Presiden Jokowi Luncurlan Banpres, 439 UKM di Mimika Terima Manfaatnya

Peluncuran secara virtual di Rumah Kreatif Bank BRI Timika
MIMIKA, BM
Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan program Banpres produktif secara virtual yang berlangsung di Istana Negara yang dihibahkan kepada 12 juta pelaku usaha yang diberikan secara bertahap.
Hal tersebut dilakukan mengingat pandemi Covid-19 ini pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) sangat merasakan dampaknya yang mana omzet dan laba mereka mengalami penurunan yang drastis.
Untuk tahap pertama ini ada 1 juta pelaku usaha yang sudah mendapatkannya senilai Rp2,4 juta per pelaku usaha yang disalurkan melalui dua bank Himbara yakni BRI dan BNI di seluruh Indonesia.
Khusus untuk peluncuran yang diikuti oleh Bank BRI Kantor Cabang Timika, di hadiri oleh beberapa perwakilan pelaku UKM dari 439 yang sudah terdaftar untuk tahap pertama serta dihadiri juga Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ida Wahyuni dan Kepala Dinas Sosial, Petrus Yumte.
Pelaku usaha, Kadiskop dan UKM, Kadinsos menyaksikan peluncuran secara virtual di Rumah Kreatif BRI, Senin (24/8).
Dalam peluncuran secara virtual tersebut, Presiden Jokowi mengatakan sangat paham dengan kondisi seluruh pelaku usaha mikro kecil saat ini.
Namun hal ini tidak hanya dialami oleh pelaku UKM saja tetapi hampir semua pelaku usaha termasuk pengusaha di Indonesia dan juga semua negara lainnya.
“Kita patut bersyukur karena fakta lapangannya kita masih bisa berjualan meskipun turun,” kata Jokowi.
Dikatakan, saat ini pemerintah sedang berusaha mengendalikan Covid-19 dan terus mengusahakan membuat vaksinnya. Kalau vaksinasi sudah dilakukan, diharapkan semua kembali normal sehingga omzet pun dapat kembali normal.
Jokowi menjelaskan, program baru ini merupakan bantuan tambahan modal yang dihibahkan, bukan pinjaman sehingga sangat diharapkan bantuan ini benar-benar digunakan untuk menambah barang-barang dagangan, bukan untuk hal lain.
“Saya harap Banpres ini betul-betul digunakan untuk kebutuhan usahanya, dalam melakukan usaha juga mohon terus melakukan protokol kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Timika, Sukarno mengatakan peran BRI dalam peluncuran Banpres Produktif UKM hanya sebagai penyalur dimana dana tersebut sudah masuk ke rekening nasabah UKM yang terdaftar.
Lanjutnya, mekanisme pencairannya yakni nasabah bisa langsung datang ke kantor BRI setelah sudah menandatangi surat pernyataan agar bank bisa membuka rekening blokir yang sudah terisi saldo Rp2,4 juta, dana ini hanya diberikan satu kali saja.
“Jadi data yang kami gunakan ini adalah data yang diusulkan dari Dinas Koperasi dan UKM sebagai instansi yang berhak. 439 nasabah UKM ini masih bisa bertambah seperti yang dijelaskn Pak Presiden tadi bahwa masih ada kesempatan karena yang akan dijangkau yakni 12 juta pelaku usaha,” jelasnya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ida Wahyuni mengatakan program ini sangat membantu pelaku usaha mikro yang ada di Kabupaten Mimika.
Ida mengatakan, masih membuka peluang bagi pelaku usaha mikro lainnya untuk terdaftar.
"Untuk mekanismenya adalah pelaku usaha yang memang benar-benar terdampak Covid-19 yang dilihat dari jumlah omzet dan labanya,"ungkapnya. (Shanty)



