Pendidikan

Direktur YPMAK Sampaikan Kondisi 25 Anak Korban Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Sekolah Taruna



Direktur YPMAK, Vebian Magal

MIMIKA, BM

25 anak di Sekolah dan Asrama Taruna Papua yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual beberapa waktu lalu kini tengah menjalani atau mendapatkan penanganan trauma healing.

Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal kepada BeritaMimika menyampaikan trauma healing dilakukan oleh dua tim.

Tim pertama merupakan tim internal yang dibentuk oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) yang saat ini mengelola sekolah dan asrama Taruna Papua. YPL juga menggunakan profesional (psikolog) dari Uncen Papua.

Sementara tim satunya berasal dari gabungan gereja-gereja (PGI) di Jakarta. Mereka membentuk tim yang kemudian didatangkan ke Timika.

"Mereka lakukan pemulihan mental bagi anak-anak. Kondisi saat ini sudah aman, sebagian besar sudah pulih namun ada beberapa anak yang masih mengalami trauma," ungkapnya.

Vebian menjelaskan bahwa hingga 6 bulan ke depan trauma healing akan terus dilakukan sampai semua anak dipastikan terbebas dan pulih dari kondisi tersebut.

"Targetnya mereka semua harus pulih. Situasi saat ini sudah kembali normal," tegasnya.

Terkait dengan permintaan warga Mimika dan orangtua korban agar YPL tidak lagi menjadi pembina bagi sekolah dan asrama Taruna Papua, Vebian Magal mengatakan sedang dalam proses evaluasi.

"Saat ini kita sedang ada evaluasi dan belum ada kesimpulan. Kami sedang melihat perjanjian kerjasama selama ini apakah sesuai atau tidak, kemudian situasi kemarin dan keinginan masyarakat seperti apa, kita lihat semua," ungkapnya.

Evaluasi ini dilakukan selama tiga minggu dan telah dimulai sejak minggu lalu. YPMAK sejauh ini juga belum memikirkan opsi lain semisal pengganti YPL nanti karena fokusnya pada hasil evaluasi.

Artinya, hasil evaluasi antara YPMAK dan YPL akan menentukan ke depan apakah kerjasama dlanjutkan atau berakhir.

"Kontrak YPMAK dengan YPL itu 5 tahun dan sekarang sudah jalan tahun ke tiga. Dalam kontrak kerja memang jika tidak sesuai maka bisa diputus kontrak kerja. Tapi saat ini kami masih fokus dengan evaluasi dan hasil evaluasilah yang menentukan segalanya," jelasnya. (Ronald)

Dukcapil Mimika Goes to School

Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Dalam rangka turut memperingati rangkaian Hardiknas dan Percepatan Target Nasional dalam Pelayanan Adminduk, maka Dukcapil Mimika pada Tahun 2021 ini akan melakasanakan program "Dukcapil Mimika Goes to School".

Dukcapil mendatangi sekolah untuk memberikan pelayanan adminduk secara langsung kepada pelajar baik jenjang SMA/SMK, SMP maupun SD dengan target melakukan 5000 perekaman eKTP bagi pemula usia 17 Tahun, 5000 penerbitan Akte Kelahiran dan 5000 Kartu ldentitas Anak (KIA).

Pada tahap awal ini sebelum memasuki tahun ajaran baru pelayanan akan dilakukan pada hari kamis-jumat tanggal 29-30 April 2021 bertempat di SMA N 1 Mimika.

Selanjutnya pada tanggal 3-4 Mei 2021 di Sentra Pendidikan SP5 serta ke Kokonao pada tanggal 6-8 Mei 2021. Setelah liburan sekolah nanti akan dilanjutkan ke sekolah lainya.

"Melalui program ini Dukcapil Mimika akan memberikan sosialisasi dan pelayanan secara langsung tentang pentingnya kepemilikan dokumen adminduk bagi setiap warga lndonesia khususnya bagi para pelajar siswa-siswi," ujar Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo.

Menurutnya, dengan memberikan pemahaman sedini mungkin tentang kepemilikan dokumen adminduk yang valid dan akurat maka akan mempermudah pemerintah untuk memberikan pelayanan publik kepada warga, khususnya para pelajar.

"Karena untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi tentunya dokumen adminduk baik itu eKTP, akte kelahiran dan KIA yang berbasis NIK sudah pasti sangat diperlukan," ungkapnya.

Melalui BM, Slamet Sutejo menyampaikan terima kasih atas atensi, dukungan dan kerjasamana yang baik dari Dinas Pendidikan, para kepala sekolah dan jajaranya serta stakeholders terkait lainnya atas dukungan mereka terhadap program Goes To Scholl Dukcapil Mimika. (Ronald

Hari Kedua, 3.804 Siswa SMP di Mimika Mulai Ujian Sekolah

Pelaksanaan ujian sekolah di SMP N 11

MIMIKA, BM

Hari ini, Selsa (27/4) merupakan hari kedua 3.804 siswa SMP dari 58 sekolah di Mimika mulai melaksanakan ujian sekolah. Pelaksanaan ujian ini mulai dilangsungkan Senin (26/4) kemarin.

Kepala Bidang Kurikulum, Dinas Pendidikan Mimika, Manto Ginting saat dihubungi via telepon mengatakan, pelaksanaan ujian ini dilakukan secara mandiri oleh masing-masing sekolah.

Dinas hanya melakukan pemantauan dan tidak lagi berkumpul seperti sebelumnya. Termasuk mengecek soal-soal yang masih disegel.

Diketahui, pelaksanaan ujian kali ini untuk wilayah pesisir dilakukan secara tatap muka. Sedangkan untuk di wilayah kota ada yang mengikuti secara online dan ada yang offline.

Sementara, untuk jadwal dan mata pelajaran yang diujiankan diatur oleh sekolah masing-masing.

"Soalnya dibuat oleh masing-masing sekolah jadi tidak sama soalnya dengan sekolah lain, sehingga tidak ada buka segel soal lagi dari dinas," tutur Manto.

Pelaksanaan ujian di SMPN 11 dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat dimana setiap siswa memakai masker dan duduk berjarak.

Pihak sekolah dan Satgas pada sekolah sudah menyiapkan tempat cuci tangan, masker hingga tempat duduk yang diberi jarak 1,5 meter di setiap ruangan ujian.

Kepala SMP Negeri 11 Mimika, Damaris Limbong mengatakan, di sekolahnya ada 243 siswa yang mengikuti ujian. Dengan rincian 203 siswa ujian di sekolah dan 40 lainnya mengikuti ujian secara online dari rumah.

"Untuk siswa yang mengikuti ujian di sekolah telah dilakukan kesepakatan antara sekolah dan orang tua dengan menandatangani surat pernyataan," tutur Damaris.

Dikatakan, guna menjaga social distancing, satu ruangan kelas yang biasanya diisi 32 siswa saat ini hanya diisi 16 sampai 17 siswa.

"Mereka datang diarahkan langsung mencuci tangan dan masuk ruangan juga duduk dengan jarak 1,5 meter," Ujarnya.

Damaris mengatakan, untuk standar nilai ujian disesuaikan dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) masing-masing mata pelajaran.

Untuk hasil ujian dan kelulusannya juga merupakan hak sekolah dengan melihat nilai kehadiran siswa mengikuti proses belajar, nilai tugas harian hingga nilai ulangan.

"Itu diserahkan sepenuhnya ke sekolah,"katanya.

Selanjutnya, pelaksanaan ujian di SMPN 2 juga dilakukan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Matius Sedan mengatakan, sebanyak 454 siswa mengikuti ujian secara offline atau manual dan online di sekolah menggunakan komputer sekolah.

"Dalam satu hari hanya ujian dua mata pelajaran sesuai kesepakatan semua kepala sekolah SMP di Mimika. Ujian secara offline di sekolah dilakukan dalam dua sesi yakni mulai jam 08.00 sampai 11.30 WIT dan 11.30 sampai 14.30 WIT," jelas Matius.

Dan untuk siswa yang mengikuti ujian manual mengisi enam ruang kelas. Sedangkan yang online mengisi empat ruang komputer yang juga dibagi menjadi dua sesi ujian.

"Soal-soal yang diujikan juga dibuat oleh sekolah yang tetap mengacu pada ujian tahun-tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan ujian hari pertama ini ada satu siswa yang tidak mengikuti ujian. Bagi siswa yang tidak masuk hari ini, kebijakan kami dari sekolah ada waktu untuk ujian susulan," Ungkapnya. (Shanty)

Top