Puncak Peringatan Nyepi, Umat Hindu Di Mimika Rayakan Dharma Santi Nyepi 1945

Foto bersama dengan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Puncak peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 tahun 2023 Masehi, umat Hindu di Mimika merayakan Dharma Santi Nyepi di Hotel Cartenz, Jumat (28/4/2023).
Kegiatan tersebut dihadiri Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama RI Prof.Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si, Plt Bupati Mimika Johanes Rettob, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Papua Tengah, I Dewa Sukawati.
Lainnya, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Kapolres Puncak AKBP I Nyoman, Ketua FKUB Mimika Ignatius Robert Adii serta ketua-ketua paguyuban di Timika serta tamu undangan.
Adapun Tema yang di usung adalah "Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia"
Sementaa Sub Temanya yakni "Dengan Semangat Persaudaraan, Kebersamaan dan Persatuan Serta Penguatan Moderasi Beragam Umat Hindu di Kabupaten Mimika Siap Sukseskan Pesta Demokrasi Menuju Indonesia Lebih Maju dan Sejahtera".
Perayaan Dharma Santi dihiasi dengan tari-tarian dan dilanjutkan dengan pembacaan Weda Wakya (Pustaka Weda) Pasraman Brahmacarya.
Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutan mengatakan, perayaan Tahun Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka ini harus diwujudkan dalam hidup bertoleransi.
"Toleransi ini penting, kita harus saling bersama. Mimika ini toleransinya sangat baik. Saat Natal umat muslim datang bersalaman. Sebaliknya Idul Fitri yang Kristen datang bersalaman," Kata Plt Bupati John.
JR meminta agar suasana seperti ini harus terus menerus dipertahankan, dimana umat Hindu harus menjadi garda terdepan.
Ia berharap semua elemen masyarakat harus saling mendukung dan dapat menghilangkan perbedaan dan ego.
"Jadilah Mimika rumah kita bersama dan terus pererat toleransi," Ujarnya.
Dikatakan Rettob, pemerintah akan berupaya memberikan perhatian yang sama bagi semua agama karena menurutnya, Mimika bisa menjadi rumah toleransi besar Nasional.
"Kami Pemerintah akan berupaya membantu membangun Pura. Selama ini bantuan hanya diberikan kepada gereja saja sehingga kedepan pemerintah juga akan membantu membangun Pura," tandasnya.
Sementara itu, Dirjen Binmas Hindu Kemenag RI, I Nengah Duija, mengapresiasi umat Hindu di Mimika atas terselenggaranya Perayaan Dharma Santi ini. Ia mengatakan Nyepi adalah rangkaian dari perjalanan manusia menuju tujuan akhir.
"Saya harap agar umat Hindu di Mimika tetap menjaga serta menjunjung tinggi toleransi umat beragama dan dapat menjadi bagian dari Pembangunan di Kabupaten Mimika," ujarnya.
Ketua PHDI Provinsi Papua Tengah, I Dewa Gede Sukawati, juga mengapresiasi terselenggaranya acara ini, meski jumlah umat Hindu di Timika belum terlalu banyak, namun mampu melangsungkan perayaan dengan meriah.
"Dharma Shanti dilaksanakan bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar umat beragama," Tutur I Dewa.
I Dewa menjelaskan dalam Agama Hindu ada empat guru yang multak dihormati yakni, pertama adalah Guru Rupa orang tua yang mana kasih sayangnya tidak pernah sirna.
Oleh sebab itu bagi yang orang tua masih ada agar jangan lupa memberi kabar kepada mereka supaya tidak menyesal dikemudian hari ketika mereka sudah tidak ada.
Kedua, adalag Guru Pengajian yang mana adalah pengajar di sekolah. Ketiga adalah Guru Wesesar yang mana pemerintah memberikan jaminan keamanan untuk warganya agar bisa berusaha dan bekerja dengan aman. Dan Keempat adalah Guru Swadiaye yakni guru yang memberikan kekuatan bagi umatnya.
Semetara itu, Ketua Panitia, AKP I Wayan Nurida dalam laporannya menyampaikan, beberapa giat yang dilakukan menyongsong Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Caka 1945.
Diantaranya adalah mengadakan rapat panitia sekaligus pembagian tugas terkait persiapan pelaksanaan Dharma Santi Nyepi tahun baru saka 1945 yang bertempat di Pura Mandhira Mihika Mandaloka serta melaksanakan kerja bakti bersama umat Hindu Kabupaten Mimika di area Pura Mandhira Mihika Mandaloka. (Shanty Sang)



