Pendidikan

Selamat, 17 ASN Pemkab Mimika Ikuti Wisuda Daring Universitas Cenderawasih

17 ASN Pemda Mimika yang diwisudah tahun ini

MIMIKA, BM

17 ASN di lingkungan Pemda Mimika mengikuti rapat terbuka senat Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam rangka wisuda daring (online) lulusan program doktor, magister, sarjana dan program diploma periode III tahun 2019-2020.

Wisuda daring ini dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika yang diikuti oleh wisudawan dan wisudawati juga keluarga, Kamis (26/11).

Prosesi pemindahan tali topi toga dilakukan oleh Pendeta Paulus Kambu mewakili rektor dari Universitas Cendrawasih.

Leonard Kareth yang juga merupakan salah satu wisudawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen pengajar Universitas Cendrawasih khususnya program magister fakultas ekonomi dan bisnis.

Menurutnya ilmu yang telah diberikn mengubah paradigma, membuka wawasan berpikir sehingga wisudawan dapat mengikuti perkuliahan sejak semester awal secara tatap muka hingga dapat menyelesaikan tesis dan berhaisl diwisuda secara daring.

"Terima kasih juga untuk para dosen pembimbing yang telah membantu dalam pemahaman secara akademik dan ilmu pengetahuan dari awal hingga saat ini," tuturnya dalam sambutan mewakili seluruh wisudawan.

Meskipun wisuda dilaksanakan secara daring di tengah pandemi Covid-19 yang belum pulih di Papua dan Indonesia, namun tidak mengurangi makna dan kehikmatan peristiwa bersejarah ini bagi mahasiswa dan mahasiswi semua.

Ucapan terima kasih juga diberikan bagi keluarga dan semua pihak yang selama ini mendukung, mendoakan serta memberi semangat hingga selesainya perkuliahan.

"Ini juga kepada seluruh rekan-rekan angkatan 24 magister ilmu ekonomi kelas Timika yang sejak awal bersama-sama menimba ilmu dan 19 orang sudah berhasil wisuda di periode 2 pada 24 September 2020 lalu," katanya.

Kareth mengatakan bahwa, program perkuliahan yang mereka jalani dibantu pembiayaan selama dua semester oleh Pemda Mimika.

Menurutnya, pemda telah berkomitmen untuk memberikan kesempatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mimika baik ASN maupun sektor lainnya.

Dikatakan, dengan selesainya masa studi selama dua tahun serta mendapatkan gelar magister di bidang ilmu ekonomi merupakan sebuah tanggung jawab untuk semakin mengembangkan diri.

"Diharapkan dengan peningkatan kualitas SDM akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu kami berharap agar program ini dapat terus berkelanjutan dan semakin membawa dampak yang lebih baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama bagi masyarakat," harapnya. (Shanty)

Fasilitas Sentra Pendidikan Perlu Perbaiki, Tapi Anggarannya Jangan Disalahgunakan

Ketua Fraksi Mimika Bangkit Leonardus Kocu 

MIMIKA, BM

Gedung sekolah termasuk asrama serta fasilitas penunjang belajar lainnya di Sentra Pendidikan Sp5 harus segera diperbaiki Pemerintah Daerah Mimika.

Pasalnya kenyamanan dan sarana yang memadai akan sangat mendukung proses belajar mengajar di Sentra Pendidikan.

Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Leonardus Kocu meminta Pemda Mimika memprioritaskan hal ini sebagai bentuk peningkatan mutu pendidikan di Mimika.

Meski saat ini pelaksanaan pendidikan dilakukan secara online dan belum berjalan normal, namun ada beberapa anak yang khususnya dari wilayah gunung dan pantai yang membutuhkan tempat tinggal, sehingga mereka perlu ditampung di asrama.

"Saya sangat setuju dengan usulan anggaran dari Disdik karena kalau di lihat dari kondisinya, perbaikan itu bukan hanya satu item saja, tetapi bagaimana soal air bersihnya, penerangan, kelayakan fasilitas luar dan dalam termasuk akses," jelasnya.

Menurutnya Sentra Pendidikan sebagai pusat pendidikan milik pemerintah yang diprioritaskan kepada putera puteri asli daerah sehingga wajib diberikan porsi lebih dalam mendukung layanan pendidikannya.

"Sekolah ini harus dibuat senyaman mungkin agar anak-anak merasa betah dalam belajar sehingga tidak ada yang kabur atau tidak kembali lagi ketika semua sudah normal," harapnya.

Terkait ini, pada pembahasan anggaran kemarin Leonardus Kocu mengatakan Dinas Pendidikan telah mengusulkan anggaran sebesar Rp20 miliar. Namun anggaran tersebut dirasionalisasi dan diharapkan terakomodir dalam APBD induk tahun 2021.

"Memang saat pembahasan anggaran ada beberap anggota dewan yang tidak setuju, sehingga perlu dievaluasi kembali,”katanya.

Jika nantinya terakomodir maka Kocu berharap dana ini dipergunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai terjadi penyelewengan anggaran karena jumlah termasuk sangat besar.

"Yang mengurus sekolah dan asrama itu harus profesional. Karena sentra pendidikan itu sebagai proyek percontohan yang harus benar-benar diperhatikan. Jangan lagi diintervensi oleh pemda yang pada akhirnya biaya untuk kebutuhan pokoknya tidak mereka maksimalkan,” tegasnya. (Rafael)

Mahasiswa Eksodus Minta Dewan Fasilitasi Kepulangan Mereka ke Kota Studi


Mahasiswa dan pelajar saat mendatangi gedung DPRD Mimika

MIMIKA, BM

Sekitar 50-an pelajar dan mahasiswa eksodus yang telah sekian lama kembali ke Timika akibat persoalan September 2019 lalu, mendatangi Kantor DPRD Mimika meminta dewan agar memfasilitasi mereka kembali ke kota studi masing-masing.

Kedatangan mereka ke gedung DPRD pada Senin (12/10) kemarin dibawah pimpinan Ketua Korwil pelajar dan mahasiswa kota studi Jayapura, Denias Senamum.

Kepada anggota dewan, Denias yang merupakan mahasiswa semester akhir Fisip Universitas Cenderawasih (Uncen) ini menyampaikan beberapa alasan mengapa mereka kembali ke Timika saat itu.

"Kami mahasiswa eksodus pada September 2019 lalu pulang ke Timika karena masalah rasis waktu itu. Kejadian ini terjadi di Jawa mengakibatkan mahasiswa dan pelajar se-Jawa Bali dan kami di Papua juga pulang ke Timika. Ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas atas apa yang terjadi saat itu," ungkapnya.

Denias mengatakan, hingga Oktober 2019, sekitar 100-an pelajar dan mahasiswa eksodus masih berada di Mimika.

Menurutnya, rata-rata pelajar dan mahasiswa yang masih berada di Mimika saat ini adalah mereka yang dikategorikan orangtuanya tidak mampu.

Ini menyulitkan mereka untuk kembali sementara mereka yang orangtuanya mampu, sudah kembali ke kota studi masing-masing dengan biaya sendiri.

"Kami tidak tahu mau mengeluh ke siapa lagi sehingga kami datang ke DPRD supaya kami dibantu bagaimana solusinya agar bisa kembali sekolah dan kuliah. Kami sudah ke bagian SDM tapi tidak direspon dan tidak ada kepastian," ungkapnya.

Hengki Omabak, Mahasiwa Manajemen Semester V di salah satu universitas di Manado kepada anggota DPRD, senada juga menyampaikan hal yang sama.

Ia bahkan mengatakan mereka berapa kali ingin bertemu dengan Kabag SDM Setda Mimika namun selalu tidak menemukan jalan keluarnya.

“Awalnya kami berharap mereka perhatian dan peduli dengan keadaan kami tapi selalu sama, tra ada perhatian jadi kami datang ke sini meminta jalan keluar untuk masa depan kami," ungkapnya.

Kedatangan mereka ini disambut Ketua Komisi C Elminus Mom dan sekretaris Saleh Alhamid. Komisi ini membidangi pendidikan, kesehatan, infrasturkutur dan perhubungan.

Elminus mengakui bahwa keadaan saat itu tidak mudah dilalui oleh semua pelajar dan mahasiswa Papua termasuk asal Mimika. Siapapun tidak ingin mengalami situasi tersebut.

Ia mengakui bahwa mereka harus kembali ke Timika dengan segala konsekuensi yang ada namun bukan menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan niat baik mereka untuk ingin kembali melanjutkan pendidikan mereka.

Pemerintah diminta untuk lebih bijak melihat persoalan ini karena berhubungan dengan masa depan generasi muda negeri ini.

Jika diabaikan, mereka akan mudah terjerumus dengan pengaruh lingkungan yang pastinya berdampak pada masa depan yang suram.

"Mereka ini anak-anak kita. Kalau bukan kita yang kasih perhatian, siapa lagi? Kita tidak bisa abaikan masa depan mereka begitu saja. Yang sudah terjadi tidak sepenuhnya jadi kesalahan mereka juga, ini semua karena keadaan saat itu. Kami akan fasilitasi agar mereka bisa ketemu dengan bagian SDM dan kita sama-sama harus cari jalan keluar untuk masa depan mereka," ungkap Elminus Mom, mantan ketua DPRD Mimika. (Rafael)

Top