Pendidikan

Selama 14 Hari Tidak Boleh Ada Guru yang Berkunjung ke Rumah Siswa

 

Sosialisasi dilakukan di SMPN 2 Timika

MIMIKA, BM

Penyebaran covid-19 di Mimika yang setiap harinya terus meningkat membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengambil sikap tegas bahwa selama 14 hari ke depan tidak ada lagi guru yang berkunjung ke rumah siswa.

Pasalnya, ada beberapa sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan melakukan metode guru kunjung ke rumah-rumah siswa.

Mengingat pentinganya hal tersebut, maka Dinas Pendidikan Mimika melakukan sosialisasi kepada kepala-kepala sekolah yang berlangsung di SMPN 2, Senin (21/9).

Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika, Marten Kanna saat diwawancarai mengatakan, sesuai arahan kepala dinas pendidikan, Mimika akan melakukan PSDD setelah.

"Tidak boleh lagi ada guru kunjung bahkan guru yang datang ke sekolah juga nanti maksimal hanya 25 persen yang lain itu bekerja dari rumah," tutur Marten.

Karena tidak ada metode guru kunjung maka Marten mengatakan solusinya nanti akan diatur oleh kepala sekolah. Artinya kepala sekolah yang akan membagikan tugas ke orangtua murid.

"Teknisnya nanti diatur kepala sekolah, intinya tidak boleh berkumpul, orangtua yang datang ke sekolah pun harus satu persatu untuk ambil tugas dan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Katanya, pada pertemuan tadi ada beberapa kepala sekolah yang sempat mengeluhkan kehadiran guru hanya 25 persen.

"Tapi apapun yang terjadi ini keadaannya emergency sesuai arahan maka kita semua akan bekerja sama untuk menerapkan dan tetap menjalankan pendidikan. Yang penting siswa tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Kepada orang tua juga ini menjadi tanggung jawab kita bersama sehingga peran orang tua juga menjadi penting," ungkapnya. (Shanty)

Sambut HUT Himpaudi XV, TP-PKK Mimika Anjangsana Ke TK Simon Petrus

Foto bersama anak-anak TK Simon Petrus bersama Ibu-ibu PKK

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati HUT Himpaudi XV, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika anjangsana atau berkunjung ke Taman Kanak-kanak (TK) Simon Petrus Kelurahan Kwamki Baru, Senin (24/8).

Kegiatan anjangsana tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah bantuan dari TP-PKK Kabupaten Mimika kepada TK Simon Petrus berupa perlengkapan sekolah dan masker.

Masker dibagikan tidak hanya kepada para murid tetapi juga untuk orang tua murid dan tak lupa peralatan untuk mencuci tangan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika Ny. Kalina Omaleng yang juga menjabat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Mimika dalam sambutannya mengatakan bahwa selama ini TP-PKK Kabupaten Mimika sudah mempunyai TK dan PAUD binaan yakni PAUD Noken.

PAUD ini berada di kawasan Kesehatan Dalam, Kelurahan Timika Indah dan sudah berjalan selama 5 tahun lebih untuk mendidik dan membina anak-anak, terutama anak-anak asli Papua.

"Kami datang untuk bisa melihat perkembangan PAUD di Timika. Menurut saya kita harus merangkul semua anak-anak tanpa membeda-bedakan, karena mereka semua berhak untuk mendapatkan pendidikan. Semoga ke depannya kami juga bisa memberikan bantuan untuk kemajuan kegiatan belajar mengajar," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Robert Wattimena mengucapkan rasa terimakasih kepada TP-PKK Mimika yang telah mengunjungi TK Simon Petrus.

"Kita tahu saat ini bukan hanya di Timika namun seluruh dunia bukan sedang mengantisipasi corona. Kita diajarkan untuk hidup sehat. Kita jaga diri juga menjaga orang lain. Semoga TP-PKK Mimika berjaya selalu dalam melayani masyarakat," harapnya.

Senada dengan itu, Ketua Himpaudi Kabupaten Mimika, Meisini Susilawati mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar pendidikan PAUD di Mimika terus meningkat, mengingat pendidikan sejak dini sangatlah penting untuk membentuk mental dan kepribadian seorang anak.

"Terimakasih kepada TP-PKK Mimika yang telah berkenan bergandengan tangan dengan kami. Januari kemarin kami baru dilantik dan kami langsung didukung secara moril. Ini sangat luar biasa," tandasnya. (Elfrida)

Perpustakaan Daerah Sepi Pengunjung

Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yakop Jansen Toisuta


MIMIKA, BM

Suasana di ruang baca Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika tidak terlihat seperti hari-hari sebelumnya. Pasalnya, sejak Mimika dilanda Covid-19, instansi ini sepi dari pengunjung yang biasanya datang membaca dan meminjam buku.

Kepala Dinas Yakop Jansen Toisuta saat diwawancarai di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, mengakui bahwa walau baru dibuka kembali usai penerapan Pra New Normal namun keadaan ini masih tetap sama.

"Jarang sekali ada pengunjung yang datang, walaupun ada tapi tidak seberapa. Sebelum pandemi satu hari itu bisa 20-25 yang datang berkunjung," ungkapnya.

Kondisi ini menurut Toisuta akan berlangsung lama apalagi saat ini semua sekolah memberlakukan sistem belajar mengajar via online.

"Kemarin sesudah Pra New Normal yang datang hanya mahasiswa UTI juga ada mahasiswa lain termasuk beberapa anak sekolah tapi tidak begitu banyak," ujarnya.

Keadaan ini membuat program mereka untuk meningkatkan minat baca buku bagi masyarakat Mimika terutama pelajar dan mahasiswa ikut terhambat.

"Konsen kami salah satunya menumbuhkan minat baca terutama untuk anak-anak SD karena harus dari usia dini. Kalau SMP dan SMA sebenarnya kembali ke karakter masing-masing dan bagaimana sekolah membantu membentuk mereka dalam menumbuhkan minat baca. Harapan kami covid ini segera berakhir agar situasi normal sehingga apa yang menjadi konsen program kami dalam mendatangi sekolah secara langsung bisa berjalan dengan baik," harapnya. (Shanty)

Top