Jhon Magal : Kepentingan Masyarakat Amungme Belum Tertera Dalam Buku Amdal

Selaku Amungme Nagawan (Presiden Adat) Lemasa, Menuel Jhon Magal saat memberikan keterangan pers kepada awak media

MIMIKA, BM

Presiden Adat Lemasa, Menuel Jhon Magal mengatakan bahwa kepentingan masyarakat Amungme belum tercantum dalam buku induk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Menurutnya Jhon, hal ini harus diperhatikan terkait dengan penambahan Amdal PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam pengoperasian pertambangan di Kabupaten Mimika.

“Dalam buku besar amdal, untuk kepentingan masyarakat Amungme tidak ada, namun untuk kepentingan dari Komoro sudah diamomodir,” ungkapnya kepada awak media diruang kerjanya, Kamis (3/2/2023).

Oleh karena itu, tegas Jhon, lembaga akan memafisilitasi perusahan dengan masyarakat dan negara agar kepentingan masyarakat Amungme harus masuk dalam buku induk amdal.

“Masyarakat juga tidak menolak dan kami dari lembaga juga tidak bisa menutup, ini menyangkut kepentingan orang banyak dan kita harus menghormati yang punya pertuanan di tempat itu," katanya.

Menurut Jhon, Lemasa tetap mendukung kepentingan perusahaan, masyarakat serta kepentingan serta negara.

"Jadi sekarang Lemasa akan jadi fasilitator untuk masyarakat. Lemasa akan aktif berbicara supaya kepentingan masyarakat bisa masuk dalam buku amdal. Kalau pertemuan dengan masyarakat itu sudah berjalan. Kami sudah mengetahui siapa yang punya hak pertuanan wilayah, jadi perwakilan semua hak pertuanan itu sudah ada , " ungkapnya.

"Jadi nggak bisa Lemasa bilang mewakili masyarakat tapi lemasa itu mediasi antara perusahaan dengan masyarakat. Itukan nanti duduk sama-sama sehingga bisa mengetahui dimana keinginan perusahaan seperti apa dan keinginan masyarakat itu seperti apa," katanya. ( Ignasius Istanto )

Top