Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan Dibuka, Bertepatan Dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Berlangsungya perayaan Ekaristi di Gereja Sempan
MIMIKA, BM
Setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Mimika, Gereja Santo Stefanus Sempan, kembali merayakan perayaan ekaristi kudus, Minggu (14/6).
Perayaan ekrasti yang dimulai kembali setelah hampir 3 bulan lamanya gereja ditutup karena pandemi corona, bertepatan momennya dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang diperingati oleh seluruh umat Katolik dimanapun berada.
Dalam khotbanya Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Maximilanus Dora, OFM mengatakan dalam keadaan normal, biasanya pada perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, dilakukan komuni pertama (sambut baru-red) di berbagai gereja.
"Dalam perayaan ekaristi, kita menyantap makanan dan minuman rohani sebab Yesus mengatakan tubuh-KU benar-benar makanan dan darahku-KU benar-benar minuman. Tubuh dan darah Yesus kita sambut dalam rupa roti dan anggur," ujarnya.
Sambung Pastor Maxi, Paus Yohanes Paulus II pernah menegaskan bahwa roti dan anggur bukan hanya sebagai unsur alamiah namun merupakan tubuh dan darah Kristus.
"Iman kita meyakini hal ini. Meskipun yang terlihat adalah roti putih tak beragi, namun Iman kita memastikan bahwa itu adalah tubuh dan darah Yesus. Itulah mengapa perayaan ekaristi begitu istimewa untuk kita semua," imbuhnya.
Ia mengatakan Yesus adalah roti hidup yang turun dari surga. Tubuh Kristus yang diberkati kepada umat untuk mendapatkan jaminan kehidupan yang kekal.
"Mari kita menjadikan roti ekaristi sebagai makanan istimewa yakni dengan sikap yang pantas dan disposisi hati yang baik. Rindukanlah selalu untuk menyambut-Nya setiap hari atau setiap minggu sekali. Dengan menyambut tubuh dan darah Kristus kita diingatkan bahwa Tuhan senantiasa mencintai, memelihara dan menjamin hidup kita. Tuhan hadir tidak secara fisik namun hadir secara sakramnetal," tandasnya.
Perlu diketahui, perayaan ekaristi di Gereja Sempan sangat memegang teguh penerapan protokol kesehatan.
Sebelum umat masuk di dalam gereja dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Wajah.
Jika didapati suhunya mencapai lebih dari 37,5 derajat maka umat akan di suruh kembali dan berdoa dari rumah.
Di depan dan kedua pintu samping Gereja Sempan, juga telah tersedia 20 titik kran air dan sabun pencuci tangan. Umat wajib mencuci tangan sebelum masuk ke gereja.
Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki, Pater Maxi OFM
Tempat kolekte untuk uang persembahan yang biasanya ada di dalam gereja juga dipindahkan ke luar. Umat yang membawa persembahan langsung dapat memasukannya ke tempat tersebut sebelum ke dalam gereja.
Di dalam gereja setiap umat wajib menggunakan masker dan membawa hand sanitizer, walau Gereja Sempan telah menyiapkan hand sanitizer di beberapa tempat dalam gereja.
Umat juga tidak diperbolehkan masuk seenaknya dan memilih tempat karena sudah ada petugas yang akan mengantar dan mengatur tempat duduk umat.
Kursi yang disediakan juga telah diberi garis berbatas sehinga satu kursi yang biasanya memuat 5-6 orang hanya bisa duduki oleh 2 orang secara terpisah (social distancing).
Saat menyambut sakramen kudus, pastor dan umat juga dibatasi dengan sekat pemisah. Batas jarak juga telah disediakan ketika umat akan melakukan komuni atau menyambut sakramen.
Perayaan ekaristi pada misa tadi pagi dihadiri sekitar 100 umat. Dari kapasitas gedung dan tempat duduk, Gereja Katolik Stefanus Sempan mampu menampung 2000 umat.
Namun di musim pandemi Covid-19 ini, kapasitas ruang gereja di setting sedemikian rupa sehingga hanya dapat menampung 670 umat.
Di masa pemberlakuan Pra New Normal ini, Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan yang biasanya tiga kali menjadi empat kali misa dalam seminggu.
Misa pertama diadakan hari Sabtu pukul 17.30 Wit. Sementara hari Minggu dibagi menjadi tiga yakni Misa I pukul 06.30 Wit, Misa II pukul 08.30 Wit dan Misa III pukul 16.30 Wit. Selama masa ini, anak-anak di larang ke gereja karena perayaan ekaristi saat ini hanya dikhususkan bagi orang dewasa.
Sebelum berkat perutusan pada perayaan ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus pagi tadi yang juga disiarkan secara live Streaming, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Maximilanus Dora, OFM juga memberikan sosialisasi kepada umat tentang bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar di tengah pandemi Covid-19 saat ini. (Elfrida)



