Opening Ceremony Pra IYD Akan Digelar Di Gelael Hari Ini

Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Maximilianus Dora, OFM selaku ketua Komite Komisi Kepemudaan di Keuskupan Timika
MIMIKA, BM
Ratusan orang muda katolik (OMK) yang berasal dari lima dekanat yakni Mimika-Agimuga, dekenat Paniai, Kammu-mapia, Puncak Jaya, dan dekanat Teluk Cenderawasih serta pelajar berkumpul di Keuskupan Timika Sabtu (17/6/2023).
Mereka akan berjalan kaki ke pusat perbelanjaan Diana kemudian Jalan Budi Utomo menuju Jalan Hasannudin di Timika Mall. Setelah menyusuri jalan Yos Sudarso menuju Gereja Katedral Tiga Raja lalu finish di Gelael.
Di Gelael kemudian diselenggarakan opening ceremony defile Pra Indonesia Youth Day (IYD) yang direncanakan akan di mulai pukul 17:00 wit.
Demikian diungkapan Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Maximilianus Dora, OFM selaku ketua Komite Komisi Kepemudaan di Keuskupan Timika kepada Berita Mimika saat ditemui disela kegiatan.
“Opening ceremony defile, biasanya dalam skema umum yang diatur oleh Kom KMI kemudian disetujui oleh semua uskup di 38 keuskupan di Indonesia. Dimulai dari Live In kemudian ditutup dengan defile bersama, dilepaskan defilenya,” ungkapnya.
“Mereka akan berjalan berkeliling di kota Timika untuk memberitahukan masyarakat Mimika bahwa mereka ada. Sebentar ada misa bersama, lalu gong Kam, kemudian tiap perwakilan akan membuka Pra IYD ke-3 secara resmi di Gelael pukul 17:00. Kita tetap menunggu mereka sampai jam 18:00 lalu dimulai dengan misa dan ceremony pembukaan,” jelasnya.
Ia menuturkan kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Mimika sebagai tuan rumah pra IYD dan omk dari lima dekanat.
“Pembukaan nanti akan ada kegiatan sampai closing pada tanggal 21 ada misa penutupan di Eme Neme Yauware,” terangnya.
Pastor Max berharap bahwa orang muda harus menyadari bahwa gereja mencintai mereka dan gereja berusaha mencari upaya untuk merangkul anak muda agar memiliki jiwa spiritual dan karakter yang baik.
“Lepas dari pandemi ini mereka adalah tonggak masa depan gereja dan bangsa,” tandasnya.
Pastor Max menjelaskan bahwa IYD untuk pertama kali digagas oleh Paus Yohannes Paulus II pada tahun 1984 di Italia.
Kemudian berlanjut di Amerika Serikat dan dirasa kegiatan tersebut merupakan hal sangat bagus maka Asia turut melakukan hal serupa yang dilaksanakan di Thailand pada tahun 1999.
“Kemudian almarhum Mgr. John Philip Saklil terpilih sebagai Kom KWI. Beliau mencoba untuk menyakinkan para uskup seluruh Indonesia bahwa kegiatan IYD ini penting. Tidak mudah uskup merangkul, dan akhirmya pada 2012 Uskup berhasil menyelenggarakan IYD pertama di Sanggau, Kalimantan Barat,” jelasnya.
Lanjutnya, IYD II kemudian dilaksanakan di Keuskupan Manado pada tahun 2016 dan yang ketiga akan dilaksanakan di Palembang.
“Untuk Papua Youth Day kita sudah lakukan di Merauke. Bapak Uskup almarhum pada waktu itu meminta saya sebagai Kom Kep agar Regio Papua Youth Day II dibuat di Timika nanti akan diadakan 2025. Ini merupakan persiapan, kalau kita mantap di pra IYD maka saya yakin dan percaya 2025 Papua Youth Day akan dibuat sama seperti ini,” ungkapnya.
“Saya berterimakasih kepada bapa almarhum Uskup, rohnya walaupun sudah meninggal rohnya ada di komisi kepemudaan, tim pas keuskupan Timika dan di tangan OMK keuskupan Timika,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)



