Budaya

Rabu Abu : Puasa Umat Katolik Berbeda Dengan Agama Lain


Seorang Pastor di Gereja Katedral Tiga Raja Timika memberikan abu di dahi tiap umat Katolik sebagai tanda pertobatan (masa pra paskah)

MIMIKA, BM

Umat Katolik seluruh dunia menjalani masa prapaskah dimana selama 40 hari mereka berpuasa yang diawali dengan misa Rabu Abu pada 2 Maret 2022, hari ini.

Ritus religi ini juga dijalani oleh umat Katolik Gereja Katedral Tiga Raja Keuskupan Timika dengan mengikuti perayaan misa Rabu Abu pada pukul 07.00 Wit dan pukul 17.00 Wit.

Pada perayaan Rabu Abu ini, setiap umat Katolik baik orang dewasa maupun anak-anak diberi tanda salib dengan abu pada dahi oleh pastor sebagai tanda pertobatan dan percaya kepada Injil.

Kedua misa, baik pagi maupun sore hari ini, Rabu (2/2) dipimpin Pastor Amandus Rahadat Pr, Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja.

Dalam khotbahnya, Romo Amandus menegaskan bahwa puasa dan pantang dalam gereja Katolik, berbeda dengan apa yang dilakukan dalam tradisi agama lain.

Dalam tradisi Gereja Katolik, puasa tidak makan dan tidak minum bukanlah tujuan namun hanyalah sarana yang mengingatkan umat Katolik bahwa ada makanan lain yang lebih berharga dan bernilai yakni makanan rohani.

Puasa yang dilakukan juga sebagai bentuk solidaritas terhadap umat manusia lainnya di dunia yang sedang menderita karena kelaparan.

“Sebagai sarana, yang diutamakan bukanlah aturan-aturan seperti buang ludah, tidak makan ini, atau tidak makan itu. Puasa orang Katolik adalah orang-orang yang sudah dewasa dalam iman sehingga tidak perlu diperketat dengan aturan-aturan kecil. Cukup dikasih haluan-haluan umum saja,” terangnya.

Romo Amandus menegaskan bahwa panduan umum puasa orang Katolik adalah melakukan dan menggandakan hal-hal baik serta menghindari hal-hal jahat.

“Ini yang penting. Gereja tidak mengatur warganya degan aturan-aturan ketat yang kecil-kecil. Harus begini, harus begitu, tidak perlu. Orang dewasa tidak perlu diatur hal-hal kecil,” ujarnya.

Selain menyampaikan lagi bahwa dalil umum puasa orang Katolik adalah melakukan hal-hal baik dan menghindari hal jahat, Pastor Amandus juga mengatakan bahwa pada momen pertobatan ini, gereja ingin menyampaikan tiga hal kepada umatnya.

Hal pertama adalah memperbanyak perbuatan tindakan mati raga. Banyak hal yang sering menjadi kebiasaan kita, di masa pertobatan ini harus dikurangi.

“Kalau biasanya kamu merokok sehari 5 bungkus, maka di momen 40 hari ini usahakan hanya 2 bungkus sehari. Biasanya makan dalam jumlah yang banyak, harus dikurangi. Jaman sekarang ada orang yang menjadi hamba dari handphone. Dalam masa pra paskah ini semua harus dikurangi. Tidak gampang memang tapi Nabi Yoel pada bacaan pertama mengatakan koyaklah hatimu,” ungkap Pastor.

Kedua, di masa pra paskah ini perbanyaklah aktifitas doa. Berilah dirimu berdamai dengan Allah dalam berbagai hal.

“Contohnya hadiri misa harian, berdoa Angelus pada jam 6 dan 12, rajin melakukan doa harian, memulai segala atifitas dengan doa. Semua ini agar kita dapat membangun kembali hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Doa Angelus merupakan doa proklamasi Yesus sang Tuhan menjadi manusia,” terangnya.

Dan hal ketiga yang diingatkan gereja untuk umatnya pada masa pra paskah ini adalah memperbanyak amal kasih.

“Berbuat kasih kepada orang, tidak harus diketahui orang lain. Apa yang tangan kananmu berikan, tangan kirimu jangan mengetahuinya. Biarlah Tuhan yang melihat semua itu. Begitupun dengan berpuasa, jangan kamu berpuasa untuk dilihat orang. Di momen ini, saya mengucapkan selamat memasuki masa pantang dan puasa. Selamat bermati raga dan beramal bhakti,” ujar Pastor Amandus Rahadat Pr saat mengakhiri khotbahnya. (Shanty)

Kota Timika Masih Kotor, GAMKI Turun Bantu Bersihkan

Salah seorang anak kecil terlihat sedang menatap Wakil Bupati Johannes Rettob bersama GAMKI dan PMI yang sedang memungut sampah

MIMIKA, BM

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melakukan aksi bersih-bersih kota mulai dari eks pasar swadaya hingga depan SD Tiga Raja untuk menyambut perayaan hari ulang tahun pekabaran injil (HUT-PI) pada 5 Februari 2022 ke 167.

Selain GAMKI ada juga dari Palang Merah Indonesia (PMI) serta Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob yang hadir dalam kegiatan bersih-bersih kota, Kamis (3/2).

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob yang ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih ini memuji dan memberikan apresiasi terhadap apa yang ditunjukan GAMKI dan juga PMI.

"Gerakan ini sangat baik sekaligus menggugah masyarakat dalam rangka bagaimana masyarakat punya peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap kebersihan, peduli terhadap keindahan dan bagaimana Kota Timika ini kita jaga dengan baik," kata Wabup John.

Wabup John berharap, apa yang dilakukan oleh GAMKI ini menjadi titik awal agar masyarakat secara khusus umat kristen yang ada di Kabupaten Mimika lebih peduli dan memiliki hati terhadap kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kecintaan terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan berdampak pada menurunnya tingkat penularan penyakit. Selain itu juga memberikan rasa nyaman untuk semua.

"Apresiasi besar buat GAMKI Mimika dimana GAMKI sebagai pemuda kristen membuat suatu gerakan ini dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kristus bahwa mari kita bekerja untuk sesama, mengasihi sesama, cinta akan sesama dan mari kita bangkit pada diri kita sendiri menuju hari pekabaran injil setanah Papua. Selamat merayakan hari injil masuk Papua pada 5 Februari," ujar Wabup John.

Wabup mengakui kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Karena sampah di halaman sendiri dan sekitarnya kadang dibiarkan begitu saja, terutama di jalanan.

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah semata namun juga butuh kesadaran masyarakat.

Apalagi menurut Wabup John, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, sudah menyediakan fasilitas kebersihan seperti memberikan motor roda 3 kepada kelurahan serta menyediakan TPS-TPS.

"Hanya saja dana kita ini kita lebih besar bayar kepada pekerja-pekerjanya. Memang kalau kita hitung antara jumlah pekerja dengan luas Kota Timika itu tidak mampu sampai ke pinggir-pinggir jalan atau gang-gang," kata John.

Olehnya, Wabup John meminta peran lebih dari para RT. Sampah rumahan bisa dikondisikan dari rumah warga ke TPS yang sudah ditentukan oleh kelurahan ataupun kampung. Setelah itu, selanjutnya akan menjadi tanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup.

"Sebenarnya begitu. Tidak harus menumpuk-menumpuk di pinggir jalan begini. Makanya ini giatnya para RT. Saya harap supaya mereka menghidupkan kembali gerakan kebersihan di lingkungan. Kita lihat kan tadi masih banyak masyarakat yang menumpuk sampahnya di pinggir jalan," ungkapnya.

Ketua DPC Gamki Mimika, Donny Warobay mengatakan kegiatan bersih-bersih ini awalnya menggandeng beberapa kelompok yakni dari Cipayung dan PMI. Namun karena kesibukan dan lainnya, yang hadir hanyalah PMI.

"Saya selaku DPC GAMKI Kabupaten Mimika berharap bahwa kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang positif. Kita juga secara tidak langsung mengedukasi masyarakat untuk bagaimana menjaga kebersihan kabupaten ini," Tutur Donny.

Donny bertekad, ke depan jika ada kegiatan-kegiatan GAMKI lagi maka mereka akan lebih menitikberatkan pada gerakan membersihkan kota.

"Saya juga selaku ketua GAMKI mengucapkan terimakasih kepada Wakil Bupati John Rettob yang selalu memberi dukungan dan support kepada kami GAMKI dan hari ini beliau hadir bersama-sama dengan kami untuk melakukan kegiatan bersih-bersih, walaupun itu pungut-pungut sampah di pinggir jalan tapi kami merasa itu suatu hal yang baik dan positif untuk kita semua," ungkapnya. (Shanty)

Perayaan Syukur Misa Imlek di Rumah Wabup John, Dipimpin Dua Pastor

Suasana perayaan Misa Syukur Imlek di kediaman Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Keluarga Besar Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob melakukan perayaan Misa Syukur Perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili, Selasa (01/2).

Misa Syukur ini dipimpin dua pastor sekaligus yakni
Pastor Leonardus Ari Werdana SCJ dan Pastor Eduardus Sriyamto SCJ yang juga dihadiri oleh Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) di Timika bersama warga Timika lainnya.

Perayaan misa syukur yang dilakukan di kediaman Wabup John Rettob ini mengusung tema 'Hidup Dalam Tengah Sempurna ( Zhong Yong)' dan sub tema Kesejahteraan, kemakmuran serta kedamaian akan terwujud bila kita semua hidup harmonis, rukun dan toleransi dalam kebersamaan dengan sukacita.

Dalam khotbahnya, Pastor Edu mengatakan dalam Imlek, ada beberapa simbol yang selalu terpajang dan dilihat berwarna merah.

Dijelaskan, warna merah melakat dalam tradisi masyarakat Tionghoa, warna merah menggambarkan suka cita, kegembiraan dan kebahagiaan.

Makna Imlek bukanlah tangisan, ratapan, kesedihan, ataupun kegalauan namun Imlek selalu membawa kegembiraan, suka cita, kebahagiaan.

"Bahagia akan berkat Tuhan yang melimpah dalam kehidupan kita tentunya. Bahagia karena begitu banyak hoki dan berkat di tahun yang lalu, dan kita pantas syukuri di akhir tahun. Biasanya perayaan Imlek berlangsung hingga 15 hari," ungkapnya.

Ia mengatakan, hal paling melakat dalam tradisi Imlek adalah pemberian angpao. Angpao biasanya hanya diberikan di hari pertama, hingga hari keempat.

Puncak perayaan Tahu Baru China ini berlangsung hingga 15 hari atau biasanya disebut cakgome sehingga sukacita ini berlangsung selama setengah bulan.

"Tapi saya mau katakan kepada kita semua bahwa rasa syukur dan kebahagiaan kita itu disyukuri bukan beberapa hari tapi harus seterusnya," ujarnya.

Pastor Edu mengatakan, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam firman yang dibacakan, ia mengatakan bersukacitalah, bergembiralah, bahagialah, pikirkanlah yang baik, pikirkanlah yang berkenan di hadapan Tuhan.

Orang yang bersukacita tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan yang buruk, jelek atau memikirkan kekurangan orang lain yang berada di disekitarnya.

"Sehingga, mulai hari ini sampai Tahun Baru Imlek di tahun berikutnya cobalah buat hidup semua itu hari demi hari penuh dengan kebahagiaan dan sukacita," katanya.

Menurutnya, orang yang bersukacita akan memiliki berkatnya banyak, namun orang yang bersedih, orang yang selalu kecewa berkatnya sedikit.

"Maka untuk tahun shio macan air ini rejekinya atau hokinya akan mengalir banyak manakala sepanjang tahun macan air ini buatlah hidup penuh sukacita maka berkat Tuhan akan banyak," ujarnya.

Pastor mengatakan, makna dari setiap perayaan tahun baru adalah Tuhan selalu memberi kesempatan baru kepada semua orang dalam hidup ini

Dikatakan, Tuhan selalu memberikan kesempatan pertama, kedua, ketiga hingga keempat. Bahkan sepanjang tahun ini Tuhan akan memberikan kesempatan demi kesempatan dalam hidup kita, peluang demi peluang, perubahan demi perubahan.

"Sehingga kita sebagai orang yang beriman itu melihat kesempatan, peluang, hal baik itu agar kita berani mengambil setiap peluang dalam hidup kita. Coba kita buat mulai hari ini maka kita dapat lihat Tuhan itu selalu menyediakan peluang," tuturnya.

Ia mengatakan, ada hal positif yang dapat dipelajari dari warga Tionghoa. Menurut pastor, orang Tionghoa memiliki mata, pendengaran dan insting yang tajam dalam melihat setiap peluang dan kesempatan yang ada.

"Karena mereka selalu melihat peluang dalam hidup mereka. Dekat dan kerjasama juga ada peluang, bisnis pun juga melihat peluang, usaha pun juga melihat peluang. Jika kita tidak punya ketajaman dan keberanian untuk mengambil peluang, maka sebenarnya kita melewatkan apa yang Tuhan berikan," ungkapnya.

Dikatakan, perayaan Imlek bukan hanya tentang ritual kumpul keluarga namun utamanya adalah memberikan pengormatan kepada para leluhur dan berdoa kepada Tuhan.

"Maka hari ini adalah teladan yang diberikan kepada kita bahwa berkat yang kita terima, kesempatan, peluang yang kita ambil yang memberikan hoki kepada kita semua tiada lain berasal dari Tuhan dan ini harus kita syukuri," tuturnya.

Secara khusus, Pastor mengingatkan warga Tionghoa di Mimika bahwa setiap perayaan Imlek jangan lupa mengucap syukur kepada Tuhan karena karunia berkat dan kehidupan yang melimpah dariNya.

"Karena kalau orang yang tidak berterimakasih kepada Tuhan apapun yang ada padanya akan diambil dari padanya tetapi jika ada yang berterimakasih akan diberikan kepada orang itu," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didamping istrinya, Ibu Susy Rettob dalam sambutannya berterimakasih kepada semua yang sudah hadir dalam perayaan misa syukuran Imlek.

Wabup John dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak menyangka bahwa ternyata kursi yang disiapkan tidaklah cukup.

"Masih ada yang berdiri, tapi ternyata semua masih setia menemani kami, mengikuti misa syukur dari awal hingga akhir. Kami mohon maaf sebesar-besarnya," kata Wabup John.

Wabup juga mengatakan perayaan Imlek menandai ungkapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan atas segala kehidupan yang telah Tuhan berikan sepanjang tahun kerbau (2021) kemarin.

Wabup John menjelaskan, bahwa tahun ini merupakan tahun macan air. Tahun macan biasanya selalu hadir setiap 12 tahun namun macan air biasanya muncul kembali setelah 60 tahun.

"Dengan demikian saya juga tidak sadar dan berpikir bahwa saya tidak lagi muda. 60 tahun lalu saya lahir di tahun macan air dan saat ini ketemu juga di tahun macan air lagi," ujarnya.

Wabup John mengingatkan semua bahwa makna tahun macan air ini adalah sukacita dan kegembiraan. Apapun yang terjadi jangan pernah berhenti bersukacita, berbagi dan selalu tidak lupa untuk terus bersyukur kepada Tuhan.

"Macan katanya galak, tapi kalau macan air dia tenang-tenang mendayung. Jadi mudah-mudahan dalam tahun macan yang kita sudah jalani ini, sesuai dengan kepercayaan dari orang Cina bahwa kita harus terus hidup sukses, hidup damai, kita harus hidup harmonis untuk kita bisa mendapatkan kesuksesan dan keharmonisan," ungkapnya berpesan.

Sudah menjadi tradisi, pada momen ini, Wakil Bupati Johannes Rettob bersama Ibu Sudi Rettob memberikan angpao kepada cucu, semua anak-anak dan para pemimpin agama yang hadir. Keduanya juga mendapatkan angpao dari anak dan menantu mereka yang sudah bekerja  (Shanty)

Top