10 Sanggar Ikuti Pelatihan Anyam dan Ukir Suku Amor

Antusias para peserta saat mengikuti pelatihan

MIMIKA, BM

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah pelatihan ukir dan anyam.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (24/8) hingga Rabu (26/8) di Gedung Tongkonan di buka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Julianus Sasarari dan diikuti 10 sanggar di Timika.

Julianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, pelatihan mengukir dan menganyam merupakan kegiatan yang sangat strategis, mengingat Mimika memiliki kekayaan budaya bernilai kearifan lokal yang luhur serta memiliki ekspresi kebudayaan yang otentik dan beberapa lainnya yang merupakan hasil akulturasi.

Pelatihan mengukir dan menganyam ini merupakan wujud nyata bagaimana pemerintah daerah melibat aktifkan kelompok sanggar Mimika dalam mempertahankan dan mempromosikan budaya daerah.

Peserta pelatihan mengukir dan menganyam berasal dari kelompok sangkar, dalam hal ini merupakan bukti upaya melibatkan masyarakat asli Mimika dalam memamerkan hasil karya ukir dan anyam asli Mimika sehingga setiap peserta perlu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap kepada para seluruh peserta pelatihan ukir dan anyaman untuk semangat dan giat mempertunjukkan dan mempromosikan hasil karya masing-masing kelompok karena kegiatan ini pun sangat strategis dalam menyongsong kegiatan Pesparawi dan PON pada tahun 2021 nanti, ungkapnya.

Dikatakan, tujuan kegiatan pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah untuk mendorong dan menggerakan kelompok masyarakat dalam berkreativitas untuk menunjukkan hasil karya ukir dan anyam mengingat nilai-nilai kekayaan budaya leluhur.

Julianus berharap, melalui kegiatan pelatihan ini pemerintah dapat memberikan kesempatan bagi setiap kelompok masyarakat untuk berkompetensi di tingkat daerah sebagai usaha meningkatkan mutu dan kreativitas seni yang dimilikinya.

"Perlu saya ingatkan bahwa hasil dari pelatihan ini juga dapat menjadi bahan acuan bagi pemerintah untuk ditampilkan dan dipromosikan serta dipamerkan pada event Pesparawi dan PON tahun 2021 yang akan datang di Kabupaten Mimika,"ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Efraim Saria dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ukir dan anyam adalah untuk mendorong dan memacu masyarakat dalam berkreativitas dalam seni ukir dan anyam Suku Amungme dan Kamoro.

Memberikan kesempatan pada sangkar masyarakat untuk dibina di tingkat daerah sebagai usaha meningkatkan mutu seni yang dimiliki dan mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal Suku Amungme dan Kamoro secara regional nasional dan internasional.

"Peserta kegiatan ini berjumlah 80 orang yang berasal dari 10 sanggar di Timika, narasumber atau instruktur berasal dari tokoh masyarakat Mimika,"ungkapnya. (Shanty)

Top