Refleksi Minggu Palma : Berikanlah Dirimu Dan Semua Yang Engkau Miliki Kepada Tuhan Karena Ia Membutuhkanmu

Arak-arakan Minggu Palma, (10/4) diikuti ribuan umat Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan 

MIMIKA, BM

Gereja Katolik pada Minggu (10/4) merayakan peristiwa suci Yesus memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai dan dieluh-eluhkan sebagai raja.

Kisah ini merupakan  merupakan peristiwa mengenang sengsara wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus yang dirayakan setiap tahun oleh umat Katolik di seluruh dunia. 

Perayaan minggu palma di Gereja Santo Stefanus Sempan ini diawali dengan pemberkatan daun palma yang dilakukan oleh Pastor Maximilianus Dora OFM di SD Santa Maria.

Setelah pemberkatan daun palma, arak-arakan dilakukan menuju Gereja Santo Stefanus Sempan diikuti ribuan umat Katolik.  

Dalam khotbahnya, Pastor Maxi mengingatkan umatnya bahwa pada peristiwa ini, Yesus memasuki Yerusalem dan diarak sebagai raja damai. Misi utama dari kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini adalah membawa cinta bukan kebencian.

Yesus membawa kegembiraan bukan penderitaan, Ia membawa damai bukan perang, Ia menghasilkan pembangunan bukan kehancuran dan membawa kehidupan bukan kematian.

"Kalau di dunia ini masih ada kebencian dan permusuhan, kekerasan dan peperangan, penderitaan dan kehancuran, kesengsaraan dan kematian maka itu semua bukan misi Yesus," ungkapnya.

Produk cinta diri, egois dan ingin berkuasa adalah musuh terburuk dari kemanusiaan. Dalam beberapa cara, egois dan kemauan untuk berkuasa berada pada akar dari setiap konflik dan penderitaan serta kesengsaraan.

"Yesus datang ke dunia untuk membawa perdamaian dan cinta. Untuk membawa dan melaksanakan misi perdamaian dan cinta ini, Tuhan Yesus membutuhkan dan memerlukan sesuatu dari kita terutama diri kita sendiri," ujarnya.

Tuhan Yesus menghendaki semua umat  bukan sekedar untuk menunggu dan mau masuk surga melainkan untuk membantuNYA dengan mulai membuat dunia ini menjadi sesuatu yang tepat di mana keadilan merajalela dan semua umat saling mencintai dan mengasihi satu sama lain.

"Tuhan Yesus memerlukan kita untuk menjadi tanganNYA yang mampu mengubah dunia. Ia meminta kita menjadi kakiNYA untuk  mengantar dunia ini kepadaNYA," jelasnya.

"Ia meminta kita menjadi otak dan pikiranNYA untuk merenungkan dan memikirkan serta merencanakan semua persoalan manusia di dunia ini. Ia ingin kita mendengarkan suara Allah dan mendengarkan jeritan-jeritan manusia dimana kita berada dan mengabdi," ungkapnya.

Yesus ingin hati umatnya mencintai sesamanya dengan sederhana dan apa adanya. Ia ingin umatnya menjadi penyalur dan perpanjangan karya Tuhan di dunia untuk menyelamatkan manusia di muka bumi ini.

"Terutama di keluarga kita dan tanah Mimika yang kita cintai ini. Sebab itu, berikanlah diri kita kepada Tuhan. Biarlah Tuhan memerlukan dan mempergunakan diri kita untuk membangun damai dan membawa damai kepada semua manusia," ujarnya.

Selain diri sendiri, Tuhan juga memerlukan segala sesuatu yang ada dalam diri manusia, baik yang kita hasilkan maupun yang kita miliki seperti yang diberikan setiap orang yang disebutkan dalam bacaan injil hari ini.

Mereka tidak berkeberatan untuk memberikan harta miliknya kepada Tuhan. Pakaian mereka dihamparkan begitu saja di sepanjang jalan yang dilewati Tuhan Yesus. Daun-daun pohon yang mereka tanam dan pelihara dipotong untuk menyoraki Tuhan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem.

"Pendeknya, segala yang mereka miliki diberikan semuanya kepada Tuhan. Mereka berikan dengan sukarela dan senang hati. Semuanya mereka sediakan kepada Tuhan karena Tuhan memerlukannya," ujarnya.

Bila manusia membiarkan Tuhan memerlukan dan menggunakan segala yang dimiliki dan dihasilkan maka manusia akan bertanggung jawab terhadap segala harta milik atau harta kekayaan masing-masing.

"Kita tidak akan menyia-nyiakan segala sesuatu yang ada pada kita bila kita mempersembahkan semua itu kepada Tuhan karena Ia sangat memerlukannya," ungkapnya.

Pastor Max mengatakan, Tuhan Yesus sudah menyediakan dan memberikan banyak hal kepada manusia namun seringkali persediaan dan pemberian Tuhan disalahgunakan. 

"Misalnya Tuhan memberikan kita rezeki  lewat usaha namun kita gunakan uang itu untuk foya-foya dalam permainan judi atau minum mabuk. Kita tidak menggunakan uang tersebut untuk membeli makanan bagi keluarga atau membiayai sekolah anak," jelasnya.

Tuhan juga telah memberikan waktu kepada umatnya agar bekerja selama enam hari namun waktu itu diisi dengan banyak libur, mengangggur dan berleha-leha. Tuhan juga memberikan tanah namun tidak diolah sehingga tandus, ditumbuhi ilalang dan rumput.

"Inilah kelemahan manusia dalam hidup ini yaitu memanfaatkan segala anugerah pemberian Tuhan dengan salah. Kita berdosa bila kita memakai segala hal itu secara tidak manusiawi. Kita akan menderita dan tidak akan mengalami kedamaian bila kita berbuat jahat dengan semua pemberian Tuhan," terangnya.

Pastor Max berharap di momen Minggu Palma ini, umat Katolik menyerahkan diri dan segala yang dimilikinya kepada Tuhan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan baginya dalam kehidupan ini.

"Semoga hari minggu Palma ini atau pekan sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan ini, kita merefleksi kembali sejauh mana kita membiarkan diri dan harta kita diperlukan oleh Tuhan di dalam kehidupan kita masing masing," ujar Pastor Max kepada umat Katolik Sempan. (Ronald Renwarin)

 

 

Top