Pastor Paroki Gereja Katolik Sempan Lantik Panitia Pentahbisan 3 Pastor Dan 2 Diakon

Foto bersama Pastor Max dan Pastor Dago OFM bersama ketua Johannes Rettob dan anggota panitia pentahbisan 3 pastor dan 2 diakon pada perayaan misa kudus, Minggu (3/7/2022)

MIMIKA, BM

Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan, Pastor Maximilianus Dora OFM didampingi Pastor Daniel Edward Gobay OFM melantik Panitia Pentahbisan 3 pastor dan 2 Diakon dalam perayaan Misa ke-2 ekaristi kudus, Minggu (3/7).

Panitia yang dilantik ini nantinya akan mempersiapkan perayaan pentahbisan yang dilakukan oleh Uskup di Gereja Katolik St. Stefanus Sempan pada 16 Oktober 2022.

Ketiga pastor yang akan ditahbiskan pada Oktober nanti adalah Theodorus Yosep Tepa OFM (Mimika Wee), Enanuel Rikardus Buanglela Pr (Adonara) dan Riki Karol Yeunanan Pr (Kei) bersama dua diakon asal Toraja dan Moni.

Usai perayaan misa kudus dan pelantikan panitia, dilakukan acara ucapan syukur pentahbisan Pastor Daniel Edward Gobay OFM yang ditahbiskan 2 bulan lalu di Waena Jayapura.

Pastor yang akrab di sapa Pastor Dago ini pernah melaksanakan tugasnya di Gereja Santo Stefanus Sempan. Pada 2017-2018 ia melakukan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Gereja Sempan.

Kepada umat yang hadir, Pastor Dago mengatakan bahwa ia merasa bersyukur karena selama bertugas di Gereja Sempan, ia banyak belajar pada orang muda (OMK) dan kombas tentang pastoral di paroki.

"Saya sangat bersyukur diundang Pastor Max
untuk merayakan misa perdana di Gereja Sempan. Ini merupakan momen baik. Saya merasa senang dan bahagia bisa kembali ada di sini dan bertemu bapak ibu dalam suasana syukuran ini," ungkapnya sembari mengatakan bahwa ia kini bertugas di SKP di Sentani, Jayapura.

Sementara itu, mewakili dewan gereja dan umat Katolik Sempan, Johannes Rettob mengatakan bahwa umat Katolik Sempan bergembira dan bersukur kepada Tuhan atas tahbisan imamat Pastor Daniel Edward Gobay OFM.

JR mengatakan bahwa umat Paroki Sempan akan terus mendoakannya dan berpesan agar Pastor Dago tetap setia dalam panggilan imamatnya.

"Dulu kami panggil Frater Dago tapi sekarang kita sudah panggil Pastor Dago," ujar JR sembari mendapat tepukan tangan.

Ia juga mengatakan bahwa dari sekian banyak frater yang melakukan TOP di Gereja Sempan, sejauh ini hanya ada dua saja yang tidak menjadi iman.

"Dalam catatan saya hanya ada 2 frater OFM yang tidak jadi (pastor-red), yang lain semuanya jadi. Muda-mudahan selanjutnya jadi terus. Pastor Dago dua bulan lalu ditabis di Waena Jayapura. Ini merupakan satu bukti bahwa doa-doa dari kita dikabulkan Tuhan," ungkapnya.

Pada acara syukuran ini, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika yang juga sebagai Ketua Panitia Pentahbisan Pastor dan Diakon pada 16 Oktober nanti juga menyampaikan arahan ran wejangan kepada panitia bagaimana cara untuk mensukseskan kegiatan nanti.

"Kita semua sudah dilantik. Jadi bekerja dengan baik, dan tulus. Semua harus disiapkan dengan baik. Kita harus punya standar tinggi untuk acara ini karena ini demi nama gereja dan paroki kita. Pastor paroki sudah pasang badan dan kita sebagai umat harus siap untuk mensukseskan pentahbisan ini," ungkapnya.

Ia kemudian memberikan saran dan masukan awal kepada semua seksi yakni, liturgi, humas, perlengkapan, IT, dokumen, publikasi, konsumsi, usaha dana hingga sekretariat.

"Saya sudah siapkan design awalnya nanti kita semua kembangkan dalam group dan pertemuan nanti. Kita akan komunikasi lewat zoom jika ada ide dan ada hal-hal penting yang kita koordinasikan dan diskusikan. Setelah itu komunikasi selanjutnya adalah kita duduk bersama seperti untuk putuskan secara bersama," jelasnya. (Ronald Renwarin)

Top