Pegawai Djarum Mimika Bagi 120 Paket Sembako untuk Masyarakat
Sembako diberikan kepada mama-mama Papua yang sedang berjualan
MIMIKA, BM
Di saat seperti ini, perhatian orang yang berkecukupan terhadap mereka yang sangat kekurangan merupakan satu wujud nyata bahwa kepedulian terhadap sesama, apakah masih ada di kehidupan ini.
Bagaimana tidak, pengaruh pandemi Covid-19 jelas sangat terasa mengoyak kehidupan ekonomi banyak orang. Apalagi mereka yang penghasilannya berasal dari kerja serabutan, mereka yang bekerja hari ini, untuk hanya makan hari ini.
Di Mimika, perhatian seperti ini masih ada. Ini terbukti dengan banyaknya warga yang menunjukan kepedulian mereka dengan membantu meringankan beban sesamanya.
Sedari awal ketika Virus Corona mulai ditemukan di Mimika, secara pribadi, kelompok maupun organisasi kategorial hingga pemerintah daerah hadir ditengah masyarakat dengan menunjukan rasa solidaritas dan kemanusiaan untuk membantu sesamanya.
Salah satu perusahan rokok terbesar di Indonesia, yakni Djarum Cabang Mimika juga tidak ketinggalan menunjukan rasa simpati mereka.
Karyawan Djarum Cabang Timika melakukan patungan menyediakan 125 paket sembako (sembilan bahan pokok) yang kemudian disalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.
Pimpinan Djarum Cabang Timika Fauzan Muhammad kepada BeritaMimika, Senin (13/4) paket sembago yang mereka bagikan sudah diedarkan dalam dua hari yakni Sabtu dan Minggu.
“Hari Sabtu kami bagi 70 paket sembako kepada masyarakat di sekitar kota Timika, khususnya kepada tukang ojek dan warga yang kami nilai sangat membutuhkan. Hari Minggu kemarin kami lanjutkan membagi 50 paket kepada warga di Poumako, khususnya Kampung Miyoko,” ujarnya.
Saat membagikan sembako, mereka bahkan menemukan satu orang tua yang tinggal sendiri di gubuknya yang berada di SP 1. Orangtua itu tidak mememiliki sanak saudara dan hidupnya sangat memprihatikan.
“Kami dapat informasi dari masyarakat dan kami datangi. Keadaanya susah sekali. Kami berharap banyak warga mengetahui keadaan oma ini sehingga kita sama-sama membantu dia. Kemarin kami sudah datangi dua kali. Kami berencana akan memperhatikan oma ini secara intens dengan nanti memenuhi apa saja yang menjadi keperluan hidupnya” ujarnya.
Ia mengakui keadaaan ini terasa berat dialami oleh mereka yang hidupnya pas-pasan. Namun apa yang mereka berikan bukan untuk menunjukan bahwa mereka mampu atau memiliki kelebihan secara ekonomi namun ini murni sebagai bentuk kepeduliaan terhadap sesama.
“Saya berterimakasih karena karyawan kami memulai semuanya dengan patungan dana pribadi. Mereka tidak menutup mata dengan keadaan ini. Kami berharap walau seadanya, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban sebagian orang dan saya percaya banyak warga Mimika termasuk organisasi lainnya tidak akan tutup mata melihat keadaan saat ini. Minggu depan kami siapkan 100 paket untuk edarkan lagi ke masyarakat lainnya. Kemarin kami juga bagi masker kain ke masyarakat,” ungkap Fauzan. (Ronald)



