Tiba di Timika, Delapan Jenazah Masih Divisum dan Diidentifikasi di RSUD Mimika

Proses visum dan identifikasi sedang dilakukan di RSUD, keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit
MIMIKA, BM
Proses evakuasi terhadap delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang sempat tertunda Minggu (kemarin-red) akhirnya berhasil dilakukan dan kini telah tiba di Timika, Senin (7/3) siang.
Kedelapan korban saat ini berada di RSUD Mimika guna dilakukan visum dan identivikasi oleh tim medis.
Dijelaskan Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Muhamad Firman, proses evakusi dari lokasi kejadian hingga tiba di Timika berjalan aman tanpa adanya gangguan baik cuaca maupun gangguan situasi lainnya.
"Proses evakuasinya berjalan lancar, tidak ada gangguan baik cuaca maupun gangguan situasi disana. Delapan jenazah ini digeser ke Sugapa terlebih dahulu kemudian di geser ke Timika," jelasnya saat ditemui usai melakukan evakuasi terhadap delapan korban di Bandara Baru Mozes Kilangin.
Sebelum dievakuasi ke Timika, tim evakuasi bergerak dari Timika menuju lokasi kejadian Senin (7/3) pagi sekitar pukul 07.00 wit menggunakan empat heli, yakni tiga heli sipil dan satu heli penerbad.
"Untuk hasil visum lebih jelasnya nanti kami akan coba jelaskan bersama dengan dokter yang melakukan visum. Kondisi jenazahnya juga kita belum ketahui. Rencananya akan disemayamkan di 32, tapi nanti selesai diidentivikasi oleh tim medis baru kita putuskan lebib lanjut,"kata Firman.
Adapun delapan jenazah yang berhasil dievakuasi ke RSUD Mimika, diantaranya Bona Simanulang, Bili Gadi Balien, Renal Tagase, Bebi Tabuni, Jamaludin, Eko Satiansyah, Syahril Nurdiansyah dan Ibo.
Kejadian yang mengakibatkan delapan orang tewas dan satu selamat akibat ulah keji KKB ini terjadi pada saat para karyawan tertidur setelah selesai melakukan perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat , Kabupaten Puncak pada Rabu 2 Maret 2022. (Ignas)



