Budaya

Ketua LPTQ Sebut Persiapan MTQ ke 30 Se-Tanah Papua Tinggal Finishing

Ketua LPTQ Kabupaten Mimika, Dwi Cholifa

MIMIKA, BM

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mimika terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 30 se-Tanah Papua yang tinggal 29 hari lagi, yaitu di tanggal 20 – 30 Juni 2024 mendatang.

Ketua LPTQ Kabupaten Mimika, Dwi Cholifah mengatakan persiapan menuju kegiatan MTQ ke-30 yang mana Mimika sebagai tuan rumah sudah memasuki tahap finishing.

"Kita tinggal menunggu pesertanya saja dari setiap kabupaten. Kalau sudah ada itu, kita bisa hitung konsumsi, kendaraan, tempat tinggal yang akan digunakan," kata Ketua LPTQ Mimika Dwi Cholifa saat ditemui di Sekretariat MTQ, Rabu (22/05/2024).

Dwi mengatakan bahwa sementara ini sudah ada sembilan kabupaten yang sudah mengirimkan jumlah pesertanya, yaitu Kabupaten Deiyai, Puncak Jaya, Yapen, Jaya Wijaya, Yahukimo, Maberamo Raya, Jayapura, Mappi dan Kabupaten Puncak Jaya.

Dari sembilan kabupaten itu sudah terdata jumlah pesertanya sebanyK 282 orang. Nantinya akan ada sekitar 700 orang peserta dari kurang lebih 20 kabupaten.

"Jadi masih ada setengah lagi. Nanti kalau semua sudah lengkap, tim akomodasi akan membagi mereka di setiap hotel. Setiap hotel itu akan ada dua kontingen apabila banyak kamarnya. Kalau kamarnya sedikit berarti satu kontingen saja," jelas Dwi.

Dikatakan, di tanggal 20 Juni hingga 21 Juni, itu adalah penjemputan kaffilah MTQ dari bandara dan langsung diantar ke hotel.

Selanjutnya akan diadakan pawai ta'aruf di lapangan pasar lama. Di sana semua kaffilah akan berkumpul bersama kerukunan-kerukunan, sekolah-sekolah, Ormas-ormas dan lainnya.

"Pawai ta'aruf itu Istilahnya ucapan selamat datang dari Pemda Mimika. Setelah itu, besoknya masuk lomba," katanya.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Dwi berharap agar semua masyarakat sama-sama menyambut, menghadiri, dan menyaksikan kegiatan MTQ ini di Emeneme dan di tempat lain yang sudah disiapkan.

"Saya harap semua bisa hadir dan memberi semangat kepada kaffilah Mimika agar juara sehingga nanti akan dikirim ke tingkat nasional yang berlangsung di Samarinda antara bulan Sepetember dan Oktober nanti,"pungkasny. (Shanty Sang)

Logo MTQ XXX se-Tanah Papua Didesain Orang Kristen



MIMIKA, BM

Logo Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX Tingkat Provinsi se-Tanah Papua didesain oleh orang Kristen melalui sayembara yang digelar pada Bulan Februari 2024 lalu dan diumumkan hasilnya pada tanggal 1 Maret 2024.

Pemenang sayembara tersebut adalah Restu Andry, pria kelahiran Makassar, 21 November 1984.

Sekretaris Umum Panitia MTQ XXX Tingkat Provinsi se-Tanah Papua, Abdul Syakir, menjelaskan icon logo MTQ merupakan dua garis yang membentuk Alqur’an terbuka dan menyerupai Pulau Papua. Kemudian siluet Kubah Masjid Agung Babussalam.

Sementara itu, garis-garis yang menyiratkan kontur alam Timika yang berada dibawa Gunung Nemangkawi, sedangkan warna kuning melambangkan kemakmuran.

“Yang mana Kota Timika sebagai salah satu penghasil emas terbesar di dunia perlambang Kota Timika, kota penghasil emas terbesar di dunia dan sebagai perlambang Kota Timika yang menjadi tempat pelaksanaan MTQ XXX se-Tanah Papua,” kTa Syakir saat rapat bersama tokoh lintas agama di Sekretariat Panitia di Jalan Hasanuddin, Senin (27/5/2024) siang.

Dikatakan, di logo itu juga ada Patung Mbitoro yang merupakan spesimen paling spektakuler dari seni ukir Suku Kamoro, yang dibuat dari batang dan akar pohon bakau, satu pohon utuh.

Selanjutnya tulisan MTQ dibuat bertekstur ukiran khas Kamoro.

“Menandakan Kabupaten Mimika sebagai tempat dilaksanakan festival keagaamaan Islam Indonesia se Tanah Papua ini,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Dukung Peresmian Gereja Aroanop, Ini yang PTFI Lakukan

Masyarakat bersukacita merayakan peresmian Gereja Ainggigi di Kampung Aroanop

MIMIKA, BM

Sebagai bentuk dukungan untuk membangun dan mengembangkan masyarakat di sekitar wilayah operasi, PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung peresmian Gereja Ainggigi di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

“PTFI mendukung pengiriman logistik sling load 65 ekor ternak babi ke Lembah Aroanop menggunakan helikopter jenis Mill Mi-171 dan bus untuk 312 warga Timika ke Tembagapura. Bantuan ini merupakan komitmen kami mendukung kegiatan adat dan kegiatan kerohanian masyarakat lokal di sekitar wilayah operasi,” kata Senior Vice Presiden Community Affair PTFI, Nathan Kum melalui rilis yang diterima BeritaMimika.com, Rabu (12/6/2024).

Nathan mengatakan bantuan ini merupakan komitmen PTFI mendukung kegiatan adat dan kerohanian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Aroanop, khususnya dalam mendukung kelancaran acara peresmian gereja yang telah dinanti-nantikan.

“Peresmian Gereja di Aroanop ini merupakan momen penting bagi masyarakat setempat. Gereja ini menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Menurut Nathan pengiriman ternak babi ini dilakukan dengan helikopter karena lokasi Ainggigi 2, Lembah Aroanop merupakan zona terbatas sejak tahun 2018 dan akses satu-satunya ke Kampung Ainggigi adalah menggunakan helikopter.

PTFI juga memberikan bantuan transportasi bus untuk mengantarkan tamu undangan dan masyarakat dari Timika ke Tembagapura.

Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke lembah Aroanop melalui lembah Waa.

"Kami berharap dukungan ini bermanfaat bagi masyarakat setempat dan membantu meningkatkan kualitas kehidupan mereka,” kata Nathan.

Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat Sasiel Abugau yang mewakili panitia dan tokoh masyarakat menyampaikan bantuan PTFI sangat memperlancar acara peresmian gereja.

Ia berharap bantuan dan kerja sama semacam ini bisa membantu masyarakat Amungme di wilayah Tsinga, Hoya dan Jila secara rutin.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian PTFI terhadap masyarakat Aroanop,” katanya. m

Katanya, pembangunan Gereja di Aroanop merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Dana pembangunannya berasal dari Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembang) tahun sebelumnya, serta swadaya masyarakat. (Red)

Top