Besok, Tim ke Beoga Evakuasi dan Usut Kasus 8 Karyawan yang Diinfokan Tewas Ditembak KKB

Ka Ops Satgas Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Muhamad Firman saat memberikan keterangan kepada pers di Timika

MIMIKA, BM

TNI Polri telah membentuk tim menuju ke tempat kejadian perkara kasus tewasnya 8 karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) di Beoga, Kabupaten Puncak yang diinfokan ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (2/3).

"Besok kami akan coba ke atas (Beoga) untuk mengecek lokasi dan lakukan penyisiran," unar Ka Ops Satgas Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Muhamad Firman, S.IK, M.Si kepada wartawan di Polres Mile 32, Jumat (4/3).

Firman mengatakan, Informasi terakhir menyebutkan bahwa 1 karyawan selamat dari insiden tersebut.

Hal ini didasari pada komunikasi yang dilakukan oleh karyawan tersebut yang meminta untuk diselamatkan.

"Besok kita upayakan naik untuk melakukan penyelamatan terhadap 1 orang ini. Kita belum tahu kondisi terakhirnya bagaimana. Namun, untuk yang 8 itu kita masih harus pastikan lagi apakah meninggal atau selamat karena sejauh ini kita tidak bisa lakukan komunikasi lebih lanjut," jelasnya.

Menurut Firman, situasi terkait kondisi di tempat kejadian sejauh ini hanya terkomfimasi melalui komunikasi yang dilakukan oleh 1 karyawan yang meminta bantuan. Saat itu, iapun terlihat begitu gugup dan trauma.

"Itu kalau perkiraan saya, tapi yang jelas 1 masih selamat. Untuk kasusnya juga kita masih dalami," tuturnya.

Untuk posko evakuasi terhadap kemungkinan 8 korban tersebut telah disiapkan di Timika sementara posko lajunya di Sugapa. Hal ini untuk memudahkan proses transportasi dan evakuasi.

"Kita lihat cuaca juga besok, kita perkirakan mulai besok jam 7 pagi," ujarnya.

Sementara untuk operasi penyelamatan ini akan menggunakan pasukan terbaik dari Beoga dan Timika. Mereka akan dipilih untuk operasi tersebut.

"Pertama yang kita lakukab adalah fokus pada evakuasi penyelamatan dulu bagi yang selamat. Kita juga harus pastikan yang delapan orang ini apakah sudah meninggal atau belum? kita harus tiba baru bisa tahu pasti. Informasinya memang sudah meninggal, tapi kita tidak bisa pastikan tanpa melihat langsung," ujarnya.

Ditambahkan Firman, pihak Polda Papua melalui Kapolda Irjen Pol Matius Fakiri, saat ini sudah melakukan komunikasi dengan Bupati Puncak Wilem Wandik.

Dari komunikasi tersebut, aparat keamanan dibantu warga telah melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan korban.

"Dari masyarakat sana sekarang sedang menyisir di lokasi untuk mencari korban itu,” katanya.

Firman juga menyayangkan, mengapa pengerjaan tower ini dilakukan tanpa melibatkan dukungan aparat keamanan.

Terkait rencana evakuasi besok, diakui Firman sangat terkendala medan yang sulit untuk ditempuh melalui jalur darat.

Oleh sebab itu, diharapkan dengan sekali mobilisasi, misi evakuasi dapat terlaksana dengan sukses.

"Untuk kronologis secara langsung, kami belum bisa berikan secara detil karena belum bisa komunikasi dengan satu orang yang selamat itu,” jelasnya.

Diharapkan, korban selamat berinisial NS dapat dievakuasi terlebih dahulu agar dapat memberikan keterangan pasti terkait kejadian tersebut.

Sementara situasi terakhir di TKP, dijelaskan Firman bahwa area di sekitar TKP relatif terkendali. 126 prajurit TNI dan 64 anggota Polri di Distrik Beoga telah dikerahkan.

Hingga saat ini, pelaku dugaan penyerangan sembilan pekerja Palaparing Timur di Beoga itu masih dalam penyelidikan.

"Kami masih lakukan penyilidikan untuk pelakunya,” ungkapnya. (Shanty)

Top