Olah Raga

Wabup John Buka Kegiatan Cabor Terjun Payung di Timika

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob jadi inspektur upacara pada pembukaan PON XX Tahun 2021 Cabor Terjun Payung

MIMIKA, BM

Meski di bawah guyuran hujan, upacara pembukaan Cabang Olahraga (Cabor) Terjun Payung PON XX Papua 2021, yang dilangsungkan di halaman Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Mimika, Pukul 13.30 WIT, Minggu (3/10) tetap berlangsung khidmat.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM hadir sebagai inspektur upacara sekaligus membuka kegiatan. Upacara diikuti seluruh atlet utusan dari 12 provinsi, official dan juri.

Bertindak sebagai pengucap janji wasit adalah Lettu Gunadi dan Serka Frida Natalia Suebu, atlet terjun payung asal Papua tampil membacakan janji atlet.

Mayor Sus Rindar Noor Arifianto selaku Ketua Panitia Pelaksana Cabor Terjun Payung dalam laporannya mengatakan, pertandingan akan berlangsung selama 11 hari, mulai 4 sampai 11 Oktober 2021 dengan empat kategori.

Kategori yang dipertandingkan adalah ketepatan mendarat beregu putra putri dengan ketinggian 3500 feet sebanyak 8 babak yang memperebutkan dua medal.

Ketepatan mendarat putra dan putri dengan ketinggian 2500 feet sebanyak 10 babak yang memperebutkan satu medali.

Kerjasama di udara dengan ketinggian 9000 feet sebanyak 8 babak memperebutkan satu medali dan kerjasama antar parasut tiga penerjun dengan ketinggian 7000 feet sebanyak 8 babak memperebutkan satu medali.

"Jumlah medali emas yang diperebutkan, sebanyak 6 medali,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari semua pihak untuk suksesnya terjun payung PON XX tahun 2021 di Papua yang dilaksanakan di Kluster Mimika.

Adapun 12 Provinsi yang mengikuti Cabor tersebut masing-masing Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Banten dan Jawa Barat.

Upacara pembukaan juga diisi dengan penampilan dari sanggar Amora membawakan tarian Balada Cenderawasih, yang kemudian dilanjutkan parade kontingen dari masing-masing Provinsi.

Usai upacara, Wabup Jhon Rettob didampingi panitia berkesempatan mengunjungi para atlet di masing-masing stand sekaligus memberikan motivasi.
(HumasPPM/Elsina Mnsen/Maftukin)

 

Pestakan! Papua Juara Futsal PON XX Papua 2021

Tim Futsal Papua melakukan selebrasi kepada para pendukunganya di GOR Futsal Timika, usai mengalahkan Jawa Barat pada laga final PON Papua 2021, Minggu (3/10). Foto : Humas PPM/Aji

MIMIKA, BM

Tim Futsal Papua berhasil meraih emas pada PON XX Papua tahun 2021 usai mengalahkan tim futsal Jawa Barat pada laga final dengan skor 4-2.

Pertandingan yang digelar di GOR Futsal Timika SP 2, Minggu (3/10) berlangsung dengan ketat dan sarat prestise karena kedua tim juga diperkuat beberapa pemain futsal timnas.

Lima menit pertandingan baru berjalan, pemain Papua yang pada laga semifinal bermain gemilang Muhammad Najib membuka keunggulan bagi tuan rumah, 1-0.

Jabar yang belum bangkit usai tertinggal harus kembali menelan pil pahit setelah Pieter Marchelino Ireeuw menggandakan keunggukan Papua menjadi 2-0.

Usai tertinggal dua gol, Jabar yang dimotori Rio Pangestu Putra terus menekan pertahanan Papua yang tampil apik dan solid.

Usaha Jabar akhirnya menuai hasil pada menit ke-19 lewat tendangan Rio yang tidak dapat dibendung penjaga gawang Papua Ayub Balubun. Hingga pertandingan babak pertama usai, skor 2-1 bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Babak kedua baru berjalan tiga menit, Jabar berhasil menyamakan kedudukan lewat lesakan gol kedua Rio, sehingga berubah kedudukan menjadi 2-2.

Papua berhasil kembali unggul setelah kerja sama cantik Pieter Marchelino dengan Fransiskus Tanu yang tidak dapat dibendung Habibie pada menit ke-28. Skor pun menjadi 3-2, Papua unggul.

Drama terjadi dua menit jelang laga usai, setelah Rio malah diusir wasit akibat menjegal Ardiansyah Runtuboy.

Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Papua pun menambah keunggulan menjadi 4-2 setelah Wendy Brian Lindrey Ick mencetak gol pada menit ke-38.

Hingga akhir pertandingan skor tak berubah bagi keunggulan tuan rumah 4-2. Hasil ini sekaligus mengukuhkan Papua sebagai peraih emas Cabor Futsal.

Emas yang diraih Papua seolah melengkapi rekor tak terkalahkan tim tuan rumah sejak penyisihan grup perhelatan PON XX Papua 2021.

NTB Raih Perunggu

Pada partai sebelumnya, Tim Futsal Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih medali perunggu. Tim asuhan Moch Bagus Widya Pura Nugraha berhasil membantai wakil Jawa Timur dengan skor 5-1 dalam laga perebutan posisi ketiga cabang olahraga futsal PON XX 2021.

Di awal laga, kedua tim sama-sama menurunkan kekuatan terbaiknya. Jatim yang menyandang predikat peraih medali perunggu PON XIX 2016 dipaksa mengakui keunggulan NTB.

NTB yang tampil menggunakan seragam kuning langsung tancap gas dan berhasil mencetak gol pertama melalui Muhammad Fajrin Akbar.

Jawa Timur yang memakai seragam Hijau mencoba mengancam gawang lawan, namun mampu dihalau penjaga gawan, Muhammad Wildan.

Jatim terus menyerang, namun sayangnya, NTB justru menambah keunggulan di menit ke sebelas lewat serangan balik. Stefanus Aldyanto menyarangkan gol setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Satria Maulidia Prakasa.

Tidak lama berselang, gol ketiga kembali tercipta melalui tendangan keras Romi Humadri sekaligus mengakhiri mencatatkan namanya sebagai pencetak.

Hingga babak pertama usai, skor tetap bertahan 3-0 untuk bekal NTB di paruh kedua.

Memasuki babak kedua, Jawa Timur melakukan tekanan, namun tak berbuah peluang karena pertahanan NTB begitu rapih.

Romi Humadri kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-18 untuk NTB. Skor pun bertambah jadi 4-0.

Tertinggal skor, Jawa Timur menerapkan skema power play di 10 menit terakhir demi mencari gol. Meski sempat kewalahan karena pertahanan rapat dari pemain NTB. Jatim memperkecil ketertinggalan di waktu tersisa 5 menit.

Namun 1 menit kemudian, NTB menambah gol lagi menjadi 5-1. Pemain punggung 11, Andriano Athala melakukan tendangan jarak jauh tanpa pengawalan kiper Jatim.

Di 2 menit tersisa, kiper Jatim, Muhammad Ulul Arham diganjar kartu merah atas pelanggaran terhadap Moh Rizki Hadi Saputra.

Hingga peluit panjang skor tetap bertahan 5-1 untuk kemenangan Nusa Tenggara Barat.

Kemenangan ini mengantarkan NTB sebagai peraih medali perunggu di PON XX 2021. Sedangkan Jawa Timur harus legowo turun ke peringkat empat dan melepas medali yang disandang.

(HumasPPM/Alqadri Muhamad/Aji/Viktor Bhato

Lawan Pemecah Rekor Dunia, Atlet Ini Ungkap Dirinya Grogi

Atlet panjat tebing putra kalimantan Barat, Vedriq Leonardo berhasil meraih podium pertama setelah mengalahkan atlet Jawa Barat Raharjati Nursyamsa di kelas speed world record perorangan putra di venue panjat tebing Mimika, Jumat (1/10/2021). Foto: Humas PPM /David La'lang

MIMIKA, BM

Raharjati Nursyamsa, climber  asal Jawa Barat (Jabar) mengaku dirinya grogi saat melawan Veddriq Leonardo, climber asal Kalimantan Barat.

Hal ini ia ungkapkan setelah meraih perak pada Panjat Tebing nomor Speed World Record (WR) Perorangan Putra di Venue Panjat Tebing PON XX Papua di SP2 Poros SP5, Mimika, Jumat (1/10/2021).

Pasalnya lawan yang ia hadapi merupakan atlet panjat tebing yang baru saja memecahkan rekor dunia pada kompetisi internasional, IFSC Boulder World Cup 2021 di Amerika pada Mei lalu.

"Bagaimana tidak grogi,  lawan saya pemecah rekor dunia. Saya sempat kontrol tapi pada akhirnya gagal,  mungkin  ini bukan rezeki saya," ungkap Raharjati sedikit kecewa walau meraih perak pada nomor ini.

Pria kelahiran Jawa Barat, 8 Januari 2021 menambahkan, kesalahan dari pertandingan ini menjadi bahan evaluasi baginya untuk ke depan bisa  tampil lebih baik.

Sementara itu, Veddriq Leonardo mengaku bangga karena bisa meraih medali emas pada PON XX Papua di nomor speed World Record Perorangan Putra.

"Alhamdulillah kontingen Kalbar bisa dapat medali emas, tentu ini jadi kebanggaan atas perjuangan dan latihan rutin sehingga membuahkan hasil maksimal," kaya Veddriq yang juga diwawancarai usai pertandingan.

Ia tidak menampik, di awal pertandingan babak final, dirinya sempat terpeleset, namum tidak sampai jatuh dan terus berusaha hingga akhirnya keluar sebagai juara.

"Itulah resiko nomor speed, kalau udah ngebut- ngebut, tapi kalau udah terpleset, ya, udah lepas, tapi syukur saya bertahan dan keluar sebagai juara di nomor Speed World Record Perorangan Putra PON XX Papua, terima kasih," tutup Veddriq.
(HumasPPM/Jefri Manehat.Maurits)

 

Top