,” jelasnya.

Ubra kembali menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalan keluar maupun ke Timika sudah dapat mengakses brosur dan informasinya di website covid19.mimikakab.go. id

Selain itu melalui layanan informasi atau call centre 085236957771 bagi institusi atau lembaga dan layanan 085236957772 untuk individu maupun keluarga yang ingin keluar dan masuk ke Timika.

“Penumpang antar kabupaten dalam Papua dan Papua dan Papua barat cukup membawa suarat keterangan pemeriksaan bebas Covid-19 berupa rapid tes sementara dari luar tanah Papua harus menunjukan surat bebas covid by PCR,” terangnya. (Ronald)

2 Kampung Dan 3 Kelurahan Di Mimika Mengalami Perubahan Status Zona

Data terbaru perkembangan Covid-19 di Mimika (Sumber Tim Gugus)

MIMIKA, BM

Pada pertengahan April lalu, beberapa kampung, kelurahan dan distrik di Mimika diberi label status zona merah dan kuning.

Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat itu menetapkan 6 kampung sebagai zona kuning, 8 kelurahan zona merah 4 Distrik sebagai zona Merah.

Pembagian status zona ini dilakukan karena meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah-wilayah tersebut.

Hal ini juga dilakukan untuk memudahkan pemetaan tim kesehatan dalam melakukan tracing kasus sekaligus sebagai warning bagi masyarakat Mimika terutama yang berdomisili di seputaran zona ini agar hati-hati dalam beraktifitas.

Namun pada Jumat (12/6), malam ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika melalui Juru Bicara Reynold Ubra menyampaikan bahwa 2 kampung dan 3 kelurahan sudah mengalami perubahan status.

Hal ini disampaikan Reynold Ubra pada video confrence Tim Gugus Tugas dan media-media di Mimika yang difasilitasi oleh Dinas Kominfo Kabupaten Mimika pukul 21.00 Wit.

Dari 6 kampung yang awalnya masuk kategori zona kuning, dua diantaranya yakni Kampung Mimika Gunung Distrik Kuala Kencana dan Mandiri Jaya Distrik Wania kini statusnya berubah menjadi zona hijau.

Sementara dari 8 kelurahan, ada 3 yang kini statusnya diubah dari zona merah ke zona kuning yakni Kelurahan Inauga dan Kamoro Jaya di Distrik Wania serta Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana.

“Ini merupakan suatu hal yang menggembirakan buat kita semua. Berkurangnya wilayah yang dinyatakan dari zona merah ke kuning dan kuning ke hijau dipengaruhi karena angka kesembuhan pasien yang dirawat terutama di tiga distrik seputaran kota yakni Mimika Baru, Wania dan Distrik Kuala Kencana,” ujarnya.

Selain perubahan status zona, Reynold Ubra juga melaporkan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Mimika.

Ia mengatakan malam ini Mimika ada penambahan 9 kasus baru dari RSUD (1) dan Tembagapura (8). Dengan penambahan ini maka jumlah kasus secara kumulatif adalah 330.

Selain pasien baru, Reynold Ubra yang adalah Plh Dinas Kesehatan Mimika juga mengatakan ada 8 pasien Covid-19 di Mimika sembuh, yakni 2 dari RSMM dan 6 dari RSUD Mimika.

Dari 330 kasus, total pasien sembuh berjumlah 156 orang, pasien meninggal 6 orang dan yang masih dirawat atau kasus aktif sebanyak 168. 107 di RSUD dan 61 di Rumah Sakit Tembagapura.

Hari ini dilaporkan juga 4 PDP dinyatakan sembuh. PDP tersisa 7 orang, 2 dirawat di RSUD, 3 RSMM dan 2 di RS Tembagapura.

Jumlah ODP sembuh hari ini ada 10 orang sementara secara keseluruhan berjumlah 818. 98 persen melakukan isolasi mandiri.

10 OTG juga dinyatakan sehat dan selesai masa pemantauan walau hari ini ada penambahan 23 orang. Dengan demikian total OTG di Mimika hingga Jumat malam adalah 866.

“Masih tersisa 72 spesimen yang menunggu hasil pemeriksaan. Sebagian besar di Puslitbangkes Jayapura dan Klinik Kuala Kencana. Secara keseluruhan jumlah spesimen yang sudah diperiksa 2.054, 330 positif sementara 1.652 negatif,” ungkap Reynold Ubra. (Ronald)

Hari ke-85 Mimika Berperang Lawan Covid-19, Ini Hasilnya

Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Tidak terasa sudah 85 hari Tim Gugus Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mimika berperang melawan penyebaran Virus Corona di negeri ini.

Dalam memerangi virus ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika dikatakan berhasil karena peningkatan kasus baru masih sebanding dengan jumlah kasus sembuh. Hal lainnya, angka kematian pun masih terhitung rendah untuk Mimika.

Secara kumulatif hingga Kamis (11/6) malam, jumlah kasus pasien Covid-19 di Mimika telah mencapai 321 kasus. Dari jumlah ini 148 pasien telah sembuh, 6 pasien meninggal dunia dan 167 pasien masih dalam perawatan di RSUD, RSMM dan RS Tembagapura.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga terus mengalami penurunan. Hingga Kamis malam hanya ada 11 PDP. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 823 dan Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 858.

Reynold Ubra, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika mengatakan wabah ini belum berakhir, namun penularanya bisa ditekan jika ada kerjasama dan dukungan yang nyata dari seluruh masyarakat Mimika.

“Kami berharap masyarakat Mimika tetap memberikan dukungan terhadap tim medis yang merawat pasien dan pasien yang sedang dirawat agar proses kesembuhan terus meningkat,” ujarnya berharap saat menyampaikan video confrence tadi malam yang difasilitasi Kominfo Mimika.

Ia menjelaskan, pemberlakukan Pra New Normal sesuai instruksi Bupati Mimika Nomor 6 Tahun 2020, bukan menandakan bahwa aktifitas masyarakat kembali pada keadaan kenormalan seperti sebelumnya, namun normal dalam batas kewajaran karena Mimika masih berada dalam situasi wabah Covid-19.

“Kita masih berada dalam status kegawat daruratan kesehatan masyarakat. Pra New Normal dilakukan Tim Gugus Tugas sebagai sebuah tatanan relaksasi dengan tujuan agar aktifitas ekonomi di Timika tetap berjalan namun dengan memperhatikan secara serius protokol kesehatan. Ini juga merujuk pada kebijakan pusat dan provinsi,” ungkapnya.

“Ini artinya bahwa penularan Virus Corona masih terus berlangsung ditengah masyarakat sehingga kami tetap menghimbau agar masyarakat tetap tinggal di rumah. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan secara rutin dengan sabun dan jaga jarak. Ini hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menghindari virus ini. Kita harus lakukan dengan penuh ketaatan,” harap Ubra.

Reynold juga menyampaikan laporan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kamis malam. Ia mengatakan ada penambahan 9 kasus baru, 9 pasien sembuh dan 1 pasien dinyatakan meninggal dunia.

9 paisen sembuh berasal dari RSUD Mimika (7) dan Rumah Sakit Tembagapura (2). Sementara 9 pasien baru Covid-19 semuanya dilaporkan oleh RSUD.

Satu pasien yang dinyatakan meninggal pada Rabu (10/6) namun baru dilaporkan tadi malam adalah pasien nomor 187 inisial SIN (L, 51) yang dirawat di RS Tembagapura.

Pasien ini dirawat sejak 22 Mei lalu di Rumah Sakit Tembagapura dan dinyatakan meninggal dunia dengan komorbit atau penyakit bawaan dibates melitus. Almarhum telah dimakamkan di SP 1 dengan protokol covid.

“Mewakili Tim Gugus Tugas, kami menyampaikan ucapan turut berduka cita, semoga amal ibadah almarhum diterima Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka ini,” ungkapnya.

“Pada hari ini juga, Sebanyak 17 ODP dan 2 OTG juga dinyatakan sehat dan selesai masa pemantauan,” ujarnya. (Ronald)

Top