BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada Tinggi Gelombang

Prakirawan BMKG, Muhammad Inggit Rizki

MIMIKA, BM

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika menghimbau warga yang tinggal di daerah pesisir terutama para nelayan agar waspada terhadap gelombang tinggi.

Pasalnya, BMKG memprakirakan gelombang di perairan Agats-Amamapare selama beberapa hari ke depan akan berada pada posisi 1,25 sampai 2,50 meter dengan kecepatan angin 05 sampai 10 knots.

Namun khusus di wilayah Laut Arafuru bagian Timur akan terjadi angin kencang mencapai lebih dari 20 knot.

Menurut Prakirawan BMKG Timika Muhammad Inggit Rizki yang bertugas pada Selasa (10/8), gelombang dengan ukuran lebih dari 2,5 meter sudah digolongkan sebagai gelombang tinggi.

"Klasifikasi tinggi gelombang ada enam yakni 0,10 sampai 0,50 meter tergolong tenang, 0,50 sampai 1,25 meter tergolong rendah, 1,25 sampai 2,50 meter tergolong sedang, 2,50 sampai 4,0 meter tergolong tinggi dan 6,0 sampai 9,0 meter tergolong ekstrim," jelas Muhammad.

Pengaruh tingginya gelombang saat ini di perairan Agats-Amampare menurut penjelasan Muhammad terjadi karena pergerakan angin dari arah tenggara yang cukup kencang yakni 20 sampai 25 knot atau 40 sampai 50 kilometer per jam.

"Jadi memang harus waspada dalam minggu-minggu ini,” pesannya.

Sementara untuk curah hujan selama Bulan Agustus, menurutnya akan mulai menurun dari bulan sebelumnya. Karakteristis ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti. Dan akan kembali meningkat pada Januari 2022.

"Untuk tren sepanjang tahun, puncak hujan di wilayah Timika itu tinggi di Bulan Juni dan Juli. Agustus mulai berkurang sampai dengan akhir tahun. Nanti dari bulan Januari mulai meningkat lagi dan puncaknya itu Juni,” jelasnya.

Ia mengatakan hujan di Agustus ini hanya akan terjadi pada sore hingga malam hari saja, berbeda dengan Juli lalu yang bisa terjadi dari pagi hingga sore dan bahkan sepanjang hari.

"Untuk bulan-bulan ini hujan terjadi di sore hingga malam hari. Karena memang karakteristik wilayah Timika seperti itu karena ada efek orografis dari gunung. Jadi memang hujan di sore dan malam hari,” tuturnya.

Namun ia tetap meminta masyarakat untuk waspada terhadap petir dan angin kencang yang terjadi sebelum hujan dan saat hujan.

"Mungkin yang diwaspadai saat terjadi hujan petir,” ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top