Terpilih Sebagai Duta Kebudayaan Papua Tengah 2023, Meilani Teniwut Ungkap Rasa Bangganya

Meilani Teniwut (tengah) bersama dua peserta perwakilan Papua lainnya
MIMIKA, BM
Kabupaten Mimika boleh berbangga karena salah satu putri terbaiknya berhasil lolos melalui proses seleksi yang diikuti oleh ratusan peserta melalui sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Yayasan Arunika Cipta Abadi.
Meilani Teniwut (20) merupakan Juara Favorit Putri Pariwisata Kabupaten Mimika tahun 2018.
Kecintaannya akan Tanah Papua terbentuk karena semasa kecil hingga besar ia menetap di kota Timika. Ia menempuh sekolah sejak di bangku SD hingga SMP di Yayasan Pendidikan Katolik Santa Maria, selanjutnya ia bergabung di SMAN 1 Mimika.
Kini, namanya tercatat sebagai salah satu mahasiswi di Presiden University Fakultas Humaniora dengan jurusan Komunikasi di Jakarta.
Semasa kuliah di mama kota itu ia terus membawa identitas diri dengan tetap bangga menjadi putri Papua. Ia kerap kali menggunakan logat Papua dalam berkomunikasi dibandingkan elu gue.
Bahkan, dalam channel Youtube President Media ia menyanyikan lagu Tatinggal di Papua dan sudah ditonton sebanyak 1.500 kali.
Tahun ini Meilani berhasil terpilih sebagai Duta Kebudayaan Papua Tengah dengan menyisihkan ratusan peserta.
Kepada BeritaMimika, Minggu (7/5/2023) melalui saluran telepon ia mengungkapkan perasaannya.
“Saya merasa beruntung dan bangga karena dapat lolos untuk masuk tahap finalis agar dapat membawa nama daerah tercinta yakni Provinsi Papua Tengah. Saya sangat bersyukur,” katanya.
Lanjutnya, sebelum terpilih ia harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari pendaftaran awal, tes tertulis dan tes kemampuan bahasa Inggris. Yang kemudian dilanjutkan dengan mengikuti tes wawancara secara daring melalui aplikasi zoom .
“Dua hari setelah ikut seleksi diumumkan lolos pada 25 April 2023. Puji Tuhan semua berjalan lancar. Saya dikirimkan undangan via whatsapp. Saya pun langsung membagikan kabar ini kepada ayah dan bunda saya. Finally, saya bisa masuk babak final nanti di Bali," ungkapnya.
Meilani menerangkan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Arunika Cipta Abadi, yang bergerak dan peduli untuk menciptakan pemuda pemudi bangsa Indonesia.

Milan saat bersama aktor Ari Sihasale dan isterinya Nia Zulkarnaen
Hal ini guna membudidayakan gagasan-gagasan budaya serta kebudayaan yang berada diseluruh lapisan masyarakat melalui integritas, semangat juang untuk mendelegasikan diri melaui budaya dan kebudayaan bangsa Indonesia dengan pola pikir madani dan moderat.
"Karena saya dari Provinsi Papua Tengah, tentunya saya harus mampu menguasai semua lapisan kebudayaan yang ada, terlebih daerah dimana saya dibesarkan yakni Timika,” tuturnya.
Anak dari pasangan Alexander Lakesubun dan Margaretha Rahawarin ini tengah mempersiapkan diri guna berangkat ke Bali pada malam final nanti. Sebelumnya, ia bersama rekan lainnya akan dikarantina selama satu minggu.
“Untuk itu saya sedang mempersiapkan semaksimal mungkin. Dengan berbekal ilmu pengetahuan, tarian, bahasa dan lainnya yang bersangkutan dengan budaya. Salah satunya adalah belajar bahasa Kamoro dan Amungme yang dilanjutkan dengan bahasa dari ibu kota provinsi papua Tengah, yakni Nabire,” ucapnya.
Ajang Duta Kebudayaan Nasional 2023 ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terlebih anak muda untuk bangga akan budaya Indonesia ditengah pesatnya perkembangan jaman dan keterbukaan informasi di era digitalisasi.
“Kita semua tahu ditengah perkembangan globalisasi ini berbagai budaya luar masuk dengan caranya sendiri. Itu tidak masalah namun, jika kita tidak mempertahankan identitas kita maka, budaya yang sudah di jaga oleh para leluhur dan orang tua kita akan hilang begitu saja. Setidaknya kita mampu untuk membuat budaya kita terkenal seperti budaya K-pop yang sedang tren di masa anak-anak muda ini," tegasnya .
Meilani menambahkan bahwa Indonesia sedang krisis budaya nasional di tengah arus globalisasi untuk itu penting berbenah diri agar bisa bangkit kembali.
"Saat ini kita Krisis budaya nasional Indonesia di tengah arus Globalisasi ini. Kenapa? Yah karena gencarnya arus globalisasi dengan diikuti hadirnya kecanggihan teknologi di dalam penerapannya yang menerpa Indonesia, membuat lahirnya peradaban Indonesia dibawa menuju kearah kehidupan dunia barat,” tandasnya.
“Lahirnya modernisasi di dalam masyarakat kita telah sedikit banyak merubah cara pandang dan pola hidup masyarakat, sehingga peradaban yang tercipta merupakan duplikasi budaya masyarakat barat yang cenderung berjiwa konsumtif dan hedonis," ujarnya mengingatkan.
Hal ini menjadi kado terindah baginya untuk tahun ini diusia genap 20 tahun yang jatuh bertepatan di Hari Pendidikan, 2 Mei.
Putri yang memiliki hobby menyanyi, membaca dan menulis ini mengajak para generasi muda untuk tidak meninggalkan identitas diri budaya Papua dimulai dari memperkenalkan makanan pangan lokal yakni papeda dan juga melalui tarian Papua.
“Ayo kita buat budaya kita lebih maju dan lestari lagi hingga harum di mana-mana. Kita bisa karena kita kreatif dan kita bisa karena kita muda. Salam Jiwa muda budaya,” pungkasnya (Elfrida Sijabat)



