Olah Raga

ISDMI Papua Tengah Targetkan Beprestasi di Fornas VIII Mandalika

Ikatan Senam Dance Mix Indonesia (ISDMI) Provinsi Papua Tengah

MIMIKA, BM

Ikatan Senam Dance Mix Indonesia (ISDMI) Provinsi Papua Tengah saat ini sedang mempersiapkan diri guna menghadapi Festival Olah Raga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Mataram, Nusa Tenggara Timur.

Di Fornas 2025 ini, ada 10 kategori yang akan dilombakan Induk Organisasi (Inorga) ISDMI. Dari jumlah tersebut, ISDMI Papua Tengah mengikuti 8 kategori.

Adapun 8 kategori yang akan diikuti adalah D’mers perorangan (khusus instruktur), D’mers beregu, umum perorangan, umum beregu, 40 tahun ke atas, 40 tahun ke bawah, mahir dan DMI step. Ikatan Senam dance mix Indonesia! Sementara dua kategori yang tidak diikuti adalah kategori pelajar umum dan pelajar D’mers.

“Jadi kami ISDMI Papua Tengah berangkatkan 14 orang untuk Fornas di Mataram. Dari 10 kategori yang dilombakan, kami ikut 8 kategori,” ujar Sintia Korowa, Sekretaris ISDMI Papua Tengah saat dihubungi malam ini, Selasa (8/7/2025) via telepon. 

Perlu diketahui ISDMI di Papua Tengah hanya baru ada di 2 kabupaten yakni Nabire dan Puncak Jaya. Mimika dan lainnya belum ada.

“Karena kondisi Puncak Jaya yang tidak memungkinkan sehingga tahun ini kami di Nabire yang dipercayakan mengikuti Fornas di Mataram. Pemusatan latihan di Nabire dan kami selalu lakukan di beberapa sanggar karena rata-rata semua punya sanggar jadi kami bergantian tempat,” ungkapnya.

Karena pemusatan latihan hanya di Nabire, Sintia Korwa mengatakan mereka tidak ada kendala dalam persiapan. 

“Kami beruntung jika dibandingkan dengan Inorga lain. Kami semua dari Nabire jadi untuk latihan bisa saling kontrol. Puji Tuhan semua disini jadi mudah untuk disatukan. Jadi sejauh ini tidak ada keluhan atau kendala berarti,” ujarnya.

Dikatakan Sintia, kesiapan menuju Fornas Mataram dilakukan dengan latihan secara rutin tiga kali selama seminggu. Sementara untuk latihan beregu dipercayakan kepada koordinator untuk menyesuaikan waktu latihan. Dan sejauh ini semua berjalan baik.

Sintia juga mengaku optimis bahwa ISDMI Papua Tengah akan meraih target maksimal di Fornas 2025 ini. 

“Kalau target, kami target semua menang dan raih medali. Kami optimis karena yang kami rekrut ini bukan orang baru gabung di senam tapi sudah mahir. Mentor kami di Papua Tengah juga ikut jadi kami yakin di 8 kategori ini kami akan dapat hasil terbaik,” ungkapnya.

“Kami sudah sangat siap untuk bertanding, apalagi satu pegiat kami akan main di dua kategori baik beregu maupun perorangan. Kami juga sudah lihat daftar peserta yang sudah daftar sampai haru ini kami terbanyak yakni orang. Yang lain hanya 2-3,” jelasnya.

ISDMI adalah salah satu induk organisasi yang akan dilombakan di Festival Olah Raga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII.

Organisasi ini menaungi olahraga senam dance mix di Indonesia yang bertujuan untuk untuk mengembangkan serta mempopulerkan senam dance mix sebagai olahraga rekreasi dan gaya hidup sehat. 

Ketika dilombakan pada Festival Olah Raga Rekreasi Nasional (FORNAS) para peserta atau pegiat akan mengikuti gaya instruktur di depan. Para pegiat nantinya diminta untuk mengikuti senam yang diperagakan instruktur. Penilaian nanti lebih pada kekompakan dan kesesuaian gerak. (Ronald Renwarin)

15 Hari Menuju Fornas Nasional, Bagaimana Persiapan Kormi Papua Tengah?!


Zom meeting Kormi Papua Tengah, Senin (7/7/2025) sore

MIMIKA, BM

Tinggal menyisakan 15 hari lagi akan dilaksanakan Festival Olah Raga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Mataram, Nusa Tenggara Timur, tepatnya pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Guna mematangkan persiapan tersebut, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Papua Tengah melakukan rapat bersama badan pengurus via zoom metting.

Rapat terkahir diadakan pada Kamis (3/7/2025) dan Senin (7/7/202) kemarin yang dipimpin langsung Sekretaris Kormi Papua Tengah, sekaligus Ketua Kontingen Marius Istia didampingi Sekretaris 1 Daniel Orun.

Marius Istia kepada media ini, mengatakan pertemuan pada Kamis dan Senin kemarin merupakan pertemuan lanjutan dari 5-6 pertemuan lainnya yang telah dilakukan sebelumnya.

“Pertemuan pada hari Kamis lebih khusus tentang panitia sesuai sk ketua umum yang mana didalamnya ada beberapa bidang sehingga perlu kita seriusi persiapan ke Mandalika nanti ,” ujarnya.

Ia mengungkapkan di pertemuan sebelumnya, pihaknya telah memastikan sejauh mana kesiapan 20 inorga menuju Fornas Nasional nanti.

“Kita sudah pastikan persiapan mereka semua supaya di Fornas nasional nanti, kita harapkan mereka bisa berprestasi,” katanya.

Secara detail ia menjelaskan bahwa kontingen Fornas Papua Tengah nanti akan di berangkatkan dalam dua penerbangan. Rombongan pertama berangkat pada tanggal 23 Juli sementara rombongan kedua pada 25 Juli.

“Kontingen nanti aka dilepas oleh Gubernur Papua dan ketua umum pada tanggal 23 di bandara. Rombongan dari Nabire akan tiba tanggal 22 di Timika. Jadi kurang lebih ada 400-an yang ke Mandalika,” ujarnya.

“Peserta, pelatih dan panitia jumlahnya 395 sementara sisanya tamu-tamu VIP. Untuk hotel dan semuanya di Mandalika, sudah kami siapkan,” lanjutnya.

Sementara itu pertemuan pada Senin sore kemarin, ketua kontingen Marius Istia mengatakan lebih pada pembahasan tentang tugas dan tanggung jawab bidang lebih lanjut.

“Pada rapat ini (Senin sore-Red) tiap seksi diminta melapor kesiapan mereka menuju keberangkatan nanti. Mereka paparkan apa yang jadi tugas dan tanggungjawab masing-masing. Artinya kita terus matangkan semua persiapan agar semua berjalan baik selama Fornas nanti,” ungkapnya.

Pada pertemuan kemarin, seksi dokumentasi dan publikasi melaporkan bahwa publikasi melalui berita mulai dilakukan hari ini.

Selain berita narasi, tim publikasi juga akan membuat berita video dukungan terhadap rombongan Papua Tengah baik dari Gubernur, Ketua Umum Kormi hingga pimpinan OPD dan pihak-pihak terkait, toko masyarakat hingga ketua Inurga.

Tim media juga melaporkan rencana publikasi kesiapan masing-masing inorga sebelum keberangkatan saat perlombaan, yang akan melibatkan 10-12 media untuk publikasi.

Seksi konsumsi memamparkan bahwa mereka telah melakukan panjar sebesar 25 persen dengan catering di Lombok.

Mereka akan berangkat duluan sebelum kontingen guna mulai menyiapkan konsumsi saat penyambutan kedatangan rombongan ke Lombok nanti.

Karena rombongan yang berangkat akan terbagi dalam dua penerbangan sehingga seksi konsumi meminta kepastian jumlah peserta yang berangkat nanti guna penyesuaian.

Mereka juga mengingatkan bahwa konsumsi secara keseluruhan akan jadi tanggungjawab mereka namun pengambilan atau pembelian konsumsi lainnya diluar itu, menjadi tanggungjawab masing-masing kontingen.

Setelah diskusi bersama, kerja awal seksi perlengkapan nanti adalah menyiapkan kegiatan pelepasan kontingen dan parade pada tanggal 23 nanti.

Secara keseluruhan, seksi perlengkapan akan berkolaborasi langsung dengan seksi acara dimulai dari acara pelepasan hingga berakhirnya kegiatan nanti.

Peserta yang berangkat pada tanggal 25 nanti akan mengikuti parade bersama keliling kota Timika sebagai bentuk memohonkan doa restu dari masyarakat.

Ada kemungkinan, parade nanti juga akan diikuti langsung oleh Gubernu Papua Tengah usai melepas kontingen pertama menuju Mandalika.

Pada pertemuan ini, disepakati juga bahwa akan dilakukan pengecekan kesehatan dan pembekalan secara menyeluruh kepada kontingen sebelum berangkat, pada tanggal 22 di GOR SP2.

Sementara itu, seksi kesehatan melaporkan bahwa segala bentuk hal teknis telah mereka siapkan. Proposal pembiayaan, perlengkapan dan kebutuhan obat-obat sudah dimatangkan termasuk rencana pengiriman surat permintaan obat kepada Dinas Kesehatan Mimika.

“Untuk pemeriksaan kesehatan nanti, ketua umum sudah menyurat ke 4 puskesmas yakni Timika, Timika Jaya, Wania dan Pasar Sentral untuk lakukan medial checkup una mengetahui riwayat penyakit tiap kontingen sebelum berangkat,” ujar ketua kontingen Marius Istia.

Selain seksi dokumentasi, konsumsi, perlengkapan dan acara serta kesehatan, seksi lainnya juga melaporkan kesiapan mereka. Pertemuan sore kemarin dipimpin langsung oleh Sekretaris Formi Papua Tengah sekaligus Ketua Kontingen, Marius Istia didampingi Sekretaris 1, Daniel Orun. (Ronald Renwarin)

Meriahkan Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Mimika Gelar Turnamen Futsal

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyerahkan bola ke wasit sebagai tanda dimulainya pertandingan. 

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus menyemarakkan Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika gelar turnamen futsal Bung Karno Cup. 

Turnamen futsal Bung Karno Cup yang berlangsung di Gor Futsal jalan poros SP2-SP5 sejak tanggal 17 hingga 20 Juni 2025 ini, dibuka oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob dengan diikuti oleh 20 club. 

Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan bahwa turnamen futsal Bung Karno Cup ini diselenggarakan diseluruh Indonesia dalam rangka memperingati bulan Bung Karno atas perjuangannya sebagai Proklamator RI. 

"Dengan pertandingan ini saya berharap bisa dilaksanakan dengan baik, dan yang mengikuti pertandingan ini harus punya jiwa Pancasila dan harus punya jiwa semangat patriotisme," katanya. 

Selain itu, Bupati John juga berharap para peserta yang ikut dalam pertandingan tetap menunjukkan semangat persaudaraan dan memperat silahturahmi. 

"Tetap sportif, menang kalah itu biasa. Jangan lihat pialanya bagus baru kita mau berjuang supaya dapat piala, tapi semangatnya harus kita jaga. Saya harap juga kedepannya partai-partai lain juga bisa melaksanakan kegiatan seperti ini sehingga bisa diikuti oleh masyarakat terutama anak-anak muda yang selalu ingin bermain futsal," ucapnya. (Ignasius Istanto)

Top