90 Kambing Didatangkan Dari Tual, 117 Sapi Dari Sorong

Puluhan hewan kambing didatangkan dengan KM Pesona 

MIMIKA, BM

Jelang 10 hari Lebaran Idul Adha, sebanyak 90 ekor kambing didatangkan dari Tual menggunakan KM Pesona pada Sabtu (10/7).

Sebelum diserahkan ke pemiliknya, puluhan sapi kambing ini diperiksa oleh Karantina Pertanian Timika Wilayah Kerja Pelabuhan Pomako.

drh. Tigor Kondang Wahyuni, penanggung jawab Wilker Pelabuhan Pomako kepada Berita Mimika mengatakan, pejabat karantina melakukan pemeriksaan kelengkapan Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-11), pemeriksaan fisik dan kesesuaian jumlah.

Setelah pemeriksaan dilakukan pangambilan sampel darah untuk uji Brusellosis dengan mengunakan Metode Uji Rose Bengal Tes (RBT).

"Karantina Pertanian Timika berkomitmen memberi pelayanan Prima, untuk sertifikasi dan jaminan kesehatan bagi lalu lintas komoditas pertanian. Peningkatan frekuensi dan jumlah pemasukan hewan ternak seiring dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha," ungkapnya.

Sebelumnya pada Senin lalu, sebanyak 117 ekor sapi juga didatangkan dari Sorong menggunakan KM. LCT Jesslyn yang telah dimodifikasi demi memenuhi animal welfare.

Setelah tiba di Pelabuhan Pomako, dilakukan pemeriksaan kebenaran isi dokumen dan fisik. Hasilnya, persyaratan telah terpenuhi dan dibayatakan telah sesuai dengan sertifikat kesehatan hewan.

"Sapi yang datang ini, sudah dilengkapi Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-11). Hasil uji laboratorim dari karantina asal yang menerangkan sapi dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala penyakit hewan menular dan bebas dari penyakit brucellosis," tutur Hermanto, Paramedik Karantina Hewan.

Diperkirakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, akan terjadi peningkatan pemasukan hewan kurban ke wilayah Timika. Pemasukan hewan-hewan tersebut masih akan terus berlangsung hingga mendekati Idul Adha.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan), Yosefina Sampelino saat ditemui mengatakan, pemeriksaan hewan kurban wajib dilakukan.

"Sejauh ini tidak ada kendala karena sudah merupakan kegiatan tahunan terutama untuk memastikan bahwa hewan-hewan kurban yang tersedia untuk Kabupaten Mimika dalam rangka perayaan Idul Adha memang layak dan telah memenuhi segala persyaratan," jelas Yosefina.

Katanya, hewan kurban selama ini masih didatangkan dari luar karena jumlah hewan kurban di Mimika sangat terbatas dan belum dapat memenuhi permintaan.

"Jadi sejak 2020, kami sudab mulai mendistribusikan bibit-bibit sapi. 5-10 tahun ke depan Mimika akan punya sendiri sehingga kita tidak akan kesulitan mendatangkan lagi dari luar," ujarnya.

"Biasanya kebutuhan hewan kurban setiap tahun itu 350 ekor. Makanya sekarang ini kami kembangkan populasi hewan kurban di Mimika supaya nanti bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Mimika," ungkapnya. (Shanty)

Top