Pendidikan

Terapkan Protokol Kesehatan Sekolah YPJ Kuala Kencana Laksanakan Wisuda Virtual

Para siswa yang diwisuda menikmati kelulusan via virtual

MIMIKA, BM

Meski dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini, namun bukan menjadi pengahalang agar kelulusan tidak dilaksanakan.

Wisuda kelulusan 95 siswa Sekolah Menengah Pertama di Kuala Kencana, Senin (8/6) digelar secara virtual atau online untuk menghindari kerumunan masa saat acara pelepasan.

Walau secara daring namun wisuda ini tetap memiliki makna serta kegembiraan untuk dirayakan, walau berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksanaan wisuda ini berlangsung melalui platform online pada aplikasi google yang dilakukan di laboratorium komputer.

Jika biasanya satu persatu siswa dipanggil di atas panggung, kali ini satu persatu foto siswa ditampilkan melalui layar sesuai urutan.
 
Prosesi wisuda kali ini berbeda dengan wisuda-wisuda angkatan sebelumnya, dimana ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan secara online.

Di sekolah beberapa guru mengikuti wisuda dari ruangan masing-masing sedangkan siswa dan orang tua mengikuti dari rumah.
 
“Wisuda ini disaksikan juga para orang tua dan murid melalui aplikasi online, meski berbeda dari wisuda tahun-tahun sebelumnya namun wisuda ini berlangsung lancar dan penuh kesan tersendiri bagi para siswa hingga para pengajar,” kata Nursalim Kepala SMP YPJ Kuala Kencana.
 
Dari ruang Kepala Sekolah, Nursalim juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PT Freeport Indonesia yang telah banyak membantu terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran di Sekolah YPJ, sehingga sekolah tetap bisa melakukan proses pembelajaran selama masa pandemi Covid 19 ini.

“Beberapa bulan kedepan, sekolah akan memasuki tahun ajaran baru. Jika pandemi ini masih berlangsung, sekolah tetap melaksanakan proses pembelajaran secara daring atau online. Kami mohon kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari orang tua murid, komite sekolah dan pihak perusahaan PT Freeport Indonesia untuk bersama-sama membantu proses pembelajaran agar tetap berjalan baik dan lancar sesuai yang diharapkan semua pihak,” harap Nursalim.
 
Pada kesempatan yang sama, Abidin Nur Rahmat selaku Kepala Kampus YPJ Kuala Kencana melalui sambungan video conference mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembelajaran online di lingkungan sekolah YPJ Kuala Kencana sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar.

“Terima kasih secara khusus disampaikan kepada menejemen PT Freeport Indonesia dan komite sekolah yang telah mendukung dalam segala kebutuhan proses pembelajaran ini,” ungkapnya
 
Abidin juga secara khusus menyampaikan pesan kepada seluruh siswa yang pada hari ini mengikuti wisuda secara virtual.

“Untuk semua siswa, meskipun pada hari ini kalian hanya bisa mengikuti wisuda secara virtual, namun tetap semangat dan kalian telah membuktikan walaupun pada semester ini banyak tantangan dan harus mengikuti proses pembelajaran dari rumah masing-masing namun hasilnya sangat memuaskan. Kedepan kalian mungkin akan menemukan tantangan-tantangan yang lebih dari yang sekarang dialami namun yakinlah bahwa semua bisa dijalani dengan baik dan yakin akan berhasil,” pesannya.
(Hendrikus/red) 

Hadapi New Normal, Sistim Belajar Mengajar Di Sekolah Akan Berubah

Ilustrasi penerapan New Normal di sekolah (Foto : Google)

MIMIKA, BM

Suka atau tidak suka, Kabupaten Mimika saat ini harus mempersiapkan diri untuk mulai terbiasa menerapkan dan mengikuti gaya hidup baru atau lebih trendi dikenal dengan sebutan Kenormalan Baru (New Normal-red).

Perubahan gaya hidup akibat pandemi Covid-19 ini sudah jelas akan mempengaruhi semua sendi kehidupan termasuk kehidupan belajar mengajar di sekolah.

Untuk menghadapi New Normal, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika akan merubah atau memperbaiki sistem belajar mengajar di sekolah yang mengacu pada protokol kesehatan guna menyelamatkan para murid dari penularan virus ini.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany saat dihubungi BeritaMimika, Senin (1/6) mengatakan bahwa yang paling dikhawatirkan dari penerapatan New normal adalah penularan Covid-19 terhadap anak-anak di sekolah.

Oleh karena itu, Jenny mengatakan konsep dan skenario New Normal di sekolah pun sangat penting untuk dirumuskan.

"Kami akan memperbaiki sistem belajar di semua sekolah mulai dari mengatur jam istirahat, jarak tempat duduk siswa dalam kelas, jumlah mata pelajaran setiap hari serta akan menghilangkan kebiasaan bersalaman dengan guru saat masuk kelas maupun saat pulang. Kita akan berlakukan sistem yang akan mengikuti alur Covid-19 ini sehingga anak-anak tidak ketinggalan dan kita tetap berpedoman pada protokol kesehatan,” tutur Jenny.

Jenny mengatakan ada banyak hal yang akan diperbaharui setelah Covid-19 ini agar semua bisa berjalan dengan baik. Termasuk membatasi daya tampung setiap sekolah sebagaimana prosedur yang berlaku serta mewajibkan semua siswa dan guru menggunkan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah belajar.

Selain itu akan diatur pula juga jam masuk dan pulang antar kelas yang diberlakukan berbeda supaya anak-anak tidak berkerumun saat tiba di gerbang sekolah serta saat akan pulang.

Ia juga mengatakan fasilitas untuk mencuci tangan dengan sabun juga harus diperbanyak oleh sekolah agar tidak terjadi antrean anak-anak yang akan mencuci tangan.

“Ini yang akan kita tindaklanjuti semua, mekanisme dan syarat jelasnya kita masih menunggu keputusan dari Kemendikbud baru kita persiapkan dengan baik juga di Kabupaten Mimika. Semoga semua bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya. (Shanty

Bagian SDM Setda Mimika Tidak Berikan Bantuan Covid-19 Kepada Mahasiswa

Kepala Bagian SDM Setda Mimika, Hengki Amisim (Foto Google)

MIMIKA, BM

Kepala Bagian Badan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika, Hengky Amisim menegaskan bahwa pihaknya tidak mengelola bantuan Covid-19 untuk mahasiswa.

Amisim menegaskan hal ini karena banyak pihak menuntut OPD ini untuk memberikan bantuan Covid-19 kepada mahasiswa-mahasiswa yang berada di kota studi di luar Mimika.

“Yang ada di kami adalah bantuan pendidikan. Masyarakat dan mahasiswa jangan salah artikan ini. Kalau mau bicara bantuan Covid-19, silahkan hubungan tim yang sudah dibentuk pemerintah,” ungkapnya kepada BeritaMimika, Selasa (12/5).

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan bantuan beasiswa pun masih tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja ada beberapa hal mendasar yang jadi perhatian instansinya terkait dengan pembayaran nanti.

“Kami tidak akan berikan bantuan kepada mahasiswa yang tidak kuliah, tidak berada di tempat studi termasuk yang lakukan eksodus banyak-banyak dan saat ini masih ada di Mimika. Mereka tidak akan dapat bantuan pendidikan,” tegasnya.

Ia mengatakan, seharusnya di bulan-bulan ini Bagian SDM Setda Mimika melakukan monitoring ke kota-kota studi untuk melihat kondisi dan perkembangan para mahasiswa namun hal ini urung dilakuan karena pandemi Covid-19.

“Kondisi dan keadaan saat ini tidak menjamin. Jadi kami lakukan komunikasi dengan pengurus di kota-kota studi untuk mengumpulkan data terkini para mahasiswa karena ada yang sudah tidak kuliah termasuk banyak yang masih di Mimika dan ada juga yang sudah selesai. Jadi proses saat ini kami rampungkan pengeditan data terbaru dengan bukti-bukti di lapangan,” jelasnya.

Hengky juga menegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak akan diberikan kepada mereka yang juga terdaftar dalam beasiswa YPMAK. Hal ini mengacu pada kesepakatan bersama Pemerintah Daerah melalui Bagian SDM dan YPMAK (saat itu LPMAK) pada 28 Desember 2019.

“Bantuan ini lebih diutamakan kepada mereka yang melakukan pembiayaan sendiri. Jika memungkinkan baru kami berikan bantuan sedikit buat yang dibiayai LPMAK karena mereka juga tanggungjawab pemerintah daerah. Tahun kemarin kami berikan bantuan pendidikan kepada 1000-an mahasiswa. Tahun ini 900-an. Kalau kita ikuti kesepakatan Pemda dan LPMAK maka mungkin hanya 500-an yang dapat bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Terkait dengan pembayaran rumah sewa atau kontrakan mahasiswa Mimika di kota-kota studi, Hengki Amisim mengatakan ada yang sudah dibayarkan namun ada pula yang sedang diproses.

“Menyangkut kontrakan, pemda sudah angarkan beberapa kota studi. Tidak semua bisa diproses saat ini karena prosesnya agak sulit. Dulu kami datangi langsung, buat kesepakatan dengan pemilik rumah langsung dibayarkan namun kondisi hari ini semua komunikasi melalui telepon dan email,” ujarnya.

“Sebagian juga akan dimasukan dalam anggaran perubahan karena kemarin tidak semua diakomodir. Jadi kami harap ade-ade mahasiswa bersabar karena prosesnya sedang berjalan, apalagi situasional saat ini. Kami juga sudah lakukan komunikasi dengan beberapa pemilik rumah,” jelasnya.

Kepada para mahasiswa, ia mengingatkan agar tidak menjadikan asrama atau rumah kontrakan sebagai tempat pacaran apalagi sampai tinggal sekamar dengan lawan jenis. Itu merupakan tempat belajar, bukan tempat membuat anak.

“Ini ada dan terjadi di beberapa kota studi. Kontrakan yang pemda sewa itu bukan tempat kawin. Makanya anak-anak yang tinggal di asrama kadang nilai mereka berbeda dengan yang di kos. Kenapa? Karena tinggal sama-sama, ada yang dengan pasangan jadi mereka tidak belajar. Kami sudah perhatikan keadaan ini di beberapa kota studi dan kami akan ambil tindakan tegas ketika kami monitoring nanti jika situasi semakin membaik,” ungkapnya. (Ronald)

Top